PESAN GEMBALA


Berhala Dalam Hidup


Pdm Agustinus Puspawiguna
Ibadah Siang 04 Oktober 2009
Bacaan Firman Tuhan: Matius 19:16-26. Lukas 19:2-10, Wahyu 2:2-5.

Shalom saudara. Mari kita baca Kitab Matius 19:16-20. Di dalam kisah tersebut ada seorang datang kepada Yesus dan bertanya mengenai apa yang harus diperbuat dirinya untuk memperoleh hidup yang kekal. Orang muda ini pastilah orang yang baik, karena dia telah menuruti semua perbuatan baik sebagaimana yang Yesus sebutkan. Kemudian Yesus mengatakan bahwa jika anak muda ini ingin sempurna, maka ia harus menjual seluruh hartanya, memberikannya bagi orang-orang miskin, dan kemudian mengikuti Yesus.

Orang muda ini dan murid-murid Yesus menjadi gempar karena perkataan Yesus tersebut. Jika kita renungkan permintaan Yesus tersebut, maka pasti kita juga gempar  mendengar permintaan Yesus tersebut. 

Lukas 19:2-7 menceritakan mengenai Zakheus. Zakheus pada awalnya bukanlah orang baik, berbeda dengan orang muda dalam kisah sebelumnya. Zakheus merupakan seorang kepala pemungut cukai. Pada waktu itu, seorang kepala pemungut cukai merupakan preman, karena ia berhak menarik pajak berapapun juga sesuka hatinya. Sehingga pada waktu itu, seorang pemungut cukai seperti sampah masyarakat. Oleh karena itu tidak heran dalam ayat 7 orang banyak bersungut-sungut ketika Yesus menumpang di rumah Zakheus. Mereka heran mengapa Yesus mau menumpang di rumah orang berdosa.

Ayat selanjutnya, yaitu ayat 8-10,  Yesus begitu lunak kepada Zakheus, sehingga Yesus katakan keselamatan sudah datang ke dalam rumah Zakheus. Ada 2 perbedaan kisah antara anak muda dengan Zakheus. Perbedaannya dapat dirangkum sebagai berikut :

Zakheus (Lukas 19:2-9)                           Orang Muda (Matius 19:16-26)

- Orang Jahat                                             - Orang Baik
- Memberi 50% harta                                - Memberi 100% hartanya
- Diselamatkan                                          - Terhilang

Zakheus hanya memberi 50% hartanya, dan ia diselamatkan. Tetapi orang muda yang kaya, diminta memberikan 100% hartanya, sebab jika tidak demikian, maka ia akan terhilang. Mengapa bisa berbeda ?

Yang pertama, Zakheus datang kepada Tuhan Yesus dengan rendah hati, sementara orang muda datang kepada Yesus dengan pembenaran diri. Orang muda ini inginnya datang kepada Yesus, dan kemudian Yesus langsung menyatakan bahwa dirinya sudah diselamatkan akibat seluruh perbuatan baik yang telah dilakukannya. Tuhan menentang orang yang congkak tetapi mengasihani orang yang rendah hati.

Ada orang yang berkata bahwa dirinya tidak butuh Tuhan, karena ia tidak melaukan perbuatan jahat. Tetapi saya melihat bagaimana dirinya berakhir secara mengenaskan. Jangan pernah kita sombong di hadapan Tuhan.

10 Perintah Allah dapat disimpulkan dalam 2 bagian besar, yaitu :

1.) Perintah 1 - 4
      Intinya : "Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap
      jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu
     (Markus 12:30).

2.) Perintah 5 - 10
      Intinya : "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri".

Pada waktu orang muda datang kepada Yesus, Yesus tahu bahwa memang orang muda ini sudah melakukan perintah 5-10, tetapi belum melakukan perintah yang ke 1-4. Banyak orang yang berpikir bahwa keselamatan didapatkan dengan perbuatan baik, tetapi sebenarnya tidaklah demikian. Keselamatan didapatkan dengan menaati perintah yang pertama sampai keempat, yaitu mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan kita.

Kita butuh Yesus untuk menyelamatkan kita. Banyak orang yang merasa bahwa hartanya dapat menyelamatkan dirinya. Jikalau kita tidak menggantikan harta kita dengan Allah yang benar, maka kita tidak akan mendapatkan keselamatan.

Segala sesuatu yang kita sembah selain Tuhan Yesus merupakan berhala dalam hidup kita. Tuhan jijik atas semuanya itu. Kita harus mengutamakan Tuhan di atas semuanya.

Kita balik kepada kisah anak muda tadi. Jika Tuhan meminta 50% dari hartanya untuk diberikan,  kira-kira anak muda ini bersedia atau tidak ? Mungkin anak muda ini akan bersedia. Tetapi jika Yesus meminta demikian, maka anak muda ini tetap menganggap bahwa hartanya adalah allahnya. Anak muda ini akan menganggap bahwa dirinya telah berhasil membeli Surga. Jadi sebenarnya Tuhan meminta menyerahkan berhalanya untuk Tuhan.

Mari kita cek bersama-sama, siapakah yang menjadi Allah di dalam hidup kita ? Apakah masih ada berhala di dalam hidup kita ? 

Apakah orang yang masih memiliki berhala di dalam hidupnya, dapat disebut orang Kristen ? Sebenarnya tidak. Karena orang Kristen adalah orang yang berke-Tuhan-an Yesus. Yesus menjadi Tuhan dalam hidup orang Kristen.

Ada seorang pemuda yang miskin dan agak sedikit bodoh. Ia juga tidak punya keahlian sama sekali. Tidak ada orang yang menghargai dirinya. Suatu hari ada orang yang kasihan dan menerimanya di toko bunga dengan gaji yang sangat minim. Suatu ketika ia bertemu dengan seseorang yang mengatakan bahwa ia harus membeli tanaman yang dijualnya, yang mana tanaman tersebut akan merubah masa depannya. Setiap hari tanaman tersebut disiram air, tetapi malah semakin kering. Suatu ketika, orang ini tertusuk duri dan darahnya menetes ke tanaman tersebut. Ternyata tanaman tersebut langsung segar kembali dan berbuah. Orang ini sadar bahwa tanaman tersebut tidak bisa dipelihara dengan disirami air, tetapi harus dengan darah. Singkat cerita tanaman tersebut menjadi sangat bagus sekali, dan sangat banyak. Banyak orang yang membeli tanaman tersebut, sehingga orang ini menjadi sangat kaya. Tanamannya menjadi sangat banyak, tetapi tubuhnya menjadi sangat kurus. Sehingga ia mulai membunuh orang untuk diteteskan darahnya.

Kalau kita ingin menolong orang tersebut, apakah yang harus kita lakukan ? Kita tidak bisa memberikan darah kita, sehingga akhirnya kita yang akan meninggal. Tetapi yang harus kita lakukan adalah membuang seluruh tanaman tersebut, sehingga orang tersebut dapat diselamatkan.

Kapan berkat terbesar dari Tuhan untuk anak bungsu dalam kisah anak bungsu yang hilang ? Berkat terbesar Tuhan adalah pada waktu Tuhan membuat anak bungsu tersebut dibuat bangkrut, sehingga ia bisa berbalik kepada Tuhan.

Matius 19:23-26 menjelaskan bahwa bagi manusia, tidak mungkin untuk memprioritaskan Tuhan dalam hidup kita, tetapi bagi Allah semuanya itu adalah mungkin. Jika kita masih harus dipaksa-paksa untuk merenungkan firman Tuhan, berdoa dan melayani Tuhan, maka berarti masih ada berhala dalam hidup kita. Jikalau kita mengasihi dan memprioritaskan Tuhan, maka pasti kita akan memberikan yang terbaik untuk Tuhan.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa memprioritaskan Tuhan ?  Kita harus minta kasihnya Tuhan. Wahyu 2:2-5 menjelaskan bahwa sekalipun kita telah melayani Tuhan dengan luar biasa, tetapi Tuhan mencela kita jika kita meninggalkan kasih yang mula-mula.

Mari berikan yang terbaik untuk Tuhan dan jangan menduakan Dia. Untuk menerima hidup yang kekal, kita harus menanggalkan semua berhala dari hidup kita.

Ada seorang wanita yang biasa hidup dengan dimanjakan, dengan dipenuhi semua keinginannya. Pada waktu wanita ini bekerja, uangnya tidak cukup, karena banyak keinginan yang harus dipenuhi dirinya. Akhirnya ia menjual dirinya kepada orang-orang kaya, sehingga ia tetap dapat hidup mewah dan berlimpah. Suatu hari ia berkenalan dengan seorang pemuda yang baik-baik. Wanita ini bercerita apa adanya kepada pemuda ini. Pemuda ini bersedia untuk menerima wanita ini apa adanya, dan hanya meminta 1 syarat. Syaratnya adalah wanita ini harus melepaskan kehidupan dosanya dan hidup baik-baik. 

Wanita itu seperti kita semua, dan pemuda tersebut adalah Tuhan Yesus. Kita diciptakan indah oleh Tuhan. Tetapi selama ini kita banyak mengejar segala sesuatunya untuk mendapatkan keinginan kita sendiri. Suatu ketika datang pemuda yang baik tersebut, yaitu Tuhan Yesus, yang mau menerima kita apa adanya. Ia sedang menantikan jawaban kita, maukah kita melepaskan kehidupan duniawi kita ?


Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter