KOTBAH


Pdt Timotius Adi Tan: Prepare The Way for Next Generation

Ibadah 3, 29 Januari 2012.

Ini adalah sesi yang terakhir. Saya harus langsung pulang karena besok ada perusahaan yang minta konsultasi. Tadi ibadah 1 dan 2 bicara tentang Fathering Generation. Sekarang aku terbeban untuk bicara tentang Prepare The Way for Next Generation. ayatnya di dalam Maleakhi 4:5-6. Ayat yang kita baca ini adalah kitab yang terakhir dalam Perjanjian Lama. Sesudah itu menuju Perjanjian Baru. Sesudah ayat yang kita baca ini Allah tidak berfirman selama 400 tahun. Kalau seorang mau meninggal pasti kata-kata wasiatnya sangat penting. Inilah firman Allah : Sesungguhnya aku akan mengutus nabi Elia keapadamu. Dulu orang menafsirkan Elia akan bangkit dari antara orang mati. Elia adalah kiasan Eli Jahweh , Tuhan adalah Bapaku. Sebelum datangnya hari besar itu, Tuhan akan membuat hati bapa kembali kepada anak-anaknya dan hati anak kembali kepada bapa-bapanya. Hati bapak-bapak yang jahat akan dipulihkan Tuhan. Hati anak-anak yang jahat akan kembali kepada keluarganya. Pelayanan pembapaan sangat luar biasa, sedang terjadi akhir-akhir ini.

Yunani saja sebuah negara bisa bangkrut. Banyak orang stress. Semua orang mencari Tuhan. Semua lidah akan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan. Lukas 4:17 Dan Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa kembali kepada anaknya dan anak-anak kembali kepada bapanya. Pewahyuan di dalam Maleakhi dan Lukas berbicara tentang pembapaan. Contohlah pelayanan Yohanes Pembaptis. Kalau kau ingin menjadi seorang bapak atau ibu yang dahsyat belajarlah dari pelayanan Yohanes Pembaptis.


Ada 3 ciri pelayanan Yohanes Pembaptis:

1. Mengkhotbahkan pertobatan dengan kehidupan yang nyata.

Khotbah Yohanes Pembaptis hanya satu : bertobat. Ada banyak orang yang sudah menjadi pelayan Tuhan ternyata khotbah hanya di mimbar saja, tidak dijadikan kehidupan sehari-hari. Bukankah susah seorang suami ataupun istri meminta maaf kepada pasangannya. Bukankah susah untuk orang tua minta maaf kepada anak-anaknya. Ada seorang istri gembala yang konsultasi kepada saya. Ternyata suaminya pergi ke rumah adiknya lalu mencari celana dalam adiknya. Ketika adiknya melihat kakak iparnya sedang onani dengan celana dalamnya. Suaminya tetap tidak bisa lepas dengan kebiasaan buruknya, sudah 12 tahun ia melakukan hal itu. Tidak bisa sembuh. Saya membacakan Yakobus 5:16. Setiap ia berbuat salah ia lapor pada saya. Juga pada istrinya. Sekarang setelah 2 tahun ia sembuh. Jika engkau marah akuilah dosamu. Jangan terlalu kagum dengan orang yang naik mimbar. Ketika turun mimbar itulah hidup yang sebenarnya. Beberapa waktu yang lalu saya ikut training sekuler di Pucak. Ada 150 negara yang ikut. Aku tertarik karena orang narkoba bisa sembuh, orang cerai bisa pulih. Training dari Value Life. hari terakhir semua dikumpulkan, 400 orang. Dikatakan semuanya harus jualan. Kalau tidak, tidak dapat 500 ribu dan tidak dapat makanan. Semua harus jual diri. Boleh ngamen, bersihkan WC atau apa pun. Saya masuk ke sebuah restoran. Saya mau pinjem uang. Tapi diusir. Ada pemilik tehel di antara kami, diusir juga. Akhirnya berhasil jual tehel kepada seorang ibu, padahal tehelnya belum dikirim. Ketika jalan-jalan saya lihat yang lain ada yang bersihin toko, bersihkan lantai, bersihkan angkot. Ketika masuk angkot semua bilang betul dapat 500 ribu? Saya bilang iya. Tapi ternyata uang saya hilang seratus ribu. Karena saya meledek teman-teman saya yang belum berhasil. Tuhan menegur saya kalau saya terlalu santai, terlalu senang-senang, menganggap semua masalah sepele.

Ada banyak hal yang bisa saya kerjakan tapi tidak maksimal karena saya terlalu santai. Umur 50 tahun baru sadar untuk fight. Harus ada perubahan yang nyata dalam hidup. Apakah kita sudah maksimal dalam pernikahan kita, dalam pelayanan kita ? Sebagai ayah, ibu, pegawai lakukan yang terbaik dalam hidup kita. Kita harus bertobat dari kemalasan kita. Ada harga yang harus kita bayar.

2. Pelayanan Yohanes Pembaptis tidak meninggikan dirinya sendiri.

Tapi Yesus Tuhan yang ditinggikan dan dipermuliakan. Apakah pusat pelayanan kita? Hanya Tuhan Yesus. Terkutuklah orang yang meninggikan dirinya sendiri.


3. Prepare The Way.

Yohanes Pembaptis menyiapkan jalan untuk Kristus. Memiliki hati bapa. Senang melihat orang lain lebih sukses dari dirinya. Seorang bapak akan senang melihat orang lain lebih berhasil dari dirinya. Saya bersukacita melihat orang-orang dipakai Tuhan. Seorang berhati bapak akan melihat potensi dalam diri orang lain dan mendorong orang lain untuk lebih sukses. Apa yang kita tabur akan kita tuai. Jika kita tabur yang baik, kita akan tuai yang baik. Kita akan mengalami kemaksimalan bersama Tuhan.


Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter