KOTBAH

Pdt Timotius Adi Tan: Fathering Generation
Ibadah 1, 29 Januari 2012
Bicara tentang pemulihan pemBapaan adalah langkah awal. Hari ini kita akan belajar tentang Fathering Generation. Di dalam kitab Perjanjian Lama ditutup dengan ayat ini. Ayat yang akan kita baca ini sangat penting karena dikatakan Tuhan setelah 400 tahun tidak berfirman. Maleakhi 4:5 -6 : Sesungguhnya aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari yang besar dan dahsyat itu. Elia adalah singkatan Eli Jahweh. Eli bapaku. Pada zaman akhir akan terjadi pemulihan Hati Bapa- Bapa. Maka Ia akan membuat hati bapa-bapa kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya.
Inilah zaman akhir di mana banyak bapa-bapa yang menyakiti hati anak-anaknya, yang serong. Dan anak-anaknya yang tidak baik akan menjadi baik kepadakeluarganya, akan terjadi pemulihan.
Selama melayani belum pernah saya menemukan kegerakan seperti ini. Saya banyak sekali menemukan orang yang jahat, maniak seks, bahkan melakukan seks dengan binatang, dengan guguk dan sapi. Tapi setelah mereka mengalami pemulihan, mereka dijamah Tuhan dan berbalik kepada istrinya dan anak-anaknya. Alkitab mengatakan bapa bukan bicara tentang gender. Seorang wanita pun dapat memiliki hati bapa. Ketika sumbernya air yang bening dari hulu ke hilir juga bening. Tetapi jika keruh hilirnya juga keruh. Untuk menghancurkan sebuah keluarga, setan hanya perlu menghancurkan seorang ayah. Ayah adalah sumber. Jadi betapa pentingnya arti seorang bapa.
Ketika seorang bapa hancur, keluarganya akan kena. Istri yang ditingglkan akan mengalami luka batin. Anak-anak akan hancur. Mereka menjadi putus sekolah, menjadi bencong, homo seksual, amsuk penjara, menjadi mucikari. Pada zaman akhir ayah-ayah yang seperti demikian dan anak-anaknya akan dipulihkan Tuhan baik secara jasmani maupun rohani. Kalau seorang anak tidak mendapatkan figur ayah yang baik ada 3 hal yang terjadi :
1. Kehilangan identitas diri.
Suatu saat saya mau pergi ke kantor ketika anak-anak masih kecil. Istri saya sudah menyiapkan semua baju dan perlengkapan saya. Tetapi ketika saya keluar kamar mandi perlengkapan saya tidak ada. Ternyata sedang dipakai anak saya Henry yang berumur 4 tahun. Ia ingin seganteng ayahnya. Bagi seorang anak ayah adalah segala-galanya, seperti tanda kutip Tuhan yang dapat melakukan segala-galanya. Kalau seorang anak tidak punya figur ayah yang baik, ia akan kehilangan jati dirinya. Saya pastikan ia lari ke jalanan, dugem, obat-obatan. Karena seorang ayah yang dapat memberikan jati diri/ identitas diri kepada seorang anak.
2. Kehilangan rasa aman dan kasih sayang.
Kalau seorang anak tidak mendapat terminal cinta dalam keluarga, dekapan, sentuhan kasih sayang dari orang tua ia akan mencarinya dari orang lain. Dekapan seorang ibu yang membuat seorang anak secara emosional dekat dengan ibunya. Banyak anak muda yang heran sekali selalu gampang jatuh cinta. Tetapi setelah 3 bulan bosan dan berganti-ganti pasangan. Ternyata ia kurang kasih sayang sejak kecil. Ketika dia besar dan menikah tapi rasa haus kasih sayangnya selalu kosong sehingga sangat mudah cemburu. Ini karena masa kecilnya kurang kasih sayang berakibat demikian sampai dewasa.
3. Kehilangan tujuan hidup.
Ayah yang memberikan visi/ tujuan hidup. Banyak orang-orang sekarang tidak punya tujuan hidup. Ada seorang anak yang menangis ketika diwisuda karena salah jurusan. Setelah kuliah 9 tahun ia baru lulus Accounting, dan ayahnya sudah meninggal. Padahal yang ia suka adalah fotografi. Bahkan ada orang menikah tidak tahu tujuannya. Bahkan tidak punya tujuan hidup dalam pekerjaan dan pelayanannya.
Sayalah orang yang mengalami ketiga hal ini. Tapi dapat dipulihkan. Dari buku Goerge Mc Nowel di Amerika di sensus ketidakhadiran figur ayah lebih dari kemiskinan yang menyebabkan kejahatan dilakukan oleh anak-anak di bawah umur. Peneleitian lain menyebutkan di 48 negara dengan budaya berbeda banyak kejahatan dilkukan oleh orang-orang dewasa yang hanya dibesarkan oleh seorang ibu. Karena ibu itu juga harus bekerja untuk menghidupi keluarga. Penelitian lain menyebutkan percakapan keluarga di malam hari ketika makan malam mendorong anak lebih berprestasi. Karena ketika perutnya penuh, hatinya terbuka sehingga semua percakapan dapat ditangkap. Suatu study yang dilakukan oleh 1337 dokter selama 16 tahun menemukan bahwa ketidakdekatan dengan keluarga secara khusus dengan ayah menyebabkan penyakit darah tinggi, jantung koroner, sakit mental, tumor, serta bunuh diri. Ini sangat alkitabiah. Peneliti dari Universitas Goerge Hofkin menemukan bahwa gadis-gadis yang hidup tanpa ayah akan melakukan seks sebelum menikah dibanding yang memilki keluarga lengkap. Karakter kita juga ditentukan oleh keluarga kita. Banyak anak yang sulit diatur karena cacad hubungannya dengan keluarganya. Tetapi ada jalan keluarnya. Kata Filipus kepadaNya Tuhan tunjukkan Bapa itu kepada kami. Itu sudah cukup bagi kami. Untuk mengatasi semua kenakalan anak remaja, pecandu narkoba bukan dimasukkan ke pesantren-pesantren, seminari-seminari, dipenjara. Jawabannya adalah hadirkan seorang ayah yang punya hati bapa maka pemulhan akan terjadi. Di Tasikmalaya ada seorang anak yang kena narkoba, hampir mati. Teman-temannya sudah mati. Ayahnya adalah seorang pemimpin Khong Hu Cu. Anaknya berkata kepada papanya akan putus hubungan dengan papa, sekarang tolong bawa aku ke gereja. Ayahnya tidak mau tetapi demi anaknya ia mau. Lalu ia dijamah Tuhan di gereja.
Ayah ini mendampingi anaknya berbulan-bulan dalam perawatan. Ia memeluk anaknya. Setahun kemudian anak itu sembuh, Dan sekarang pulih, menjadi wakil gembala di Lampung. Sedangkan papanya menjadi wakil David Tjakra. Usahanya sangat diberkati Tuhan. Banyak saya temukan orang-orang yang hidupnya hancur dipulihkan Tuhan karena memiliki bapa yang baik. Jadilah bapa yang baik dalam keluarga kita. Tetapi bagaimana kalau anda tetap memiliki bapa yang tidak baik ? Anda harus mengalami perjumpaan dengan Bapa Surgawi. Ketika berumur 9 tahun bapa saya meninggal. Saya menjadi aneh, minder, kehilangan tujuan hidup. Umur 11 tahun saya terima rapor semuanya merah, cuma 1 nilai yang biru. Saya lari. Saya kehilangan kasih sayang, saya tidak tahu untuk apa saya hidup. Suatu malam saya ambil tambang, saya mau bunuh diri. Seminggu ketika saya mau bunuh diri, saya lihat mama saya menangis. Kemudian aku membaca buku berdamai dengan Allah. Di situlah 33 tahun yang lalu akau mengalami perjumpaan dengan Tuhan.
Sampai hari ini Tuhan mengatakan Timotius kamu tidak punya bapa, akulah yang akan menjadi bapamu. Aku akan menjadi suami bagi para janda. Filipus 4:8 tadi berkata tunjukkan bapa kepada kami, itu sudah cukup. Mengalami perjumapaan dengan bapa sudah cukup. Bagi gereja ini munculkan pemimpin-pemimpin yang punya hati bapa. Bagi bangsa ini juga butuh figur bapa. Hadirkan bapa yang baik, penuh otoritas Tuhan dalam keluaga anda. Bahkan dalam perusahaan yang hampir hancur, tampilkan figur bapa yang baik terjadi pemulihan yang luar biasa. Begitu pula dalam tim musik. Jika memiliki pemimpin yang memiliki hati bapa yang baik akan bangkit anak-nak muda, generasi penerus yang lebih baik. Lepaskan pengampunan pada bapa anda, suami anda. Tidak ada bapa yang sempurna. Ampunilah mereka karena Tuhan Yesus sudah mengampuni kita.
Orang tua yang sinting akan menghasilkan anak yang melenting, sinting, bunting. Jadilah papa dan mama yang baik. Jadilah bapa buat anak-anak yang tidak punya ayah. Di kantor, di gereja. Spirit seorang bapa sangat dibutuhkan oleh dunia ini untuk menghasilkan generasi penerus.
Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter