KOTBAH


Perkataan Baik dan Buruk

Pdm. Kristianto S

Ibadah siang, 21 Maret 2010

Bacaan Firman Tuhan : Amsal 18:20-21; Amsal 26:18-19; Yakobus 3:8; Lukas 12:12

Suatu kali ada seseorang yang bertanya kepada saya, apa maksud dari firman yang  mengatakan bahwa perut orang dikenyangkan oleh perkataannya dan saya berkata penjalasan firman ini dapat kita lihat dari pasal selanjutnya yang mengatakan bahwa hidup dan mati dikuasai oleh lidah. Lidah di sini berbicara bukan hanya lidah hamba Tuhan, tapi lidah setiap orang. Sebagai anak Tuhan, kita harus berhati-hati dengan perkataan lidah kita, baik ketika kita sedang dalam pelayanan, pekerjaan, atasan dan klien kita. Seperti ketika kita datang ke suatu restoran, pelayan di sana agak sedikit jutek, maka seenak apapun makanan di restoran itu, kita tidak akan mungkin untuk datang makan 2 kali.

Saya punya pengalaman, ketika saya dan partner saya sedang merekrut untuk bagian legal / hukum. Ketika sedang interview, saya cukup kaget dengan setiap gerak-gerik dan cara bicara dia yang agak sedikit lemah gemulai. CV yang dia kirimkan kepada saya cukup menyakinkan tapi setelah bertemu dengan muka, saya pun menjadi bertanya dalam hati saya sekali lagi, apa mungkin saya merekrut dia untuk jabatan legal? Begitu juga dengan kehidupan kita, kita harus berhati-hati dengan segala perkataan kita, karena hidup kita tergantung dari perkataan kita.

 

 

Perkataan kita harus kita kontrol terutama ketika sedang bercanda. 3 tahun yang lalu ketika facebook mulai booming, saya pun mempunyai account facebook. Di facebook saya bertemu dengan banyak teman-teman SD, SMP dan SMA. Lalu kami pun mengadakan reuni. Ketika reuni, teman-teman saya banyak yang bercanda dengan mengeluarkan kata-kata yang negative. Ketika kami sedang reuni, kami bertemu dengan “bunga sekolah” yang dulu kami taksir, yang mana sekarang menjadi sedikit “mengembang ke kanan dan ke kiri” dan teman saya langsung berkata “Dulu body kamu seperti gitar spanyol sekarang kok seperti bass betot?” secara tidak langsung teman wanita saya ini wajahnya berubah. Ketahuilah karena perkataan yang kita anggap becanda secara tidak langsung, menusuk hatinya. Oleh sebab itu, jagalah segala perkatan kita di manapun kita berada.

Saya juga mempunyai kesaksian yang mungkin sedikit tidak menyenangkan, mengenai tante saya. Ketika tante saya masih kecil, tante dan om saya bercanda dan saudara dari tante saya berkata bahwa tante saya adalah anak Jepang yang dipungut dan karena belas kasihan dari papa. Tante saya satu-satunya anak dari kakek saya yang mempunyai kulit putih. Karena perkatan dari saudara tante saya ini, tante saya ini mulai berubah dalam segala kelakuan menjadi lebih pendiam. Kami sekeluarga sepakat untuk membawa tante saya ini kepada seorang psikiater dan setelah menjalani konseling didapatlah bahwa ternyata perkataan yang dulu dianggap becanda oleh saudara dari tante saya ini, ternyata menusuk hati tante saya. Om saya yang adalah anak tertua lalu mencari bukti dan setelah ditemukan bukti bahwa tante saya adalah anak kandung dari kakek saya.

Seorang pendeta yang merupakan dokter kandungan biasa membantu persalinan kaget, ternyata selama ini suster yang membantu persalinan membacakan doa yang sebenarnya bertentangan dengan iman dari ibu yang melahirkannya. Setelah menyadari hal ini, maka dokter tersebut pun berinisiatif untuk mulai memperkatakan perkataan berkat kepada setiap bayi yang dia bantu persalinannya.

Kita semua tahu bahwa di udara ada penguasa yang kita semua tahu itu adalah iblis. Ketika kita sedang bertengkar dengan seseorang dan kita mengeluarkan perkataan negatif ketahuilah perkataan negative tersebut ditangkap oleh iblis dan iblis membawa perkataan negative tersebut kepada orang yang sedang kita ajak bertengkar dan iblis membujuk orang tersebut juga untuk mengeluarkan perkataan negatif kepada kita. Tidak berapa lama kemudian kita baikan dan saling memaafkan. 1 tahun kemudian kita bertemu lagi dan kita bertengkar lagi dan tanpa teman kita sadari dia pun mengungkit masalah yang sudah terjadi tahun yang lalu.  Kenapa bisa terjadi? Karena ketika kita berbaikan dan saling memaafkan kita belum mematahkan setiap perkataan negative yang sudah kita keluarkan. 

Kita harus banyak mengatakan kata “SYALOM’  kemanapun kita berada, baik di kantor maupun di rumah kita ataupun di mall. Kenapa? Karena arti dari kata SYALOM adalah damai sejahtera.

Kita semua tahu bahwa Israel adalah bangsa yang kaya dan paling pintar di dunia. Kenapa bisa terjadi? Karena di manapun anak-anak berada, mereka saling memberkati.

Perkataan negative dan positive bisa balik kepada kita. Oleh karena itu, belajarlah mengontrol lidah kita di manapun kita berada. Lidah bisa dikuasai atau tidak? Jawabannya adalah ya dan tidak. BISA kalau kita meminta bantuan Tuhan untuk dapat mengontrol lidah kita, TIDAK kalau kita memakai kekuatan kita sendiri. Dalam situasi apapun, mintalah bantuan Roh Kudus untuk memberikan kepada kita hikmat untuk berkata-kata dalam segala hal. Salah satu cara untuk mendapat hikmat adalah dengan memperbanyak firman Tuhan dalam hidup kita, baik itu melalui pembacaan firman Tuhan maupun mendengar kotbah. Ketika kita sedang dalam masalah, maka setiap firman ataupun kotbah ataupun puji-pujian yang sesuai dengan masalah kita akan Tuhan ingatkan kepada kita, sehingga kita tahu keputusan apa yang harus kita ambil.


Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter