KESAKSIAN

Maafkan Papa
Saya memiliki figur papa yang keras dan selalu merasa dirinya yang paling benar. Hal ini yang membuat saya sukar untuk bisa dekat dengan papa.
Suatu kali saya mengikuti Retreat, dan di sana ada sesi Hati Bapa. Pada waktu firman disampaikan, saya tidak merasakan apa-apa. Firmannya bagus, akan tetapi saya merasa hubungan saya dengan papa tidak terlalu ada masalah.
Setelah khotbah selesai, pembicara menantang peserta untuk maju ke depan dan didoakan. Saya ikut maju ke depan, meskipun saya tidak mengetahui apa yang harus didoakan. Ketika saya maju dan didoakan oleh seorang Fasilitator, saya sama sekali tidak merasakan apa-apa, sehingga setelahnya saya kembali duduk.
Setelah peserta selesai didoakan, Pak Benny Gunawan beserta isteri maju ke depan dan berkata bahwa mereka adalah perwakilan dari papa dan mama kami semua, dan meminta maaf atas semua kesalahan mereka kepada kami sebagai anak-anaknya. Pada waktu Pak Benny berkata "maafkan papa", pada waktu itu saya spontan menangis, dan hati saya seperti hancur. Saya tidak mengerti mengapa, tapi saya merasakan sedih sekali sampai saya berlutut dan menangis. Saya baru sadar, bahwa dari sekian banyaknya perkataan papa saya, ada 1 perkataan yang belum pernah diucapkan oleh papa saya, yaitu "Maafkan papa".
Di sana saya seperti dilembutkan hatinya dan bisa merasakan bahwa saya sangat mengasihi papa saya dan benar-benar bisa memaafkan papa saya.
(Kesaksian hidup dari Ricky Djaja)
Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter