KOTBAH


Pdt Trivena: Manfaat Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga

Ibadah 1, 20 Mei 2012

Shalom, selamat pagi, selamat berbakti di dalam Tuhan Yesus Kristus. Pagi ini kita mau belajar satu kebenaran firman Tuhan. Kemarin tanggal 17 Mei di seluruh dunia kita merayakan hari kenaikan Tuhan Yesus ke surga. Apa maknanya bagi kita ? kita baca Kisah Para Rasul 1 : 6 – 9. Demikianlah Firman Tuhan : Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ : “ Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel ?” JawabNya : “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutupNya dari pandangan mereka.

Bapa Ibu, saudara yang dikasihi Tuhan biasanya orang mengerti mengapa merayakan Natal dan Paskah, tetapi tidak mengerti mengapa harus merayakan kenaikan Tuhan Yesus ke surga. Saudara sebetulnya Tuhan Yesus naik ke surga itu memberi manfaat, berkat buat kita. Orang biasanya tidak menginginkan perpisahan. Waktu itu murid-murid bersama Tuhan Yesus hanya 3½ tahun. Rasanya begitu singkat. Seperti teman saya yang menyuruh anaknya tinggal dengan dia setelah menikah karena tidak siap ditinggalkan anaknya. Karena 27 tahun masih dirasa kurang bersama anaknya. Kemudian anak perempuannya ingin menikah tetapi tidak mau lagi tinggal bersama mamanya. Ia punya 10 kamar di rumahnya dan berharap ke-3 anaknya tinggal dengan dia setelah menikah. Anaknya kan mau merasakan mengurus rumah tangganya sendiri. Persoalannya kalau tinggal di rumah maminya semua yang urus maminya. Ini ada tidak baiknya. Memang ada masa di mana orang tua merasa ditingglkan anaknya, seperti ketika anaknya mau kuliah, dsb.

Tetapi sebetulnya ada masa perpisahan yang diijinkan Tuhan untuk kebaikan kita, seperti ketika Tuhan Yesus naik ke surga. Apa berkatnya karena Tuhan Yesus naik ke surga ? Yang pertama Ia memberi kita kuasa yang tidak terbatas. Pada masa nabi-nabi hanya segelintir orang saja yang dipenuhi Roh Kudus. Tetapi di masa gereja Perjanjian Baru setelah kenaikan Tuhan Yesus semua murid-muridNya dipenuhi oleh Roh Kudus. Gereja menerima kuasa yang luar biasa. Artinya supaya gereja dapat menjadi saksi bukan hanya di Yerusalem ( keluarga inti ) tapi sampai Yudea, Samaria dan ujung bumi. Artinya kuasa diberikan bagi gereja dan orang percaya bukan hanya di dalam keluarga, tapi sampai ke bangsa-bangsa.

Saya ikut WPA yang dihadiri 10.000 orang. 2.000 orang waiting list. Ada pendeta dari Poso yang numpang di rumah saya. Ia ingin ikut WPA. Tapi belum mendaftar. Ia cuma ingin lihat situasi di Sentul. Suami saya kira ada layar LCD. Seingat saya tidak ada karena harus bayar mahal 450.000. Ternyata benar tidak ada. Pada hari pembukaan sekaligus registrasi, ramai sekali. Tidak kurang utusan dari 80 negara hadir di sana. Dari 10.000 orang peserta, 2.500 orang dari bangsa-bangsa. Saudara lihat apa yang mereka rasakan dan alami karena pekerjaan Roh Kudus.

Kalau kita baca Yohanes 3:34 dikatakan Allah memberikan RohNya , kuasaNya dengan tidak terbatas. Ada 120 orang yang menanti Tuhan dengan setia di loteng dipenuhi oleh Roh Kudus. Jangan berhenti, hari-hari ini Tuhan sedang melawat umat dan gerejaNya. Bahkan di kisah para rasul dikatakan Tuhan akan mencurahkan RohNya atas semua manusia, baik tua maupun muda. Termasuk saudara dan saya, menerima pengurapan Roh Kudus yang tidak terbatas.

Hari-hari ini banyak gereja yang salah bersaksi dengan membagi sembako. Memang itu tugas gereja, tapi bukan demikian cara penginjilan. Penginjilan tidak dapat dilakukan dengan donor darah dan bazaar murah. Tapi bukan itu tujuan penginjilan. Penginjilan harus dilakukan dengan kuasa Tuhan, bukan manusia. Seperti Pontius Pilatus hampir saja percaya kepada pemberitaan Rasul Paulus. Banyak orang yang begitu pintar, begitu keras mempertahankan kebenarannya sendiri. Karena itu kita perlua kuasa Roh Kudus untuk menjamah hati mereka. Kita harus minta Roh Kudus keberanian untuk memberitakan injil. Seperti murid-murid pada masa kisah para rasul minta keberanian pada Tuhan untuk memberitakan injil. Mungkin saudara pikir itu tugas pendeta saja.

Ada satu data di WPA yang memberitahukan betapa cepatnya Tuhan menyelamatkan jiwa-jiwa di masa-masa ini lewat kecanggihan teknologi. Jangan takut bersaksi. Jangan mengandalkan kekuatan sendiri. Ketika saudara memiliki roh yang menyala-nyala untuk menginjil, minta kesempatan-kesempatan kepada Tuhan untuk menginjil. Bisa di sekolah, di pasar, di toko, tetangga, dsb. Kita harus bersaksi bagi nama Tuhan.

Berkat Tuhan ke-2 bagi Gereja setelah kenaikan Tuhan Yesus adalah gereja disertai oleh Roh penghibur dengan tidak terbatas. Kita baca Injil Yohanes 16:7 : Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu :Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Amin saudara ? Jadi kalau Tuhan Yesus pergi ke Surga, ke rumah Bapa, Ia dapat mengutus Roh Kudus ke dunia. Sejak kenaikan Tuhan Yesus, gereja mulai mengalami aniaya sehingga pengikutnya tersebar ke mana-mana. Saat itulah mereka mendapat kesempatan memberitakan injil. Tapi waktu itu tidak mudah, mereka mengalami aniaya. Saat ini juga seperti yang dialami Gereja Filadelfia, GKI Yasmin. Bayangkan kalau ini terjadi pada gereja saudara, diperlakukan tidak adil, bisakah saudara terima ? Pasti Roh Penghibur yang memberi kekuatan bagi jemaat GKI Yasmin sampai mereka mau ibadah di trotoar, tidak pindah ke gereja lain. Hanya Tuhan yang bisa memberi kita kekuatan hari-hari ini. Jangan dikit-dikit pindah, tersinggung. Pasti Tuhan yang mengijinkan jemaat GKI Yasmin mengalami penderitaan untuk Tuhan.

Saudara jangan keenakan karena gereja saudara tidak mengalami aniaya. Jangan malas, suatu saat pasti gereja kita akan digoncang juga. Saudara bayangkan orang dari bangsa-bangsa, termasuk anak-anak dibawa ke Indonesia mengikuti WPA. Mereka harus mengorbankan uang dan pekerjaan mereka. Saya percaya Roh Kudus yang membuat mereka berkorban ikut WPA. Sejujurnya memang lelah saudara. Ada juga orang yang tidur kelelahan. Tapi Tuhan kasih kekuatan mengikuti dari sessi pertama sampai malam. Hanya Roh Kudus yang memberi kekuatan bagi kita.

Kalau saudara membaca Ibrani 11 : 36 – 37 : Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan. Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan. Saudara lihat apa yang dilakukan tokoh-tokoh Alkitab pada masa itu mereka rela disiksa, digergaji demi injil Tuhan. Dan ayat 39 berkata : Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Seringkali kalau kita melayani kita berharap dapat berkat. Tapi berkat tidak selalu materi, mereka dapat berkat berupa aniaya. Pada masa Kaisar Nero yang gila, ia sangat suka membunuh murid-murid Tuhan Yesus dengan cara aneh dan sadis, seperti dimakan binatang buas, dibakar hidup-hidup, dsb. Ia sangat senang melihatnya. Saya saja tidak tega melihat film korban Sukhoi. Ngeri. Dulu mereka disalib dan dibakar hidup-hidup.

Ketika ikut Tuhan banyak orang hanya berharap menerima berkat tapi tidak siap mengalami aniaya bagi Tuhan. Karena itu mereka mundur. Saya percaya walaupun jemaat Tuhan di masa Kisah Para Rasul tidak menikmati berkat Tuhan di dunia, pasti mereka mendapat tempat yang indah di surga. Roh Kudus diberikan untuk menolong gerejaNya. Dulu Tuhan Yesus tidak bisa segera pergi ke Baitani untuk menolong Lazarus sehingga ketika Tuhan Yesus sampai di sana, Lasarus sudah mati. Ketika Tuhan Yesus dalam bentuk fisik, Ia terbatas.

Saya percaya Tuhan Yesus hadir di banyak tempat di daerah –daerah yang menyelenggarakan WPA. Roh Kudus hadir di 237 kota yang menyelenggarakan WPA. Kalau Tuhan Yesus secara fisik terbatas. Tapi Roh Kudus tidak terbatas oleh tempat dan waktu. Dan dalam waktu yang bersamaan Ia hadir juga di gereja pagi hari ini.

Gereja yang dirintis oleh hamba Tuhan yang menumpang di gereja saya dihancurkan masyarakat di Poso 2 kali. Dari tahun 1998 sampai sekarang banyak hamba Tuhan dan keluarganya yang dianiaya. Untuk ke-3 kalinya hamba Tuhan ini ingin mencari dukungan dana, karena 2 kali gereja sebelumnya dihancurkan, dibakar. Saya percaya walaupun gereja dihancurkan, bisa dibangun lagi, karena Tuhan yang memberi kekuatan pada mereka. Yang membuat mereka bertahan hanya pekerjaan Roh Kudus. Sekalipun aniaya terjadi, pekerjaan Tuhan harus jalan terus.

Karena itu gereja harus punya komsel, cool. Banyak jemaat yang tidak mau ikut COOL karena merasa lelah. Saudara belum tahu manfaatnya sekarang. COOL sudah ada sejak zaman Perjanjian Baru. Itu konsep Alkitab. Karena gereja dipersiapkan bukan hanya untuk masa yang baik, tapi juga untuk masa-masa yang sukar. Saudara tahu banyak pendeta yang meninggalkan gerejanya pada tahun 1998. Mereka menjual barangnya di sekitar bandara. Mobilnya ditinggal, jemaatnya ditinggal. Saya yakin mereka adalah gembala upahan. Mereka tidak peduli pada jemaatnya.

Gereja akan mengalami aniaya besar. Karena itu kita harus terhisap dalam COOL. Kalau di tempat saya namanya Komsel. Kita bisa saling menguatkan. Kalau hanya di gereja, kita tidak saling mengenal. Jemaat saya ada ratusan. Saya belajar mengenal mereka. Belajar tahu fam mereka, rumah mereka, mengunjungi mereka. Di gereja saya kami ingin menggunakan finger absent untuk mengetahui jemaat-jemaat mana yang tidak hadir. Karena banyak orang yang tidak diperhatikan. Ada jemaat saya yang sekeluarga terdiri dari 11 orang, duduknya tidak pernah mencar-mencar. Mereka pernah berjemaat di satu tempat selama 1 tahun, lalu permisi sebelum pindah. Ternyata pendetanya tidak paham kalau mereka sekeluarga. Karena itu kita perlu komsel.

Adik saya berjemaat di GBI Mawar Sharon , Surabaya. Ia tidak terdaftar, tidak ikut Komsel karena lelah. Saya suruh ia ikut Sel Group. Ia akhirnya ikut Sel Group karena saya omelin dia. Saya bilang dia siapa yang urus kalau ia meninggal. Sekarang ia sudah tertanam selama 2 tahun di gereja itu. Jangan hanya berjemaat, anda tidak dikenal. Setelah ia ikut sel Group, ia merasakan banyak manfaat. Saudara akan lebih kuat kalau saudara ikut sel Group. Saudara bertumbuh, ijinkan Roh Kudus bekerja di dalam kita lewat Sel Group. Kita juga butuh kekuatan dari orang lain.

Yang ke-3 setelah kenaikan Tuhan Yesus, gereja mengalami penuaian jiwa yang tidak terbatas. Pak Niko juga mengatakanakan terjadi penuaian jiwa besar-besaran. Imani itu. Sekarang banyak jemaat Ahmadiyah, lebih dari 25.000 orang yang siap dibaptis. Karena mereka dianiaya, mereka berbalik kepada Tuhan Yesus. Ini bukan kebetulan. Ini waktunya Tuhan bekerja bagi Indonesia.

Di Kis 2 : 41 tiap hari Tuhan menambahkan jemaat baru. Ketika Rasul Petrus berkhotbah ada 5.000 orang percaya pada Tuhan Yesus, laki-laki saja. Belum terhitung keluarganya. Yang lebih banyak di gereja biasanya perempuan karena mereka sering merasakan beban hidup yang berat. Menurut beberapa ahli dari 7 orang jemaat, ada 1 orang yang stress. Contohnya waktu saya tidur dengan teman saya di Malang. Ia katakan ia tidurnya ngorok. Saya kaget dengan kebiasaannya. Ia buka bad covernya karena takut ada laba-laba kecil. Roh Kudus bilang saya ia pasti takut laba-laba. Waktu saya tanya benar. Lalu ia taruh kain ia sendiri di atas ranjang itu. Kalau orang punya kebiasaan aneh, berarti termasuk stress. Ia pakai baju berlapis-lapis padahal di Bantul itu tanpa AC karena takut masuk angin. Sebelum ia tidur dia pakai bad covernya, pakai kain lagi di atasnya, pakai syal, taruh jaket di atas perutnya. Saya melihatnya sampai engap. Dia stress, salah mindsetnya.

Saya pernah dengar ada professor yang bilang perempuan banyak yang pakai pasmina, gampang stress. Kalau laki-laki, tidak stress, tapi langsung stroke. Perempuan lebih merasakan beban yang berat. Waktu itu di dalam pasal 4:32 ada kumpulan orang percaya yang tidak terbatas jumlahnya. Saya percaya hari-hari ini gereja mendapat mandat dari Tuhan. Tuhan mempercayakan tanggung jawab atas bangsa ini bagi setiap orang percaya, termasuk saudara dan saya. Jangan sampai visi Tuhan ini gagal hanya karena ambisi pribadi. Seperti di negara-negara Eropa gereja dijual,jadi tempat hiburan. Orang tidak punya visi menginjil.

Saya dengar gereja saudara mengadopsi gereja di Cilacap, beritakan injil di sana. Kami melihat di WPA kalau berwarna kuning, dideteksi lewat komputer, berarti mau menerima Tuhan Yesus. Dalam hitungan detik-detik, banyak jiwa bertambah. Jangan sibuk dengan pekerjaan, pelayanan dan diri anda sendiri. Ayo kita sibuk dengan jiwa-jiwa yang belum diselamatkan, yang belum mendengar berita injil. Ini adalah tugas gereja, tugas setiap orang percaya. Kalau kita mengerti manfaat ini, gereja ini akan dipakai Tuhan dengan luar biasa.


Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter