PESAN GEMBALA


Kerendahan Hati Awal dari Belas Kasihan


Pdm. Agustinus Puspawiguna
Ibadah siang, 14 Maret 2010
Bacaan Firman Tuhan : Matius 25:31-46; Yakobus 4:6b; Mazmur 101:5b; Amsal 16:5; Ulangan 8:17-18; Ulangan 9:4; II Korintus 3:5; Lukas 7:8; II Timotius 2:4; Mamzur 131:1-3; I Timotius 6:17-19

Saya ingin mengingatkan kita semua, ketika Gembala sidang kita ditanya oleh Tuhan,"kamu ingin gereja kamu dikenang sebagai gereja apa?" dan puji Tuhan Gembala sidang kita menjawab "saya ingin gereja kami dikenang bukan sebagai gereja yang suka memuji dan menyembah, tapi sebagai gereja yang memberkati orang-orang yang miskin." Yesus adalah satu pribadi yang banyak bicara soal kasih. Tapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita sudah mengintropeksi diri kita sendiri dan menyadari apakah kita sudah melakukan banyak perbuatan kasih? Seperti ketika kita ditawarin untuk menonton suatu pertandingan bola dunia, kita ditawarin kemungkinan kita bisa ikut adalah 50% dan 100%, yang mana yang akan kita ambil?pasti yang
100% bukan? Kita juga harus seperti itu, kita yang sudah ditawarin oleh Tuhan bahwa kita akan masuk Surga 100% kenapa tidak berani memberi kasih kepada saudara kita 100%?

Kenapa Tuhan ingin agar kita memiliki kerendahan hati?Karena Tuhan benci akan kesombongan. Dari firman Tuhan Matius 25:31-46, dapat kita lihat bahwa ada perbedaan antara domba dan kambing.Domba adalah orang-orang yang bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah dan Kambing adalah orang-orang yang terpaksa di masukkan ke dalam Neraka. Domba juga adalah orang-orang yang 
melakukan perbuatan baik tapi dia tidak menyadari bahkan bertanya kepada Tuhan kapan kami memperhatikan Engkau ketika Engkau lapar, haus?Tapi yang lain si kambing adalah orang yang sedikit berbuat tetapi sudah merasa berbuat banyak bahkan bertanya kepada Tuhan kapan Tuhan dalam kelaparan, kehausan dan kedinginan dan kami tidak membantu Tuhan?
Apakah yang membedakan mereka berdua diatas? Kesombongan. Domba adalah Orang yang selalu berpikir bahwa dia belum melakukan banyak hal untuk Tuhan sedangkan kambing adalah orang  yang berpikir bahwa dia sudah melakukan banyak hal untuk Tuhan bahkan sudah mulai menghitung berapa banyak perbuatan baik yang sudah dia lakukan untuk Tuhan.
Kita semua tahu bahwa Tuhan sangat membenci kesombongan. Hal inilah yang membuat Tuhan membenci orang yang selalu membanggakan dirinya sendiri.

Kenapa kita mudah menjadi sombong?
1. Karena kita merasa sudah berbuat banyak

Mungkin tanpa kita sadari suami kadang berkata kepada istrinya bahwa tanpa dia istrinya tidak dapat berbuat apa-apa. Atau bisa juga sebaliknya. Bahkan kadang ada orang tua yang berkata demikian kepada anak-anaknya. Ketahuilah bahwa Tuhan Yesus tidak suka akan hal ini. Kenapa? karena kita sudah mulai berpikir bahwa segala yang terjadi karena kita sendiri. Sebagai anak Tuhan, kita harus tahu bahwa segala hal yang kita bisa adalah karena kasih karunia Tuhan, jadi jangan sekali-kali kita mengatakan bahkan dalam hati kita sendiri bahwa segala yang terjadi karena diri kita sendiri, tapi katakanlah bahwa segala yang terjadi karena Tuhan.
Saya mau bersaksi dulu ketika saya mempunyai banyak usaha, saya bahkan berkata dengan sombong kepada pegawai saya tentang segala usaha saya, tapi Tuhan baik dan menegur saya walau akhirnya Tuhan menutup usaha saya itu. Saya bersyukur kepada Tuhan karena saya tahu ini baik untuk saya agar saya tidak jatuh dalam kesombongan.
Ketika gereja ini dibangun, sempat berkali-kali iblis membuat saya terngiang-ngiang bahwa gereja ini bisa dibangun karena hasil usaha saya. Tapi Puji Tuhan, saya diingatkan oleh Tuhan, kalau gereja ini dibangun karena Tuhan sendiri bukan karena saya.

2. Tuhan yang Membuat kita Berhasil
Pekerjaan Tuhan adalah memampukan kita untuk bisa melakukan sesuatu. Jadi kalau kita mampu ingat semua itu karena Tuhan, bukan karena kuat dan gagah kita.

Bagaimana cara agar kita tidak menjadi sombong? Di disiplinkan oleh Tuhan melalui hambanya seperti seorang prajurit. Sebagai prajurit Tuhan, kita harus bisa melakukan segala perintah Tuhan untuk kita. Para Diaken dan pengerja di bawah Pak Niko mulai didisiplinkan oleh Tuhan. Hal ini terlihat dari Pertemuan pengerja dengan Gembala sidang, di mana sekarang posisi duduk mulai diatur dan tidak lagi seperti dulu yang bisa duduk di manapun kita inginkan.Ketika kita duduk diatur, maka akan langsung bisa terlihat gereja mana saja yang masih tidak datang secara penuh. Bahkan gembala diminta untuk bertanya kepada setiap pengerja kenapa tidak datang? Saya sempat berpikir kalau seperti ini, maka saya yang akan repot bahkan banyak pengerja yang akan keluar. Saya percaya ketika kita didisplinkan mungkin kita kesal atau kecewa, kenapa? karena kita merasa sudah berbuat banyak. Tapi saya bersyukur pendisiplinan ini dilakukan karena saya tahu ini baik untuk kami semua para hamba Tuhan.

Saya juga mau bersaksi soal keuangan gereja, sebagai Gembala saya harus memikirkan soal keuangan gereja. Seperti tahun-tahun sebelumnya diawal tahun kita diminta untuk memberikan persembahan sulung. Sudah 3 bulan ini, Pak Niko meminta agar persembahan diberikan kepada gereja pusat. Dan 3 bulan berturut-turut ini, semua pengerja diminta untuk memberikan persembahan. Sebagai gembala, saya pusing dengan hal ini, tapi saya percaya bahwa soal keuangan Tuhan yang akan mengatur dan mencukupkan segala kebutuhan gereja.Apa yang Tuhan ingin lihat dari hal ini? Ketaatan kita. Saya percaya dibalik ketaatan kita, ada berkat yang sudah Tuhan sediakan buat kita semua.  

Kita semua tahu bahwa Daud adalah pembunuh, pribadi yang sombong, pezinah bahkan licik tapi kenapa dikatakan dia berkenan di hadapan Tuhan? Karena Daud adalah pribadi yang rendah hati dan hal ini menyukakan hati Tuhan.Apa mudah untuk seorang raja seperti Daud rendah hati? Tidak mudah. Hal ini bisa kita lihat di Mazmur 131:1-3, Daud pribadi berusaha menenangkan diri dan mendiamkan jiwa. Seperti anak kecil, yang terbiasa disusui, ketika susunya dikurangi, maka anak tersebut akan teriak-teriak, tapi lama kelamaan anak tersebut akan tahu bahwa masih ada tangan ibunya, dekapan ibunya yang akan selalu menjaga dan bisa menenangkan dia. 1kunci yang dibagikan oleh Daud untuk kita semua yaitu berharap kepada Tuhan dan kita semua tahu kalau kita berharap kepada Tuhan, maka mulut kita harus banyak bersyukur kepada Tuhan untuk segala hal yang sedang terjadi dalam hidup kita. 

Kalau kita mengasihi sesama karena terpaksa dan bukan karena belas kasihan Tuhan, maka hal ini tidak akan ada gunanya. Jadi punyalah belas kasihan akan sesama dan bukan karena keterpaksaan.Kalau Tuhan memberkati kita dengan luar biasa, maka kita jangan pernah menyombongkan diri, tapi ingatlah kita harus hanya berharap kepada Allah yang memberkati kita bahkan Tuhan akan memberikan kita kemampuan untuk menikmati segala berkat yang telah Dia berikan kepada kita. 


Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter