KOTBAH


Pdm James Selopranoto: Respon Yang Benar Untuk Terus Naik

Pdm James Selopranoto 
Ibadah sore 4 Juli 2010
Bacaan Firman Tuhan: Hak 11:1-11, Hak 11:32-33, Kel 23:8, Kis 1:14, Yer 33:3

Kita semua dipanggil untuk menjadi maksimal dalam hidup kita ini, dan tahun ini adalah tahun pemulihan dan kelimpahan ini. Untuk dapat mengalami semua ini, ternyata kita harus mempunyai respon / sikap yang benar dalam menghadapi kehidupan kita. Hari ini kita akan melihat dan belajar dari satu tokoh dalam alkitab yang mengalami hidup yang pahit, tidak enak, tapi akhirnya mengalami pemulihan, dan naik terus, menjadi maksimal, yaitu cerita tentang Yefta dan Gilead.

Dalam Hak11:13, (Hak 11:1 Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead.) Dalam ayat ini tertulis Gilead mempunyai seorang anak yang didapat dari seorang pelacur, namanya Yefta, dianggap anak haram. Dalam hal ini Yefta tidak bersalah, karena Yefta tidak bisa memilih dia lahir dari siapa, tapi ‘nasib’ membuat dia dipanggil sebagai anak haram

(Hak 11:2 Juga isteri Gilead melahirkan anak-anak lelaki baginya. Setelah besar anak-anak isterinya ini, maka mereka mengusir Yefta, katanya kepadanya: "Engkau tidak mendapat milik pusaka dalam keluarga kami, sebab engkau anak dari perempuan lain.") Dalam ayat ini kita melihat bagaiman pahit kehidupan Yefta, yang mendapat diskriminasi dari keluarganya, yaitu anak2 dari istri sah Gilead, dan diusir dari keluarga, tidak mendapat apapun dari keluarga ayahnya. Di ayat ini Yefta mulai harus belajar menerima keadaannya sebagai anak dari perempuan sundal

(Hak 11:3 Maka larilah Yefta dari saudara-saudaranya itu dan diam di tanah Tob; di sana berkumpullah kepadanya petualang-petualang yang pergi merampok bersama-sama dengan dia.) Inilah reaksi Yefta ketika ia belum dipulihkan Tuhan, dan juga reaksi kita kalau kita punya luka batin yang dipendam dan tidak diobati, kita bisa menjadi seperti Yefta, menjadi ’perampok’, mengalami pergaulan yang tidak baik dan rusak. Syukur ditempat kita ada HMC dimana melalui HMC Tuhan mengadakan pemulihan di salah satu sesinya yaitu luka batin.

Sekarang kita baca Hak 11:4-11, Dalam ayat-ayat ini kita melihat ternyata Yefta mendapat tawaran dari orang-orang Israel yang dulu mengusir dia, untuk membantu mereka melawan bani Amon, karena waktu itu untuk melawan bani Amon yang begitu kuat, ternyata mereka membutuhkan kepala perampok / gangster untuk turun tangan. Yefta sempat bereaksi yang salah, yaitu ia marah dan mengungkit luka batin di masa lampau, bagaimana ia diusir dari keluarganya, tapi puji Tuhan, kemudian Yefta beraksi / merespon dengan benar. 

Ada 3 respon Yefta yang mengubah sejarah hidup Yefta:
1. (Hak 11:11a Maka Yefta ikut dengan para tua-tua Gilead, lalu bangsa itu mengangkat dia menjadi kepala dan panglima mereka.) Yefta belajar untuk memutuskan untuk mengampuni dan mengasihi, dia mau ubah paradigma berpikirnya, bahwa tidak mau mati sebagai perampok, tapi sebagai pahlawan. Saudara tahu mengapa Hitler bisa begitu kejam dan sadis? Dia membunuh 6 juta orang yahudi dengan cara yang sadis. Ternyata Hitler begitu menyimpan kepahitan kepada orang Yahudi, pertama adalah ayahnya keturunan Yahudi yang sering memukul dia, kedua adalah tunangannya juga keturunan Yahudi yang memutuskan sepihak untuk tidak jadi menikah, ketiga adalah seorang pelacur Yahudi yang membuat dia sakit kelamin setelah berhubungan dengan dia. Ketiga hal ini membuat Hitler jadi manusia sadis, dan pembunuh. Akan tetapi lain halnya dengan Yefta, yang berani ambil keputusan untuk mengampuni.

Saya juga pernah alami kepahitan dengan guru dan kepala sekolah saya sewaktu saya masih SMP, saya sudah divonis kepala sekolah saya untuk di DO kalau nilai saya masih tidak naik, karena rata2 nilai saya adalah 4 (kursi terbalik), bahkan ayah saya juga berkata kalau saya masih tidak ada perubahan, nanti disuruh kerja jadi tukang becak saja. Wah, saya mengalami luka, karena dilecehkan, tapi puji Tuhan, ibu saya cinta Tuhan, dia menginjili saya, dan hati saya terbuka untuk injil, dan tidak lama di gereja ada altar call untuk terima Tuhan Yesus, saya maju kedepan, dan sejak itu saya mengampuni guru, kepala sekolah dan ayah saya, nilai saya pelan-pelan meningkat, bahkan waktu kelulusan saya mendapat penghargaan karena kemajuan nilai saya. Jadi saudara, ingat reaksi / respon kita untuk mengampuni menentukan keberhasilan kita

Seorang Hamba Tuhan bernama Joyce Meyer juga pernah alami kepahitan yang luar biasa, semasa kecil sering diperkosa oleh ayahnya sendiri. Setelah jadi Hamba Tuhan, pada waktu KKR, ia menantang orang untuk maju bertobat, ternyata ada ayahnya juga ikut maju, kemudian Joyce respon dengan benar, yaitu mau mengampuni ayahnya, dan memeluk ayahnya. Ayahnya menangis begitu rupa, bertobat, dan sampai saat ini setia melayani Tuhan sungguh-sunguh.

2. (Hak 11;11b Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya itu ke hadapan TUHAN, di Mizpa.) Ini adalah kunci respon efta kedua yang mengubah sejarah hidupnya, yaitu seperti Firman Tuhan yang berkata: ”Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan”. Yefta membawa SELURUH perkaranya ke hadapan Tuhan. Hal ini luar biasa, karena Yefta tadinya adalah perampok, yang pasti jarang berdoa, tapi saat ini ia bisa mengandalkan Tuhan sepenuhnya, mana ada perampok yang berdoa? Apabila saudara ingin mengalami pemulihan dan kelimpahan, maka kita harus punya sikap ini, kalau kita jarang berdoa, harus lebih sering berdoa, kalau kita jarang baca Firman, lebih sering lagi baca Firman, ini yang dikatakan pengurapan kasih yang diberikan melalui gembala sidang kita, yaitu keintiman dengan Tuhan. Kalau kita intim, kita bisa dengar suara Tuhan, dan mengambil keputusan yang tepat dalam hidup kita. Saya juga pernah alami ini, ketika saya ditawarkan proyek Fishing Port, tetapi diminta untuk memberi suap 10% ke kepala proyeknya. Saya bergumul, karena nilainya begitu besar, tapi saya dapat Firman Tuhan di Kel 23:8 ”Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar”. Saya berlutut minta ampun dan ambil keputusan untuk tidak mengambil proyek itu, dan diambil oleh orang lain. Tapi ternyata proyek tersebut gagal, dan orang tersebut tidak dibayar, Tuhan meluputkan saya.

3. (Hak 11:29 Lalu Roh TUHAN menghinggapi Yefta; ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon.) Inilah yang terjadi apabila kita mengampuni dan intim dengan Tuhan. Roh Tuhan menghingapi kita dan memberitahu kita hal-hal yang kita tidak tahu (Yer 33:3). Jadi taat kepada perintah membawa berkat Tuhan dalam hidup kita.

Hak 11:32-33 berkata ternyata ada 20 kota yang harus duikalahkan oleh Yefta, ini artinya Yefta bertekun, satu persatu dia kalahkan kota (masalah) demi kota. Demikian juga kita harus bertekun dalam menghadapi masalah demi masalah harus respon dengan ketekunan, dan tidak lari dari masalah. Tahukah saudara, sebelum kIs 2:18 digenapi, ada ayat Kis 1:14? Yaitu murid-murid bersehati, tekun, bersama-sama berdoa menantikan Roh Kudus.  Saya juga alami hal ini, ketika saya masih bekerja di salah satu Bank pemerintah, saya mendapat posisi dan pekerjaan yang tidak enak, yaitu mengurusi kredit macet, kemudian saya juga pernah merasa diperlakukan dengan sesukanya oleh atasan saya. Saya sering lembur, pulang malam, sementara kawan-kawan saya pulang terlebih dulu. Tapi saya belajar bertekun, tetap lakukan terbaik, dan setelah 3 tahun, tiba-tiba saya mendapat promosi, bahkan diberikan rumah tinggal yang cukup besar (waktu itu saya belum menikah) jadi rumahnya terlalu besar untuk saya. Sampai diangkat menjadi kepala cabang, dan setelah saya resign, sampai saat ini saya masih punya hubungan baik dengan bekas atasan saya dan petinggi dari Bank Pemerintah tersebut. Hari ini Tuhan mengijinkan saya untuk mengelola dan memimpin perusahaan, yang didalamnya kami terapkan prinsip-prinsip Kerajaan Allah, dan puji Tuhan, Tuhan memberkati usaha ini. Tuhan memberkati saudara!


Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter