KOTBAH


Yang Perlu Kita Lakukan Menjelang Kedatangan Tuhan Yesus

Pdp Then Gustav Galenius
Ibadah Siang 20 September 2009
Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 24:1-11, 17-23, Yakobus 4:4, I Yohanes 2:15-17, Titus 2:11-15.

Suatu kali anak saya Fiona bercerita kepada saya, bahwa semalam dia bermimpi bertemu dengan Tuhan Yesus. dia bercerita bahwa dia dikasih lihat sebuah televisi oleh Tuhan Yesus, dan saya mengerti bahwa dia mendapatkan penglihatan. Singkat cerita, ternyata anak saya mendapatkan penglihatan mengenai pengangkatan.

Ini merupakan mimpi kedua dari anak saya mengenai Tuhan Yesus, yang pertama adalah mengenai surga dan neraka, dan yang kedua adalah mengenai pengangkatan tersebut. Banyak orang yang mendapat mimpi-mimpi serupa itu. Memang demikian sebagaimana yang disampaikan oleh gembala pembina kita bahwa Tuhan datang segera.

Yesaya 24:1-11 menjelaskan bahwa bumi akan tandus setandus-tandusnya, dan akan dijarah sehabis-habisnya. Semua manusia akan mengalami nasib demikian. Saat ini pencemaran lingkungan sudah begitu maraknya. Polusi udara bisa terjadi akibat polusi kendaraan, pembakaran sampah, rokok, dsb. Kita tentu masih ingat bagaimana beberapa susu mengandung melamin. Belum lagi polusi air yang semakin banyak terjadi.

Kita hidup di dalam dunia yang sudah semakin parah. Oleh karena itu tidak heran, semakin banyak manusia yang umurnya semakin pendek. Tidak heran semakin banyak penyakit aneh, seperti flu babi. Oleh karena itu Yesaya 24 menjelaskan bagaimana bumi akan semakin cemar dan rusak.

Lalu apa yang harus kita lakukan ? Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah jangan ikut mencemari dan merusak bumi ini. Paling mudah adalah jangan membuang sampah sembarangan, kemudian kita menggunakan sumber daya dengan bijaksana.

Saya pernah baca statistik, bahwa gempa dengan skala di atas 6 ritcher hanya terjadi 1 kali selama beberapa tahun, tetapi makin ke sini semakin sering, bahkan sekarang gempa dengan skala 6-7 ritcher sudah biasa terjadi.

Ayat 23 merupakan ayat penguatan buat kita, karena disana dikatakan bahwa Tuhan akan menunjukkan kemuliaan-Nya. Ia akan memerintah di gunung Sion dan di Yerusalem.

Oleh karena itu kita harus mengupayakan agar orang-orang yang belum mengenal Yesus bisa kita ajak untuk mengenal Yesus. Sebab kita percaya bahwa keselamatan hanya ada di dalam Tuhan Yesus.

Suatu kali saya bermimpi di suatu ruangan ada guru-guru dan dosen-dosen saya sedang rapat. Saya sekolah SD di swasta, tetapi mulai dari SMP, SMA, Kuliah di negeri. Dan dalam mimpi tersebut, yang ada adalah guru-guru saya mulai dari yang SMP sampai kuliah. Setelah bangun saya langsung mengerti bahwa saya perlu mewartakan Tuhan Yesus lebih lagi.

Hal kedua yang harus kita lakukan adalah mendewasakan orang-orang yang sudah kenal Tuhan.

Hal ketiga yang harus kita lakukan adalah sebagaimana yang terdapat dalam Yakobus 4:4, bahwa kita tidak boleh bersahabat dengan dunia ini. Kita tidak bersahabat dengan orang-orang yang menggunakan system dunia. Kita tetap harus mengasihi mereka, namun kita jangan sampai bergaul akrab dengan mereka, agar kita jangan sampai terpengaruh oleh mereka. Mengapa kita tidak boleh bersahabat dengan dunia ini ? Karena semua yang ada di dunia ini ada di bawah pengaruh si jahat. Saat ini di dunia ini lebih banyak orang yang jahat dibandingkan yang baik, oleh karena itu ada banyak keputusan jahat yang diambil di dunia ini.

I Yohanes 2:15-17 mengajarkan kita agar kita tidak boleh mengasihi dunia ini, karena barangsiapa yang mengasihi dunia ini, maka dia tidak mengasihi Bapa. Keangkuhan hidup, saat ini semua orang mengejar kepuasan daging dan kepuasan mata. Saat ini sepertinya orang harus pakai Alphard dan pegang handphone Blackberry baru bangga. Semuanya itu adalah kedagingan. Semuanya adalah sia-sia. Matius 16:26 mengatakan bahwa apakah gunanya seseorang memiliki seluruh dunia ini namun kehilangan nyawanya.

Raja Salomo sudah menikmati semuanya. Dia punya kepintaran, kehormatan, keinginan mata, keinginan daging, semuanya dia sudah dapat. Tetapi akhir dari hidupnya dia katakan bahwa semuanya adalah kesia-siaan.

I Yohanes 2:17 mengatakan bahwa dunia ini akan lenyap dengan semua keinginannya, tetapi kalau kita melakukan kehendak Bapa, maka kita akan hidup selama-lamanya.

Matius 10:37 mengatakan bahwa "kalau kita mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku". Artinya kita harus mengasihi Tuhan lebih daripada isteri kita, orang tua kita, dan semua orang yang kita kasihi.

Titus 2:11-15 menjelaskan bahwa kasih karunia Allah sudah nyata, oleh karena itu kita harus meninggalkan segala kefasikan, keinginan-keinginan duniawi, hidup bijaksana dan intim dengan Tuhan, karena itulah yang merupakan kebahagiaan sejati hidup kita.


Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter