KOTBAH


Pdt. Trivena, Tugas Roh Kudus bagi Orang Percaya

Ibadah 2, 17 Mei 2015

                    
    Pada waktu kita memperingati ibadah Kenaikan Tuhan Yesus mungkin kita berpikir mengapa Tuhan Yesus harus meninggalkan kita.  Tuhan Yesus berkata dalam Yoh 16: 7: Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur  itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia  kepadamu. Segala sesuatu sudah Tuhan rencanakan bukan untuk kebaikan Tuhan Yesus tapi untuk kebaikan kita anak-anakNya. Yoh 14: 17-26. Apa tugas Roh Kudus di dalam dunia ?

Lanjut...

Ps. Timothy Parengkuan, Bangunlah Fondasi Iman yang Benar

Ibadah 2, 3 Mei 2015

     Roh Kudus selalu mau kita berjalan di dalam rancangan Tuhan. Kita hidup di akhir jaman. Kis 3: 21: Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. Ketika dulu saya mendapatkan ayat ini saya berpikir yang perlu dipulihkan adalah tubuh yang sakit, kondisi keuangan, hubungan di dalam keluarga ( suami istri, orang tua, anak ). Dosa membuat segala sesuatu menjadi rusak/ hancur. Ternyata ada satu lagi yang Roh Kudus katakan harus direstorasi yaitu fondasi/ dasar iman kita. Kalau fondasi iman ini sudah benar maka semua pemulihan itu akan ditambahkan kepada kita.

Lanjut...

Pdp. Andi Auric, Kebebasan Dalam Kristus

Ibadah 1 – 3, 26 April 2015

     Kadang kita berpikir ada banyak larangan ketika mengikut Kristus. Galatia 5: 13 : Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. Galatia 5: 17-26. Waktu itu ada 2 ajaran sesat yaitu Yudaism Legalism yang percaya kepada Tuhan Yesus tapi masih melakukan tradisi Yahudi. Yang ke-2 ajaran yang mengatakan kita bebas melakukan apa saja, hidup dalam dosa.

Lanjut...

Pdt. Pieter Faraknimella, Hiduplah Bersungguh-sungguh di dalam Tuhan

Ibadah 1 - 2, 19 April 2015

     Ibrani 10 : 36 – 39. Tuhan adalah Allah yang Maha Hadir. Umur di tangan Tuhan. Kita harus berjaga-jaga karena kedatangan Tuhan sudah semakin mendekat. Iblis menipu banyak orang Kristen supaya tidak bersungguh-sungguh. Lakukan kehendak Allah di mana pun Tuhan tempatkan saudara. Alkitab berkata jangan kumpulkan harta di bumi, kumpulkanlah harta di sorga. Ada orang kaya yang tidak bisa menikmati kekayaannya karena sakit. Karena itu gunakanlah kekayaan itu untuk melayani Tuhan. Banyak orang stress hari-hari ini karena takut akan kematian, berkendaraan naik apa pun takut mengalami kecelakaan.

Lanjut...

Dr. Jakoep Ezra, Lihatlah Tuhan, Hampiri Dia

Ibadah 2, 5 April 2015

   Kis 13: 29-31. Hari ini kita merayakan Paskah yang artinya hari kemenangan Tuhan Yesus Kristus. Karena itu setiap kita yang percaya kepadaNya juga mengalami kemenangan oleh karena penebusan Tuhan Yesus di kayu salib. Di masa perjanjian lama apabila imam yang melayani tidak kudus akan langsung mati saat itu juga. Setelah Tuhan Yesus disalibkan tirai bait suci terbelah 2 sehingga kita bisa menghampiri tahta Maha Kudus. Ibrani 4: 16. Waktu kita mengingat kematian Tuhan Yesus dosa kita diampuni. Matius 5: 8: Berbahagialah orang yang suci hatinya karena mereka akan melihat Allah. Kita melihat Allah bukan dengan mata jasmani, melainkan dengan imajinasi kita ( Ibr 8: 10 ). Tuhan menciptakan setiap anggota tubuh kita dengan fungsi yang berbeda. Otak kiri untuk berpikir, otak kanan untuk berimajinasi. Di otak kananlah Tuhan meletakkan diriNya dalam diri kita sehingga Tuhan dapat berkomunikasi dengan kita.

Lanjut...

Pdt. Isang Tjiputra, Mintalah dengan Iman

Ibadah 2, 29 Maret 15

   Kita tahu Tuhan itu ada dengan iman. Setiap orang yang bertemu Tuhan mengalami mujizat. Ke-2 dengan logika. Kis 8: 18. Simon si tukang sihir belum percaya kepada Tuhan Yesus tapi dia percaya kepada mujizat Tuhan. Dulu saya menganggap orang buta disembuhkan adalah sugesti sampai Tuhan mengijinkan saya mendoakan seorang ibu yang buta dan bersikeras supaya saya mendoakannya berkali-kali sampai dia sembuh. Ibu itu menangis, saya juga menangis dan minta ampun pada Tuhan atas ketidakpercayaan saya. Setelah itu baru ibu buta itu sembuh. Baru kali itu saya melihat orang buta disembuhkan. Bahkan setelah itu Tuhan juga menyembuhkan seorang bayi yang buta dan seorang bapak yang buta. Mungkin saudara juga mengalami ketidakpercayaan seperti saya dulu. Sejak peristiwa orang buta disembuhkan itu saya menyaksikan banyak mujizat yang Tuhan buat ketika saya melayani. Pastikan saudara mengalami mujizat ketika bertemu dengan Tuhan sehingga saudara bergairah ketika beribadah.

Lanjut...

Pdt. Erwin Widjaja, Kunci Kesuksesan adalah Ketaatan

Ibadah 1-3, 22 Maret 2015

    Kejadian 2: 15. Siapa saja yang mau sukses harus dimulai dari ketaatan. Eden artinya pleasure/ kesenangan. Tapi Tuhan ingin kita yang mengusahakannya. Sayangnya manusia tidak taat kepada perintah Tuhan sehingga manusia jatuh ke dalam dosa. Jadi yang pertama hilang di taman Eden adalah ketaatan. Ketaatan ini dipulihkan oleh ketaatan Tuhan Yesus yang menebus dosa manusia. Abraham disebut Bapa Segala Bangsa , Bapa Orang Beriman karena ketaatannya kepada Tuhan. Kejadian 12: 25. Abraham memulai perjalanan rohaninya setelah Tuhan menyuruh dia meninggalkan negrinya. Saat itu umurnya 75 tahun. Sebelumnya Tuhan sudah pernah menampakkan diri kepada Abraham dan menyuruhnya pergi, tapi waktu itu dia tidak taat, dia belum berani melangkah. Tuhan berjanji akan menjadikan Abraham Bapa Segala Bangsa tapi waktu itu Sara mandul sehingga Abraham membawa keponakannya Lot bersama dengan dia. Ketika kita ragu melangkah sesuai dengan perintah Tuhan kita akan mengalami penundaan seperti Abraham ketika dulu tidak berani melangkah saat pertama kalinya Tuhan memerintah dia untuk pergi dari negrinya. Kita taat kepada Tuhan tidak menunggu iman kita kuat, melangkah saja.
  
Lanjut...

Ps. Elijah Soetopo B.Th, Bagaimana Memecahkan Konflik

Ibadah 1 – 3, 15 Maret 2015

   Konflik selalu terjadi pada semua orang selama ada orang lain di sekeliling kita, kapan saja dan di mana pun kita berada. Kemampuan kita memecahkan konflik akan berhubungan dengan kebahagiaan kita. Kita bersyukur Tuhan memberikan kita alkitab untuk mengajarkan kita bagaimana mengatasi dan menghadapi konflik sehingga kebahagiaan kita akan meningkat dan level stress kita menurun. Roma 12: 17-18: Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!  Artinya sebisa mungkin kalau itu terserah Anda, hiduplah berdamai dengan semua orang. Seringkali ketika kita menghadapi konflik kita menyalahkan orang lain. Orang lain yang jahat, kitalah orang yang baik.

Lanjut...

Pdp. Gustav Galenius, Berjalan Dalam Kuasa

Ibadah 1-3, 1 Maret 2015

   Gereja Pentakosta sekarang dalam krisis, mulai kehilangan kuasanya.  Markus 16: 15-20. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.  16:17 Tanda-tanda ini akan menyertaiorang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 16:18 mereka akan memegang ular , dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." 16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. 16:20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda  yang menyertainya.

Lanjut...

Pdt. Fendi Tantono, Apa pun yang Terjadi, Tuhan Yesus Baik

Ibadah 1-2, 22 Februari 2015

   Tahun ini adalah tahun Ayhin Hei, tahun double Sabbath. Tuhan Yesus justru banyak melakukan mujizat ( Lukas 4, Lukas 13 , Lukas 14, Markus 3, Markus 4, dst ) atau menyembuhkan orang-orang sakit ketika hari Sabbath. Yoh 5: 1-18. Penyembuhan di kolam Betesda disebut juga rumah Anugrah. Ada banyak sekali orang sakit di situ dan hanya yang tercepat masuk ke dalam kolam yang menjadi sembuh, apa pun penyakitnya. Tuhan Yesus melewati orang banyak itu dan bertanya kepada orang yang sakit selama 38 tahun itu “Maukah engkau sembuh ?” Dia tahu persis keadaan orang itu. Pertanyaan Yesus ini bermakna lebih dalam , artinya Yesus bertanya kepada orang itu masihkah engkau percaya bahwa engkau akan sembuh ?

Lanjut...

Pdp. Joshua Sudharsono, Huí jiā / Pulang

Ibadah 1 -3, 15 Februari 2015

   Dosa  memisahkan diri kita dari Tuhan tapi penebusan Yesus mendamaikan kita. Kalau kita berdamai dengan Tuhan kita juga bisa berdamai dengan sesama. Tuhan berkata kuatkan dan teguhkan hatimu supaya kamu dapat membangun rumah Tuhan. Sekarang kita tahu rumah Tuhan adalah orang percaya dan Tuhan rindukan kita membangun orang percaya lebih sungguh-sungguh lagi. 1 Korintus 3: 10 – 16. Jika kita mendengarkan firman Tuhan dan melakukannya, kita seperti membangun rumah di atas batu karang, dasarnya kokoh maka ketika badai datang kita dapat bertahan. Semakin kita diuji oleh api, semakin kita dimurnikan. Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Kami percaya Tuhan punya kuasa yang besar dan mencurahkan kasihNya bagi kita. Pelayanan memang tidak pernah mudah tetapi  kita harus bertumbuh. Pelayanan adalah mengasihi setiap waktu. Kami berusaha untuk melayani jemaat kami dan menjadi saudara mereka dalam kesukaran.

Lanjut...

Dra. Charlotte K. Priatna, Percayalah kepada Tuhan dan Taati Dia

Ibadah 1-2, 1 Februari 2015

     Yakobus 4: 13 - 17. Jangan salah paham dengan Tuhan. Tuhan punya rancangan damai sejahtera. Betapa rentan hidup kita. Bagaimana kita merencanakan masa depan kita, karier kita, bisnis kita, study kita dan keluarga kita ? Kebanyakan dari kita membuat rencana yang detail. Membuat rencana tidak salah. Kita harus memikirkan generasi yang akan datang. Tapi kita harus mengandalkan Tuhan dan bergantung kepadaNya. Tuhan yang memiliki hidup kita. Hidup kita adalah milik Tuhan. Mengampuni adalah sebuah keputusan dan untuk menghilangkan rasa sakit itu membutuhkan proses. Yusuf memutuskan untuk mengampuni saudara-saudaranya. Ketaatannya itu membawa dia menjadi orang no 2 setelah raja. Yusuf katakan kepada saudara-saudaranya bahwa Allah mengijinkan semua itu terjadi untuk menjaga kelangsungan hidup bangsa Israel.

Lanjut...

Pdt. Yanto Cahyadikarta, Cara Mengatasi Stress

Ibadah 3, 25 Januari 2015

   Matius 11: 28-30: Marilah kepada-Ku , semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan. " Hari-hari ini banyak orang yang stress, kalau dibiarkan menjadi depresi lalu frustasi. Kalau sudah frustasi bisa bunuh diri. Firman Tuhan katakan hari-hari terakhir akan menjadi hari-hari yang sukar. Rata-rata orang kota mengalami stress karena jalanan macet, masalah pekerjaan, dsb. Tua, muda mengalami stress, depresi dan bunuh diri. Bahkan anak berumur 6 tahun dan 7 tahun di Jepang bunuh diri, lompat dari apartemen. Bukan hanya orang-orang non Kristen, orang-orang Kristen juga mengalami stress. Mathew Warren anak Rick Warren juga mengalami depresi hingga bunuh diri.

Lanjut...

Pdp. Roganda Marbun, 3 Hal yang Harus Kita Percaya

Ibadah 1 - 2, 25 Januari 2015

 

    Roma 8. Tahun ini adalah tahun pelipatgandaan mujizat. Hal ini akan terjadi dalam kehidupan kita kalau kita percaya. Mujizat bagi tiap orang berbeda-beda, mungkin ada yang mengharapkan kesembuhan, kenaikan gaji, anak, dsb. Mujizat bukan saja terjadi kalau ada masalah tapi kalau hidup kita baik-baik saja dalam pemeliharaan Tuhan, itu juga mujizat. Apa saja yang harus kita percaya ?

Lanjut...

Ps. Daniel Ong, Jadilah Orang Baik

Ibadah 2-3, 18 Januari 2015

     Efesus 2: 10. Kita bangga karena kita ini adalah buatan Tuhan. Tuhan punya tujuan ketika menciptakan kita. Semuanya diciptakan dengan tujuannya masing-masing. Jangan sesali ciptaan Tuhan dalam dirimu, terima dirimu apa adanya.  Jangan iri kepada orang lain dan membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain. Maksimalkan potensi dalam hidup saudara. Apa pun yang saudara kerjakan, kerjakanlah dengan baik. Sehingga hasilnya lebih baik. Dalam sebuah survey membuktikan murid-murid yang dididik oleh guru yang baik memperoleh hasil yang lebih baik daripada murid-murid yang dididik oleh guru yang tidak baik dan guru yang cuek. Jadi saudara berpikir yang baik, berbuat yang baik supaya hasilnya baik. Firman Tuhan berkata kita diciptakan untuk melakukan yang baik. Saya lakukan itu kepada keluarga saya dan jemaat saya.

Lanjut...

Ps. Daniel Ong, Tuhan Akan Buka Sesuatu yang Baru

Ibadah 1, 18 Januari 2015

   Yesaya 43: 18. Pertama: Lupakan masa lalu kita. Seekor gajah ketika kecil diikat dengan rantai hanya bisa jalan sejauh 10 m sebab ketika dia mencoba lebih jauh kakinya jadi sakit. Ketika gajah itu besar dia tetap mengingat masa lalunya sehingga tetap tidak berani berjalan jauh meskipun hanya diikat dengan tali yang tipis. Kalau kita terikat dengan masa lalu, kita tidak bisa maju, hanya bisa berjalan sejauh 10 m seperti gajah itu.

Lanjut...

Pdm. Budhijanto Gunarso, Kehidupan yang Berhasil

Ibadah 1-3, 11 Januari 2015

     Kalau kita berada dalam pesawat Air Asia yang jatuh seperti apa doa kita ? Pasti tidak akan sama seperti tahun-tahun yang lalu. Sebentar lagi Tuhan Yesus datang menjemput kita atau kita lebih dulu datang kepada Tuhan. Pasti kita merindukan hidup yang berkualitas ketika memasuki tahun 2015 juga tahun-tahun berikutnya. Mazmur 1. Kita tidak dapat dipaksa untuk menyukai sesuatu tapi kita bisa belajar untuk mengambil keputusan menyukai taurat Tuhan. Merenungkan taurat Tuhan siang dan malam artinya pertama: pikiran kita dipenuhi dengan memikirkan firman Tuhan. Ke-2: kita memperkatakan firman Tuhan, ke-3: kita mendeklarasikan firman Tuhan.

Lanjut...

Pdt. Abraham Lalamentikh, Tuhan Sumber Penghiburan dan Kekuatan

Ibadah 1-3, 4 Januari 2015

 

    Tahun 2015 adalah tahun pelipatgandaan mujizat. 2 Korintus 1: 1-11. Ketika Tuhan memanggil kita, Dia memiliki rencana yang indah bagi kita. Hasilnya indah tapi harus melalui proses. Supaya pohon lebih banyak berbuah, dahan dan daunnya harus dipangkas. Bahkan batang pohon mangga harus disayat supaya buahnya manis. Rasul Paulus berkata bahwa menderita bagi Tuhan Yesus adalah kehormatan bagi dia. Bedanya ujian dan cobaan adalah ujian berasal dari Tuhan, cobaan berasal dari iblis. Tujuan pencobaan menjatuhkan saudara, tujuan ujian meninggikan saudara. Ujian awalnya saudara harus melakukan yang tidak enak bagi saudara, tapi ujungnya manis, menjadi berkat bagi saudara dan orang lain. Rencana Allah itu selalu baik bagi kita.

 

Lanjut...

Pdp. Ricky Djaja, Tips Memasuki Tahun 2015

Ibadah 1-3, 28 Desember’14

    Kita perlu mengevaluasi diri kita di akhir tahun, menghentikan dosa kita. Membuat resolusi kita di masa depan, Misalnya mulai melayani, meningkatkan saat teduh kita, menyediakan waktu lebih banyak bersama keluarga kita, dsb. Jangan menjadi orang yang sama setiap tahun. Tahun 2015 adalah tahun pelipatgandaan mujizat, berarti juga tahun pelipatgaandaan goncangan di dalam dunia ini. Matius 26: 33. Kalau kita mengalami penganiayaan dan disuruh memilih nyawa kita atau menyangkal Tuhan Yesus jangan sekali-kali kita menyangkal Tuhan Yesus karena kita akan kehilangan keselamatan kita. Wahyu 13: 10. Tidak semua orang ditentukan mati sebagai martir. Tapi satu hal yang saya percaya, detik di mana kita akan dipenggal atau disiksa dengan cara apa pun juga, detik itu juga malaikat akan menyuntikkan anastesi ke tubuh kita. Orang yang mati martir akan mendapatkan banyak mahkota dalam kerajaan 1.000 tahun.

Lanjut...

Harry Yusuf Wijaya, Penyembahan yang Berkenan kepada Tuhan

Ibadah 3, 21 Desember’14

 

     Pak Niko katakan kita harus menyiapkan umat yang layak menjadi mempelai Tuhan. Salah satu ciri umat yang layak menjadi mempelai Tuhan adalah umat yang menyembah. Yang pertama : fokus penyembahan kita adalah TUHAN. Kejadian 4: 3-5. Ada persembahan yang diindahkan Tuhan dan ada persembahan yang tidak diindahkan Tuhan. Kejadian 8: 20-21. Yang menentukan penyembahan kita layak diterima atau tidak adalah Tuhan sendiri, sesuai dengan standardNya dan bukan dengan standard kita. Jadi sebelum kita mempersembahan sesuatu kepada Tuhan, kita harus pastikan persembahan itu berkenan kepada Tuhan.

 

Lanjut...