KOTBAH


Pdt Andi Imam: Fokus Pada Tujuan

Ibadah 2, 29 Juli 2012

Shalom saudara-saudara yang dikasihi Tuhan. Silahkan duduk. Hari ini saya akan sharing sesuatu yaitu bicara mengenai fokus pada tujuan. Kita seing kali punya tujuan, tapi tidak punya fokus. Waktu itu saya dan keluarga jalan-jalan ke Bandung dan mampir di beberapa tempat untuk bertemu teman. Akhirnya saya sampai di Bandung , tapi sudahmalam. Lain kalai saya ke Bandung lagi untuk urusan pekerjaan, tapi saya tidak mau mampir supaya bisa sampai tepat waktu. Tempatnya sama, tapi fokusnya berbeda.

Demikian pula dalam kehidupan Kekristenan kita. Dulu sebelum saya sungguh-sungguh bertobat, hidup saya berantakan karena tidak fokus. Saya jadi Kristen karena orangtua saya adalah orang Kristen dan saya bersekolah di sekolah Kristen. Sebetulnya kita jadi orang percaya bukan karena kebetulan, tapi karena pilihan Tuhan. Saya merenungkan mengapa hidup saya dulu berantakan ketika belum menikah. Padahal sudah jadi orang Kristen. Saya merasa bahwa karena agama saya Kristen, maka saya ke gereja, sama seperti pemeluk agama lain pergi ke tempat ibadahnya. Saya tidak mengerti jadi orang Kristen seharusnya membawa dampak. Kita jadi orang Kristen, tidak peduli caranya apa, ada tuntutan bagi kita untuk menjadi berkat bagi kemuliaan Tuhan.

Mungkin kita jagi orang Kristen bertahun-tahun. Tapi begitu ada pergumulan/ masalah, tidak ada gereja-gerejaan. Seharusnya kita menjadi alat untuk kemuliaan Tuhan. Kita hidup harus mempunyai tujuan. Terlepas cara seperti apa kita menjadi anak Tuhan/ Kristen, kita harus menjadi berkat, menjadi contoh bagi banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kristus.

Matius 28: 18-20 : Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. "Kisah Para Rasul 1 : 8-9 : Tetapi kamu akan menerima kuasa , kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. " Jadi 2 hal tersebut adalah pesan Tuhan yang khusus sebelum Ia naik ke Surga. Itulah adalah amanat agung Tuhan Yesus.

Sebelum meninggal, kata-kata terakhir seseorang/ pesan wasiat sangat penting. Demikian pula amanat agung Tuhan Yesus harus kita perhatikan. Kita sebagai orang Kristen memiliki tugas/ tujuan yaitu memberitakan Injil sesuai amanat agung Tuhan Yesus. Dulu saya tidak tahu tujuan itu sehingga hidup saya berantakan. Segala pelayanan kita, hidup kita memiliki satu tujuan yaitu amanat agung Tuhan Yesus tadi. Saudara hari-hari ke depan tidak semakin baik. Saya tidak sedang menakut-nakuti saudara. Kita berada dalam satu dunia yang sedang menuju kerusakan dan kebinasaannya. Kalau kita tidak berpegang pada tujuan ini kita akan bilang cape melayani Tuhan, cape mengikut Tuhan. Salah besar kalau kita bilang itu cuma bagian hamba-hamba Tuhan, bagian Pak Agus dan staffnya. Saya sebagai jemaat yang penting beribadah dan memberikan kolekteh. No. Dulu hidup saya berantakan karena ini. Hanya sebatas itu. Sekarang saya sadari kesalahan saya itu.

Ke depan marilah kita menyadari tujuan hidup kita yang sangat penting yaitu menjadi berkat bagi orang lain. Berapa lama kita beribadah di gereja ini ? Kita akan mengalami kejemuan, rutinitas, hanya sekedar melayana. Kita lupa tujuan akhir, sesuatu yang mengandung konsekuensi. Waktu kita tidak melakukan perintah ini ada akibatnya. Di tahun 1989 saya putuskan untuk pergi bekerja di Australia karena usaha orang tua saya sudah habis, hancur. Tahun 1992 saya pulang ke Indonesia, rumah saya di Jelambar sudah tidak ada. Mereka kontrak di Kedoya. Ada surat pengadilan untuk mengosongkan rumah. Kalau tidak mau keluar hanya bisa bawa baju di badan. Kalau kita melanggar ada konsekuensinya.

Demikian pula dalam hidup kekristenan kita. Kita bertanggung jawab untuk membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan, bukan dengan perkataan kita, melainkan dengan perbuatan kita. Tuhan memberikan tanggung jawab kepada saudara dan saya untuk berbuah. Kalau kita tidak mengerti tujuan ini, pelayanan kita hanya akan menjadi rutinitas. Ketika mengalami masalah, kita bisa melenceng. Mengapa orang Kristen bisa kalah terhadap masalah ? Karena tidak mengerti tujuan ini. Banyak orang-orang di luar sana yang butuh Tuhan. Saya menyadari ini tugas saya untuk membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan. Saya setuju dengan pernyataan hamba Tuhan yang berkata Kekristenan bukan sekedar agama. Sekarang ini ada banyak orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, tapi cara ibadah mereka tetap cara yang lama. Tapi waktu mereka beribadah nama Tuhan Yesus yang dipanggil dan disembah.

Waktu kita mengerti tujuan ini untuk menjangkau jiwa-jiwa, ada sesuatu yang luar biasa. Pertanyaannya mengapa sering kali kita mulai tidak fokus ? Mengapa ada orang-orang percaya, hamba Tuhan yang belasan tahun menjadi Kristen, tapi hidupnya jatuh bangun ? Karena fokusnya mulai dibelokkin. Ada satu contoh : Matius 14: 28-31 : Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

Petrus ingin memastikan bahwa itu Tuhan, ia melangkah di atas air. Matanya terarah kepada Tuhan. Ia mulai melangkah. Saya percaya itu bukan jarak yang pendek. Tapi waktu ia merasakan tiupan angin, takutlah ia danmulai temnggelam lalu berteriah : Tuhan tolonglah aku. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" Waktu ia tidak fokus pada Tuhan, melainkan pada keadaan yang dihadapi, saat itulah ia merasakan ketakutan. Demikian pula saat kita fokus pada masalah kita, saat itulah kita menjadi ketakutan.

Waktu saya fokus pada pekerjaan saya, saat itulah kerohanian saya turun. Waktu kerohanian kita datar, turun, kita harus bangkit lagi. Waktu kita mulai tidak fokus pada Tuhan, kita merasa Tuhan tidak menolong kita. Apa pun yang terjadi arahkan fokus kita kepada Tuhan. Iblis menuduh kita tidak mengalami kemajuan walaupun kita sudah jadi Kristen dan melayani Tuhan. Dan ia membanding-bandingkan kita dengan orang lain. Masalah boleh datang. Tapi waktu kita fokus pada Tuhan, satu per satu masalah kita akan selesai. Ada jalan keluar. Waktu saya tidak fokus pada Tuhan, saya complain pada Tuhan. Kok Tuhan tidak menolong saya. Tuhan tidak pernah memberi sesuatu yang tidak baik bagi kita. Kalau terjadi sesuatu yang tidak baik dalam hidup kita, jangan buru-buru menyalahkan orang lain, apalagi Tuhan. Kita periksa hidup kita. Apakah kita fokus kepada Tuhan ? Kalau kita menunjuk orang lain, satu jari menunjuk orang lain, tapi 3 jari mengarah kepada kita.

Sesuatu yang baik tidak pernah tertahan. Alkitab berkata sesuatu yang tidak baik terjadi karena dosa. Tuhan tidak pernah salah. Fokus kepada Tuhan. Supaya kita bisa tetap fokus pada Tuhan, diperlukan daya tahan/ stamina yang kuat. Kata Pak Niko hari-hari ini iblis turun bukan yang biasa-biasa tapi pemimpinnya. Jendral-jendralnya turun. Artinya iblis dengan sekuat tenaga berusaha membuat iman anak-anak Tuhan bimbang, tidak fokus lagi pada Tuhan.

Ada 2 hal yang harus kita perhatikan. Bagaimana caranya kita tetap menjadi hamba Tuhan, pelayan Tuhan ? Yang pertama kita buka Amsal 4:23 : Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Artinya kita harus berhati-hati dengan hati kita. Kita harus menjaganya dengan penuh kewaspadaan. Melayani Tuhan, menjadi orang Kristen belasan/ puluhan tahun. Tapi kalau kita tidak bisa menjaga hati kita, percuma. Secara pribadi kalau saya masih bisa melayani Tuhan sampai sekarang salah satunya adalah ayat ini. Orang yang membuat kita marah dan dendam adalah orang-orang terdekat kita. Di dalam pekerjaan juga. Mengapa ada keluarga-keluarga Kristen yang bercerai ? Karena tidak jaga hati.

Saya kenal pasangan muda di sebuah gereja. Saya khotbah di sana suami istri tidak boleh bercerai. Malamnya si suami datang ke rumah. Ia bilang mereka dalam proses perceraian. Tidak ada yang tahu. Sama-sama ibadah, tapi ia sedang menggugat cerai istrinya. Saya coba dengerin kedua pihak. Ternyata pada saat si suami tidak dapat pekerjaan, istrinya mengeluarkan perkataan yang sangat menyakiti hatinya. Sehingga ia dendam dan meninggalkan istrinya ketika dapat pekerjaan. Sebuah masalah harus diselesaikan ketika masih kecil, masih sepele, dibereskan sebelum matahari terbenam. Jangan sampai masalah itu sampai menginap dan kontrak bertahun-tahun di hati kita. Untuk menjaga stamina rohani kita, jaga hati kita. Kita tidak dapat mencegah mulut orang bicara yang jelek tentang kita. Dulu saya cape karena selalu mengklarifikasi perkataan yang tidak benar tentang saya.

Saya percaya sekali pada suatu survei. 10% masalah yang kita hadapi, misalnya digosipin. Tapi 90% masalah adalah respon kita. Kita mau masalah itu hilang atau tidak, itu tergantung pada respon kita. Itu yang menentukan , bukan masalahnya. Masalah yang sepele tidak dituntaskan, terakumulasi, menjadi besar dan meledak. Terlambat. Istri dan suami, orang tua, anak-anak bisa menyakiti kita. Tapi kalau respon kita positif, baik, masalah itu akan selesai. Saya pernah difitnah orang dan saya bilang biarkan saja, rasanya enak sekali. Terserah orang mau menilai kita bagaimana, respon kita harus tetap baik. Cape kalau kita selalu menanggapi perkataan orang lain tentang kita.

Mungkin kita memang tidak melakukannya tapi waktu kita difitnah, dijelekkin, saudara tenang saja, diam saja. Ada satu pelajaran yang sedang Tuhan ajarkan pada kita. Memang tidak mudah, rasanya tidak enak. Firman Tuhan bilang diam dengan tenang menantikan pertolongan Tuhan, itu rasanya luar biasa banget. Diam dan tenang. Firman Tuhan bilang dengan bertobat kamu diselamatkan , dengan diam dan percaya terletak kekuatanmu. Diam. Banyak belajar dari kebenaran firman ini. Rasanya ada sesuatu yang Tuhan sedang ajarkan. Jaga hati kita dengan segala kewaspadaan.

Yang kedua : Ibrani 11:1 : Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Awal-awal saya baca firman ini, saya pikir apa maksudnya ya Tuhan ? Saya baca suatu buku. Dikatakan iman bukan percaya tanpa bukti, tapi percaya tanpa agenda cadangan, artinya yakin, sungguh-sungguh percaya. Pada saat kita percaya, keraguan bisa muncul, karena berada pada satu rel, satu jurusan. Di saat kita beriman, keraguan bisa muncul menyerang kita. Itulah yang menentukan apakah kita percaya hanya di mulut atau sungguh-sungguh percaya pada Tuhan. Mana mungkin sembuh, mana mungkin dapat pekerjaan, mana mungkin keluarga saya dipulihkan. Tidak mungkin. Tapi kalau kita tetap percaya, waktunya Tuhan tidak pernah terlambat. Saya percaya saya sembuhm saya dapat pekerjaan baru, saya dapat pasangan hidup, dsb. Iman yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan.

Cara kita menjaga stamina kita di hadapan Tuhan adalah jaga hati, miliki iman yang sungguh-sungguh. Yang terakhir mengucap syukur. Kita buka 1 Tesalonika 5: 18 : Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Mengucap syukur dalam segala hal. Posisi naik, jabatan naik, dapat kangtau mengucap syukur gampang. Tapi kalau keadaan sebaliknya, kita sudah tolong orang, kita sudah belain, eh dia nusuk dari belakang. Kita berharap sesuatu, tetapi sebaliknya, yang buruk yang kita alami.

Firman Tuhan bilang mengucap syukurlah dalam segala hal. Saya dapatkan waktu sesuatu yang tidak enak kita alami dan kita bilang Tuhan saya mengucap syukur untuk semua ini : artinya kita sedang bilang pada Tuhan, Tuhan aku percaya di ujung semua ini ada sesuatu yang baik untuk saya. Dan itu keluar dari hati kita, dari mulut kita, mungkin awalnya tidak sungguh-sungguh, tapi kita mulai mengucap syukur, kita percaya di ujung semua itu ada kebaikan untuk kita. Pastikan ketiga hal ini ada di dalam kehidupan saudara dan saya.

Ada seorang hamba Tuhan, Mac Laurey yang berkata jangan cepat puas dengan keberadaan anda secara rohani. Tapi mengucap syukurlah seberapa jauh Tuhan telah membawa anda, tapi pada saat yang sama teruslah bergerak maju ke depan. Kita tidak pernah puas dalam hal rohani kita. Semakin kita fokus pada Dia, mengejar Dia, ada hal-hal yang luar biasa yang Tuhan sediakan bagi kita. Kita punya tugas untuk membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan, bukan kristenisasi. Firman Tuhan bilang, kita menabur, kita menyiram, Tuhan yang menumbuhkan. Alkitab bilang kita adalah patner, rekan sekerja Tuhan. Ada bagian-bagian yang harus kita kerjakan dan ada bagian-bagian yang Tuhan kerjakan.


Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter