KOTBAH


Pak Andi Auric, GODLY PARENTS

Ibadah 1, 2, 19 Oktober 2014

Pengertian:
Godly Parenst adalah orang tua yang takut akan Tuhan, yang benar-benar melakukan Firman Tuhan dan mengajarkannya kepada anak-anaknya. Bukan tanggung jawab anak-anak untuk jadi anak-anak yang takut akan Tuhan, tapi ini adalah tanggung jawab orang tua untuk membesarkan anak-anak dalam takut akan Tuhan.

Lanjut...

Dra. Charlotte K. Priatna, Menolong Orang Lain Berubah

Ibadah 3, 19 Oktober’14

   Matius 18: 15-20. Kita dikelilingi oleh orang-orang di sekitar kita yang melakukan kesalahan. Apa reaksi kita ? Benci ? Apatis ? Kalau kita mengasihi mereka, kita harus tegur mereka supaya mereka berubah dan tidak menimbulkan akar pahit. Kita suka merasa diri kita lebih baik daripada orang lain sehingga kita menilai orang lain bersalah kepada kita. Manusia baru dinilai bersalah kalau dia berdosa kepada Tuhan. Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa karena mereka berontak kepada Allah. Dan tabiat dosa ini menurun kepada semua manusia.  Paling tidak enak kalau orang menegur kita. Pada dasarnya semua manusia itu sombong. Kita harus ingat semua prestasi kita adalah karena anugrah Tuhan. Ketika manusia berdosa, manusia jauh dari berkenan kepada Allah.

Lanjut...

Ev. Rosalinda, Kenallah Tuhan Lebih Dalam

Ibadah 3, 5 Oktober’ 14

   Umatku binasa karena tidak mengenal Allah. Kesalahan Bapa dibalaskan Tuhan kepada anak cucunya. Istri harus tunduk kepada suaminya karena ini adalah perintah Tuhan. Suami harus menghormati istrinya sebagai teman pewaris kasih karunia. Saya terus mendoakan suami saya supaya paradigma berpikirnya berubah. Istri-istri jangan imbangi emosi suamimu. Doakan mereka. Ibrani 11: 6: Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Iman kita perlu diproses. Maka mujizat akan terjadi dan kita memuliakan Tuhan serta berbuah. Kalau kita akrab dengan Allah semua janji Tuhan akan digenapi dalam hidup kita. Kita hanya tanah liat dan debu tapi diangkat Tuhan oleh anugrahNya. Jangan marah kepada Tuhan ketika sedang diproses. Diam saja maka Tuhan akan membuat kita menjadi seperti emas murni dan menghasilkan buah. Kita menjadi berkuasa untuk menjadi saksi Tuhan jika Roh Kudus turun atas kita.

Lanjut...

Ev. Rosalinda, BANYAK YANG DIPANGGIL TETAPI SEDIKIT YANG DIPILIH


Ibadah ke -2. 5 Oktober 2014

   Roma 8: 29 - 30 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula,  mereka juga ditentukan-Nya  dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya.  Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.
Lanjut...

Ev. Rosalinda, ORANG YANG BERIMAN SIAP MENERIMA RESIKO APA SAJA

Ibadah ke-1, 5 Oktober 2014

   Ibrani 11:6 berkata Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah,  ia harus percaya bahwa Allah ada  , dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Dalam ayat ini jelas bahwa kita harus memiliki iman kepada Allah supaya kita bisa berkenan kepadaNya dan untuk mendapatkan upah kita harus sungguh-sungguh mencari Tuhan. Tidak bisa kita cuma menjadi Kristen yang biasa-biasa saja yang hidupnya hanya percaya tapi tidak punya iman.

Lanjut...

Pdt. George Pranoto Gunadi, Mengerti Kehendak Tuhan

Ibadah 3, 28 September ’14

   Lukas 19. Zakheus bertemu dengan Tuhan Yesus sehingga dia berubah menjadi baik. Dia memberikan setengah hartanya bagi orang miskin dan mengembalikan 4 kali lipat dari orang yang diperasnya. Dalam kehidupan suami istri, kita jarang mengakui kalau kita salah , menyalahkan orang lain dan tidak mau minta maaf. Padahal kalau kita mau mengakui kesalahan dan minta maaf semua urusan selesai. Kalau berdebat bicarakan sesuai konteksnya saja, jangan melebar ke mana-mana dan cari solusinya. Seharusnya kita hidup mencari kehendak Tuhan dan bukan kehendak diri kita sendiri. Menginjil adalah tugas kita, soal dia mau bertobat atau tidak itu urusan Tuhan.

Lanjut...

Pdt. George Pranoto Gunadi,Perubahan Dalam Hidup

Ibadah 2, 28 September’14

   Kalau kita berdoa seharusnya lebih banyak mengikuti kemauan Tuhan daripada diri kita sendiri. Kita harus belajar mengerti kehendak Tuhan dan menjadikan firman Tuhan sebagai kebenaran bukan untuk membenarkan diri sendiri. Tuhan pasti memberikan kita kemenangan atas masalah kita. Kita harus memiliki cara pandang yang positif terhadap masalah kita. 1 Korintus 10: 13. Tuhan tidak akan membiarkan iblis mencobai kita melebihi kemampuan kita sehingga kita menjadi pemenang. 1 Korintus 9: 24. Kita hidup dalam gelanggang pertandingan dan kita adalah pemenang karena Tuhan membuat kita mengalahkan masalah kita. Jangan menghindari masalah, hadapi. Hidup ini santai kalau kita mengerti kita pasti jadi pemenang dan masalah kita pasti akan berlalu. Iblis juga akan bosan mencobai kita kalau tidak pernah berhasil. Kita bisa mengalami mujizat kalau mengalami masalah. Di balik masalah ada berkat.

Lanjut...

Pdt. George Pranoto Gunadi, 28 September 2014

BELAJAR MENGERTI APA MAUNYA TUHAN

   Kita harus merubah wawasan berpikir kita supaya kita bisa belajar untuk mengerti apa maunya Tuhan atas hidup kita. Kerap kali dalam kita berdoa kita selalu berdoa untuk diri kita sendiri tanpa menanyakan apa maunya Tuhan sehingga yang menjadi subjek dalam doa kita adalah diri kita sendiri. Untuk itu kita sekarang perlu belajar waktu berdoa menjadikan Tuhan sebagai subjek doa kita. Contoh waktu kita sedang sakit dan kita harus pelayanan : “Tuhan sembuhkan sakit saya karena saya mau pelayanan” (kita sebagai subjek doa ) ; “Tuhan saya sakit saat ini , tolong sembuhkan saya, Tuhan meski dalam keadaan sakit saya mau tetap melayani pekerjaanMu”(Tuhan sebagai subjek). Dan kalau kita berdoa dan yang menjadi subjek doa kita adalah Tuhan maka Tuhan pasti akan menjawab doa kita. Dan waktu Tuhan menjadi subjek doa kita disaaat itulah dimana kita tidak minta Tuhan memberikan jawaban doa buat kita.

Lanjut...

Pdp. Frank Santosa, Dosa Mengakibatkan Penderitaan

Ibadah 3, 21 Agustus 2014

    2 Timotius 3: 1-4. Sekarang kita hidup di akhir zaman. Bahkan semua agama di muka bumi ini percaya kalau sekarang sudah akhir zaman. Perang, kelaparan terjadi di mana-mana. Kejahatan, korupsi, kekerasan, kekerasan seksual semakin merajalela di mana-mana. Terjadi banjir, letusan gunung berapi di banyak tempat di Indonesia. Sumber segala penderitaan adalah dosa. Dosa adalah hamartia artinya meleset dari sasaran. Setiap orang punya panggilan masing-masing dari Tuhan. Yeremia 5:1-5. Banyak orang yang berdosa tapi tidak menyadari kalau mereka berdosa. Tuhan Yesus berkata dalam Matius 11: 28 : Marilah kepadaKu semua yang letih, lesu dan berbeban berat ,Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 
Lanjut...

Pdp. Frank Santosa, Hari Tuhan

Ibadah 2, 28 september’14

 

    Tujuan hidup kita adalah menjadi semakin serupa Tuhan Yesus: makin lemah lembut dan rendah hati. Ada seorang rabi di Mekah yang mengatakan kalau kaabah di Mekah tertutup bayang-bayang dan gunung di dekat Mekah sudah dilubangi berarti sudah akhir zaman. Dan semuanya itu sudah terjadi. 2 Petrus 3: 2-3. Kita harus selalu mengingat kebaikan Tuhan. Orang tertanam di gereja ketika memiliki keluarga di gereja. Banyak orang di akhir zaman yang mengejar hawa nafsunya sendiri dan menjadi pengejek-pengejek. Mereka tidak percaya bahwa sekarang sudah akhir zaman. Sumber segala penderitaan manusia adalah dosa kita. Sehingga Tuhan menyesal menciptakan manusia.

 

Lanjut...

Pdp. Frank Santosa, Menjadi Kristen dengan Pertobatan

Ibadah 1, 21 September 2014

   Yohanes 21:1 ada 2 macam orang yang mengikuti Yesus : orang kebanyakan dan murid. Kita harus jadi murid. Selama kita jadi murid mau mengasihi Tuhan dan mau belajar dalam Tuhan  maka Tuhan akan  berkunjung dalam hidup kita.

Lanjut...

Ezra Elian Yonathan, The Power of Sabbat

Ibadah 3, 7 September’14

     Shalom saudara.  Pak Niko sampaikan kita akan segera masuk tahun Yahudi yang baru yaitu tahun 5775/ Ayhin Hei. 5775 bicara hari Sabat yaitu hari di mana kita beribadah kepada Tuhan. Hari Sabat punya kekuatan sendiri. Tuhan tidak melarang kita bekerja, tapi Tuhan perintahkan pada hari ke-7 kita berhenti. Sabat artinya istirahat. Artinya hari ke-7, hari Minggu buat orang Kristen adalah hari untuk beribadah. 5/ Hei berkata tentang :
1. Nafas Ilahi/ nafas Tuhan artinya Tuhan mau memberi kita nafas kehidupan. Lebih dari itu apakah ada Tuhan/ hadirat Tuhan di dalam diri kita masing-masing.
2. Mata yang memandang kepada Tuhan artinya kita selalu rindu bertemu dengan Tuhan dan kita bisa merasakan bahwa Tuhan ada dalam kehidupan kita.

Lanjut...

Pdp. Dio Angga Pradita: SIKAP IMAN ( The Attitude of Faith)

Ibadah 1-2, 7 September  2014

 

   2 korintus 4:13 yang berbunyi  namun karena kami memiliki roh iman   yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata i ", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. Dalam ayat ini dikatakan bahawa kita memiliki roh iman yang sama. Sikap iman berbicara mengenai roh iman bukan prinsip iman. Karena kalau prinsip iman itu hanya sebatas pengetahuan tapi kalau roh iman itu harus ditangkap atau harus kita alami.

 

Lanjut...

Pdt. Boas Braga, MENIKMATI TUHAN

Ibadah 1-3

     Kalau kita tidak bisa menikmati Tuhan kita tidak akan pernah merasa puas dalam segala hal, kita tidak puas dengan gereja kita kemudian kita pindah gereja, kita tidak puas dengan pelayanan kita kemudian kita berhenti pelayanan, dan sebagainya. Untuk menikmati Tuhan tidak tergantung pada musik, pemimpin pujian atau pengkhotbah. Kita harus bisa menikmati Tuhan karena Tuhan tinggal dalam hidup kita. Kata Doa dalam bahasa aslinya menyembah atau mencium wajah Bapa (menikmati Tuhan). Untuk menikmati Tuhan kuncinya adalah percaya kepada Tuhan. Kerap kali kalau kita sudah mengerti akan sesuatu kita jadi sulit menikmati karena kita merasa tau dan  menganggap sudah biasa.

Lanjut...

Pdt. Rudy Eko, MENJAGA HUBUNGAN YANG INDAH DENGAN TUHAN


Ibadah 1-3, 24 Agustus’14

     Keluaran 32:9-14, adanya sebuah hubungan yang indah antara Musa dengan Tuhan dimana dalam ayat-ayat ini Musa berdialog dengan Tuhan.  Salah satu sifat Tuhan adalah selalu ingin dekat dengan manusia. Tuhanlah yang punya inisiatif  terlebih dahulu dalam hubungan dengan manusia.Kita harus menjaga hubungan kita dengan Tuhan. Contoh di alkitab tokoh-tokoh yang menjaga hubungannya dengan Tuhan adalah Musa, Yakub, Rja Hizkia. Kita harus mengecek dalam hidup kita apakah saat ini hubungan kita dengan Tuhan masih dekat atau menjauh.
Lanjut...

Pdt. Mulyadi, Sesungguhnya Tuhan Ada

Ibadah 3, 24 Agustus’14

         Ketika saya berumur 39 tahun saya merintis Rumah Damai di Semarang, tempat rehabilitasi narkoba khusus laki-laki. Saya membuatkan banyak usaha untuk mereka: jual bakmi ayam, café, jamur merang, daur ulang botol, dsb karena mereka sulit mendapatkan pekerjaan kalau mereka jujur kepada pemilik perusahaan bahwa mereka bekas pecandu narkoba. Ada anak atheis berumur 15 tahun yang pernah masuk rumah damai kemudian dipulihkan Tuhan dan menulis lagu tentang Rumah Damai. Sekarang dia bertugas di WHO Belanda untuk menangani orang-orang yang terkena HIV Aids. Narkoba bisa membuat orang depresi dan gila, syaraf otak mengecil. Pernah ada seorang anak yang syarafnya rusak berat karena narkoba sehingga orang lain harus memerintahkan kepada dia untuk bergerak, makan, berjalan, dsb. Tapi setelah 6 bulan mujizat terjadi sehingga anak itu sembuh dan bisa lulus sarjana Theologia. Kadang orangtua begitu putus asa kalau anaknya kena narkoba bahkan berharap anaknya itu mati karena mereka sudah terlalu merongrong orangtuanya. Ada 850 ribu orang meninggal/ tahun karena narkoba atau 200 orang/ hari. Ada 5 juta pecandu narkoba yang perlu direhab. Banyak dokter juga apatis dan angkat tangan terhadap pecandu narkoba.
Lanjut...

Pdt. Mulyadi , MY FATHER, MY HERO

Ibadah 2, 17 Agustus ‘14

Ada 3 wabah di dunia saat ini :
1. Kehilangan hati Bapa
2. Banyak pria atau wanita yg tidak dewasa , janganlah menikah dg orang yg tidak dewasa
3. Tidak ada sosok pemimpin
Lanjut...

Pdt. Mulyadi , GARAM DAN TERANG DUNIA

Ibadah 1, 17 Agustus ’14

Matius 5:13-16

Garam adalah sesuatu dari bagian rasa yang penting. Garam maksudnya adalah kita menjadi orang yang berarti yang bisa memberi pengaruh buat orang lain atau lingkungan. Ketika kita berfungsi sebagai garam kita tidak akan kehilangan sesuatu tapi kita pasti akan belajar sesuatu.

Garam selain mengawetkan juga memberi rasa. Kalau kita garam kita harus memberi rasa aman bagi orang lain. Mari dimana kita berada kita menjadi orang yang memberi rasa bagi orang lain.

 

Lanjut...

Pdt. Aruna Wirjolukito, Berhati-hati Menghadapi Peperangan Rohani

Ibadah 3, 3 Agustus’ 14

   Ibrani 11: 39-40: Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita;  tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan . Saat ini tempat orang-orang yang percaya pada Tuhan Yesus ada di Firdaus. Mereka tidak akan di sorga sebelum kita menyelesaikan tugas kita pada zaman ini. Generasi pertama yang membangun ekonomi di Indonesia adalah orang-orang yang tidak sekolah tapi mereka sukses karena ulet. Generasi ke-2 juga ulet tapi menyekolahkan anak mereka ke luar negri. Jadi generasi ke-3 pengusaha di Indonesia rata-rata lulusan luar negri. Tuhan mau pakai 3 generasi. Generasi yang kita hidupi saat ini adalah generasi yang paling mungkin melihat Tuhan Yesus datang kembali.

Lanjut...

Pdt. Budianto Gunarso, HIDUP YANG BERKUALITAS DIHADAPAN TUHAN

Ibadah 1-2, 3 Agustus’14

 
     Markus 5 : 21-43
Tuhan tidak pernah berjanji kalau hidup kita tidak akan mengalami tekanan atau pergumulan. Hidup ini penuh dengan tantangan. Ibrani 13:5 dalam ayat ini ada janji Tuhan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Mungkin kita masih ke gereja , masih ikut kegiatan-kegiatan gereja tapi kita harus mengecek apakah sebenarnya hidup kekristenan kita masih berkualitas atau hanya rutinitas saja, apakah kasih mula-mula itu masih ada dalam hidup kita (Wahyu 2:2-5).

Lanjut...