KOTBAH


Pdt. Samuel Gunawan: Jangan Takut dan Gentar

Ibadah Pagi, 12 Juni 2011

Yosua 1:1-9 siapakah Yosua itu? Setelah Musa mati, maka Tuhan memberikan perintah kepada Yosua, hamba Musa. Jadi Yosua adalah hamba Musa (pembantu). Tapi Tuhan memilih Yosua yang notabene adalah seorang pembantu. Ketika diminta oleh Tuhan untuk memimpin bangsa Israel, maka Yosua menjadi takut, oleh sebab itu, Tuhan memerintahkan agar Yosua tidak takut dan tawar hati. 

Bilangan 13:1-16 ini adalah nama-nama yang sudah dipilih oleh Musa  untuk menjadi pemimpin. Dalam Bilangan 13:8 dikatakan bahwa salah satu pemimpin adalah Hosea bin Nun dan diberi nama lain Yosua. Yosua dalam bahasa ibrani adalah Yesuah, bahkan Tuhan memberi nama-Nya sendiri Yesus. Dalam perjanjian lama, banyak dibahas tentang perjalanan/pengalaman hidup hamba-hambaNya, baik kemenangan maupun kegagalan. Kalau kita mengaku sebagai hamba-hamba-Nya, maka percayalah segala janji yang diberikan Tuhan kepada Yosua akan kita terima juga. 

Sama seperti Musa yang sudah mati dan digantikan dengan Yosua, begitu juga dengan GBI Tanjung Duren yang sudah berhasil melewati 13 tahun kemenangan, keberhasilan maupun kegagalan  bersama Tuhan, maka harus kita tinggalkan, tapi mari kita pandang kedepan dan maju bersama Tuhan. Mari kita jangan hanya hidup dalam masa lalu kita yang mungkin penuh dengan kegagalan, tapi mari kita maju ke depan bersama Tuhan. 

Ketika Tuhan Yesus mati di kayu salib, maka Tuhan Yesus berkata “sudah selesai”. Tuhan ingin agar kita hidup terus bersama Tuhan yang sudah mencurahkan Roh Kudus. Di masa lalu kita mungkin hidup berkemenangan, tapi sekarang kita juga harus hidup berkemenangan bersama Tuhan.
 
Dalam Yosua 1:2 ketika Tuhan mengatakan kepada Yosua, bahwa Musa sudah mati, maka Tuhan berkata kepada Yosua, bahwa dia harus bersiap (bangkit). Tuhan mengerti siapa itu Yosua, yang memiliki ketidakpercayaan diri, oleh sebab itu, Tuhan berkata, bahwa “setiap tempat yang diinjak oleh telapak kaki kita, itu akan diberikan kepada Yosua.” Maksud dari firman ini adalah selain kita menerima janji Tuhan, kita juga harus bangkit berdiri dan melangkah bersama Tuhan. 

Ketika saya menerima gelar pendeta, satu hal yang Tuhan ingatkan kepada saya adalah orang tua. Saya berpikir, bahwa itu adalah kebaktian lansia dan saya pun melakukannya. Tapi ternyata, maksud dari Tuhan adalah membangun panti werda. Karena hal ini terus menerus terngiang-ngiang di kuping saya, maka saya pun melakukan survey ke panti werda. Di panti werda ini saya diajar oleh Tuhan, untuk memiliki kesabaran lebih, dimana saya adalah pribadi yang sangat tidak sabar. Di panti werda ini saya diajak bicara oleh oma dan opa di sana dalam waktu yang cukup lama. Ketika saya bicara dengan gembala sidang kita, Bpk. Niko, maka beliau sangat setuju. Dan saya bahkan di berikan tugas bukan hanya mengelola panti werda tapi juga panti asuhan. Saya punya keyakinan, ketika Tuhan yang memerintah, maka Tuhan juga yang akan mencukupi. Ketika seorang anak dibina dari masa kecil dengan takut akan Tuhan, maka sampai masa tuanya, dia tetap  akan takut Tuhan. 

Yosua 1:6-31 dalam firman ini, Tuhan bahkan mengatakan 4 kali, agar kita tidak takut tapi terus maju. Keberanian hati kita, tergantung dari kemurnian hati kita. Oleh sebab itu, Tuhan meminta agar kita terus memperkatakan firman Tuhan dalam kehidupan kita. Ketika kita membaca firman Tuhan dengan pikiran kita, maka kadang-kadang pikiran kita berimpresi. Seperti seorang penjunan yang sedang membuat sesuatu, kalau kedapatan ada sesuatu yang kurang, maka barang itu akan dihancurkan dan akan terus dibuat sesuatu yang sempurna. Begitu juga dengan diri kita, segala kebencian, kepahitan, dan lain-lain harus kita buang, kalau kita tidak buang, maka Tuhan akan terus membentuk kita sampai kita mau mengikuti semua bentukan Tuhan dalam diri kita. Rumah perbendaharaan harus diisi oleh perbendaharaan yang bagus juga. 

Ketika kita menghadapi masalah dan pergumulan, maka kita harus terus bergantung dan berpegang kepada Tuhan. Setiap firman yang sudah kita baca, maka akan keluar ketika kita mengalami masalah atau pergumulan. Jangan takut ataupun kuatir, sekalipun tidak ada harapan atau dasar untuk kita percaya, tapi percayalah terus kepada Tuhan.


Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter