KESAKSIAN


Disembuhkan dari Hemangioma Cappilary

Masih ingat dengan Florentina yang pernah dituliskan juga kesaksiannya pada rubrik ini? Berikut ini adalah kesaksian lanjutan sesuai dengan apa yang dituturkan oleh Bapak Gustav Galenius yang juga merupakan salah satu Wakil Gembala di GBI Tanjung Duren. Semoga kesaksian ini dapat memberkati kita semua.

Shalom Bpk / Ibu / Sdr / Sdri kekasih dalam Tuhan,
 
Berikut ini kami mau menyaksikan kelanjutan dari apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup anak saya Florentia, dimana anak saya mengalami hemangioma cappilary (tumor pembuluh darah di kelopak mata kiri - lihat kesaksian sebelumnya).
 
Pada awal Desember, kami sekeluarga pergi ke Singapore.  Sebenarnya tujuan utama adalah untuk berlibur, karena kami percaya bahwa Tuhan Yesus sudah menyembuhkan Florentia, tetapi karena saya sudah berjanji dng Dr. Inez Wong (NuH Singapore) bahwa saya akan membawa Florentia apabila saya pergi ke Singapore, maka saya juga membuat janji dengan beliau.
 
Sesampainya di dokter, komentar pertama Dr. Inez adalah : "Wah seharusnya kamu sudah tidak perlu kesini lagi, krn Florentia sdh sembuh".  Kalau saya tidak diberitahu, saya pun tidak akan tahu kalau Flo mengalami hemangioma cappilary.  Puji Tuhan!  Dr. Inez juga surprise bahwa Florentia bisa sembuh tanpa melalui treatment penyuntikan / minum obat, melainkan hanya memakai obat oles di kelopak mata.
 
Kemudian Dr. Inez berusaha membuka emailnya untuk melihat foto Flo yang pernah kami kirimkan pada waktu Flo berumur 2 bulan, tapi server NuH sedang mati, sehingga beliau tidak bisa membukanya.
 
Lalu Dr. Inez me-refer Flo ke dokter yang memeriksa reaksi mata kanan kiri terhadap berbagai objek, dan kesimpulannya adalah mata kiri dan kanan Flo berfungsi secara normal (krn ada kekhawatiran mata kiri kurang berkembang sempurna karena sempat tertutup oleh pembengkakan kelopak mata)


4 April 2008



28 April 2008



8 Juni 2008

 
Sesudah itu Flo dikirim ke dokter yang lain, untuk melihat ukuran lensa matanya (sama seperti kalau kita memeriksa ukuran mata untuk memakai kacamata, hanya saja tidak memakai alphabet krn bayi belum bisa membaca).
 
Caranya adalah dengan membuka pupil mata dengan memakai obat tetes mata sebanyak 3 kali dengan selang waktu 10 menit.  Terakhir ditunggu selama 30 menit, baru pengecekan mata dilakukan.


7 September 2008

 
Disini terjadi mujizat yang luar biasa.  Biasanya Flo tidak mudah tidur, apalagi jika lingkungan sekitarnya berisik.  Tetapi sewaktu kita sedang menunggu 30 menit tersebut, tiba-tiba Flo mengantuk.  Lalu saya bilang ke istri saya supaya jangan ditidurkan, karena sebentar lagi dokter akan periksa.  Tetapi sepertinya kantuk Flo tidak tertahankan dan dia tertidur.  Lima menit kemudian, dokter memanggil Flo.  Waktu saya bilang Flo sedang tidur, dokternya berkata tidak kenapa, karena pemeriksaan bisa dilakukan.


22 September 2008



22 September 2008

 
Ternyata pemeriksaan lebih mudah dilakukan pada waktu anak tidur, karena pemeriksaan dilakukan dengan menyinari mata dengan senter, melalui berbagai ukuran lensa, sampai didapat lensa yang sesuai dengan ukuran mata bayi tersebut.  
 
Pada waktu pemeriksaan tersebut,  saya yang membantu membukakan kelopak mata Flo yang sedang tidur, sementara dokter menyinari sambil mencari-cari ukuran lensa yang tepat untuk kedua mata.  Ada sekitar 3 - 4 kali penggantian lensa untuk setiap mata yang diukur.  
 
Saya tidak bisa membayangkan bagaimana membuat bayi bisa diam untuk dibuka kelopak matanya beberapa kali, kiri dan kanan, sampai pemeriksaan selesai, apabila bayi tersebut tidak tidur.  Pasti bayi akan meronta-ronta  dan menangis apabila seseorang berusaha memegang matanya.
 
Betapa ajaib Tuhan Yesus.  Tadinya saya berpikir pemeriksaan harus dilakukan waktu bayi bangun / melek, ternyata Tuhan tahu yang terbaik shg Ia membuat Flo tidur untuk memudahkan pemeriksaan.
 
Sesudah itu, Flo dibawa kembali ke Dr. Inez untuk melihat kondisi bola mata dan penglihatannya.  Dr. Inez heran kenapa pupil yang terbuka tidak besar walaupun sudah 3 kali memakai tetes mata.  Mungkin karena Flo menangis dan ia menggosok matanya pada waktu ditetesi obat mata.  
 
Tetapi Puji Tuhan, karena Flo sedang tidur, jadi walaupun tidak terbuka besar, dokter bisa melihat kondisi mata Flo dari berbagai sudut dengan tenang dan hati-hati.  Tapi kalau bayi tidak tidur, pupil harus terbuka lebar, krn dokter harus sudah bisa memeriksa dengan cepat, dengan hanya satu bukaan sebelum bayinya berontak.  Sungguh dahsyat Tuhan Yesus kita.
 
Dan lucunya, sesudah Dr. Inez selesai memeriksa Flo, Florentia langsung bangun dan tidak tidur lagi sampai kita meninggalkan rumah sakit.  Sungguh mujizat yang luar biasa.  Adapun hasil pemeriksaan ukuran mata Flo adalah sebagai berikut:
 
Sorry for the delay. Here is the result of Florentia's cycloplegic
refraction:

+3.50/-0.50 x 180 right
+4.00/-0.50 X 180 left

As you can see the cylinder is minimal (0.5 in either eye).
The plus is actually less than what is given above as eyedrops bring out 1
to 2D extra and it is normal for a baby to have some plus.

Dr Inez Wong
Consultant
Pediatric Ophthalmology & Strabismus
Department of Ophthalmology
National University Hospital
5 Lower Kent Ridge Road
Singapore 119074
 
Jadi dari hasil pemeriksaan ukuran mata, maupun pemeriksaan kondisi bola mata / penglihatan secara fisik, tidak diketemukan kelainan sama sekali pada mata Florentia.  Tidak terjadi mata malas dan semuanya normal adanya.  Praise the Lord!  God is Great!!!
 
Karena server NuH tetap tidak berfungsi, saya berusaha memperlihatkan foto Flo pada waktu ia masih sakit dari pocket camera yang saya bawa.  Sesudah saya melihat-lihat lagi foto-foto yang ada di kamera tersebut, saya sangat terperanjat.  
 
Ternyata di bulan  April - Agustus (Flo lahir tgl 1 Maret 2008), kondisi matanya masih keliatan jelek.  Bahkan sampai tgl 7 Sep (lebih kurang selama 4.5 bulan), pada waktu dilakukan penyerahan anak, matanya masih terlihat jelas berbeda antara kiri dan kanan.  Walaupun ada progres, tetapi progresnya dari bulan April - 7 Sep berlangsung sangat lambat.  
 
Pada tgl 7 September tersebut, sesudah penyerahan anak,  dilakukan Perjamuan Kudus yang dipimpin oleh Gembala Sidang Pdm. Agustinus Puspawiguna.  Waktu Perjamuan Kudus sedang berlangsung,  istri saya Lie Yun merasakan ada kuasa yg mengalir ketika sedang mendoakan Floren.
Pada awalnya kita tidak menyadari hal ini, sampai kita melihat foto mata Floren pada tgl 22 Sep, hanya 15 hari sesdh perjamuan kudus, ternyata kondisi mata Floren sudah sangat jauh lebih baik.  
 
Sungguh Tuhan menunjukkan bahwa kesembuhan mata Floren, semata-mata hanya mujizat dari Dia!!!  
 
Dan yang lebih luar biasa lagi adalah, menurut Dr. Inez, secara statistik anak yang mengalami haemangioma cappilary 40% sembuh sesudah berusia 4 tahun, dan 70% sembuh sesudah berumur 7 tahun (itupun dengan treatment).
 
Tetapi Florentia disembuhkan Tuhan hanya dalam waktu lebih kurang 6 bulan dan tanpa treatment yang berarti.  Tuhan Yesus Dahsyat!!!  Dan sesudah memasuki bulan Desember 2008, kondisi mata Florentia sudah jauh lebih baik lagi. (foto-foto terlampir)


27 September 2008



5 Desember 2008

 
Bahkan sejak tanggal 20 Desember 2008, kami sudah menghentikan pemakaian salep oles tersebut, karena pada waktu itu kami ingin melakukan imunisasi terhadap Florentia, dan dikhawatirkan terjadinya penurunan hasil imunisasi apabila Florentia masih memakai salep tersebut.

Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Gembala Sidang GBI Tanjung Duren, beserta semua Diaken, Pengerja, Aktivis, dan Jemaat yang turut mendoakan Florentia, sehingga ia boleh mengalami mujizat yang luar biasa dalam kehidupannya.  
 
Kiranya Tuhan Yesus yang membalas dan memberkati Bapak/ Ibu/ Sdr/ Sdri sekalian berlimpah-limpah.  Amin.
 
Thank you Lord Jesus, we love you so much.
 
In His Love,
 
Gustav Galenius
 
"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.  Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun (Yakobus 1 : 2 - 4)" (GG/EW)


Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter