KOTBAH


Pdt Samuel Gunawan: Keberanian Memberitakan Kabar Baik Mendatangkan Perkenanan Tuhan

Khotbah Natal GBI Tanjung Duren, 16 Desember 2011

Bagaimana cara mendapat perkenanan Tuhan? Naaman mendapat informasi dari budak perempuannya yang masih kecil orang Israel. Seringkali yang kita pikirkan belum tentu terjadi, tapi apa yang kita imani pasti terjadi.

Setiap anak kecil Israel sampai berumur 12 tahun masuk sekolah theologia. Mereka mempelajari Allah berdasarkan perbuatan-perbuatanNya. Bahwa bangsa Israel berbeda dengan bangsa-bangsa lain. Mereka punya Tuhan yang menyembuhkan. Tertanam di dalam diri anak itu sehingga ia berkata dengan iman kepada istri Naaman kalau Allah Israel sanggup menyembuhkan Naaman. Dari perkataan seorang
anak kecil seorang panglima dan raja dapat percaya. Demikian pula injil. Tahun perkenanan Tuhan dapat kita alami jika kita beriman. Respon Naaman ketika mendengar perintah nabi itu adalah gusar, merasa terhina. Karena ia berharap setidak-tidaknya nabi itu keluar dan berdoa baginya.


Pak Samuel dan rombongannya melakukan baptisan Naaman di Israel. Ternyata sungai Yordan hanya sedalam pinggang Pak Samuel. Maka Naaman membenamkan dirinya dalam sungai Yordan sebanyak 7 kali. Sehingga ia menjadi tahir. Naaman diajar Tuhan menjadi rendah hati. Yang menyembuhkan Naaman adalah pertobatannya dalam kerendahan hatinya. Perkenanan Tuhan kadang-kadang turun atas hidup kita pada titik paling rendah dalam hidup kita. Sesungguhnya Tuhan ingin merendahkan hati kita sehingga kita mengandalkan Tuhan dan perkenanan Tuhan turun atas kita.

 

Naaman tidak mempunyai anak. Sehingga setelah pulang, ia mengangkat anak perempuan itu menjadi anaknya. Dan keturunan anak perempuan itu adalah Ratu Esther yang menyelamatkan bangsa Israel dari pembantaian Raja Ahasyweros. Segala sesuatu yang Tuhan ijinkan bukan kebetulan, bukan demi kesembuhan Naaman tapi demi menyelamatkan bangsa Israel. Kesaksian anak kecil itu telah mengubah nasib anak perempuan itu.  Kadang-kadang kita berpikir kita tidak mempunyai harapan dan masa depan kita suram. Mari kita ceritakan kebaikan Tuhan kepada orang lain, keluarga kita, bos kita seperti anak kecil itu yang berani bersaksi kepada Naaman. Memasuki tahun perkenanan Tuhan mari kita gunakan apa yang kita yakini dalam hati kita, bukan pikiran kita.

 

Ada seorang Raja Israel yang mengoyakkan pakaiannya ketika menghadapai musuhnya dan bukan meminta pertolongan Tuhan. Ini adalah lambang orang yang kecewa kepada Tuhan, tidak ingin lagi melayani Tuhan oleh karena penderitaan. Jangan seperti Raja Israel itu. Contohlah anak kecil itu yang imannya tidak ditentukan karena Tuhan menjawab doanya atau tidak melainkan beriman bahwa Tuhan itu baik.


Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter