PESAN GEMBALA


Misi-Penginjilan


Pdm. Agustinus Puspawiguna
Ibadah Siang, 09 Mei 2010
Bacaan Firman Tuhan : 2 Korintus 4:5; Yakobus 1:22; 2 Timotius 4:2a; Markus 16:15-18; Roma  1:16; Markus  1:16c-17; Yohanes 8:12; Yohanes 21:17;

Penginjilan, bagi  banyak orang Kristen, merupakan satu kata yang sering dihindari. Kebanyakan merasa penginjilan adalah hal yang baik, bagi orang lain, tetapi bukan untuk diri kita. Banyak yang menganggap bahwa dirinya ngak cocok untuk melakukan penginjilan. Ngak bisa ngomong, kurang ngerti firman, atau takut adalah alasan yang paling sering di dengar. Alasan yang lain adalah saya ngak mau menyinggung orang, agama adalah urusan pribadi.
Hal-hal di atas memang terdengar sangat masuk akal, tetapi juga menunjukkan bahwa sebenarnya sebagai orang yang percaya, kita belum menunjukkan iman percaya kita ! Dia datang segera ! Dan saat dia datang, Dia hanya mau lihat Iman kita.
Mungkin sekali, ada yang tersinggung dikatakan kurang beriman, kalau belum melakukan penginjilan. Oleh karena itu kita perlu mengerti lebih lanjut tentang penginjilan.
Secara sederhana, apa itu penginjilan ? Misal, antar, pengantar = orang yang mengantar, pengantaran = proses dari mengantar. Jadi, Injil, penginjil = orang yang memberitakan injil, penginjilan = proses memberitakan injil = proses memberitakan kabar baik.

Jadi penginjilan adalah proses memberitakan kabar baik !

1.Yang diberitakan adalah kabar baik, kabar tentang Yesus dan perbuatanNya, bukan yang lain.
2 Korintus  4:5, Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.Dalam bahasa sederhana, yang kita harus beritakan adalah kesaksian hidup kita bersama Yesus.
Bukan berkotbah, bukan membandingkan agama, bukan mengajar.
Contoh : 3 kali handphone tidak hilang, walau tertinggal di tempat umum.

2.Penginjilan adalah proses, artinya bukan hasil akhir, yang penting memberitakan !
Yakobus 1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
Banyak orang merasa cukup melakukan aktifitas rohani, baca firman, dengar kotbah, beribadah, berdoa, melayani, menginjil, semua itu baik, tetapi semua hal itu hanyalah proses kita menuju hasil akhir yaitu serupa dengan Kristus. Cuma proses, tetapi tanpa melalui proses tersebut , maka hasil akhir akan berbeda.
Contoh : Seorang pendeta dari gereja kecil di Skotlandia dipaksa berhenti dari pelayanannya yang dianggap gagal. Selama pelayanannya tidak terlihat terjadi pertobatan ataupun baptisan. Cuma pernah terjadi satu hal yang lucu, seorang anak kecil berdiri di atas piring persembahan, dia bilang, dia dijamah oleh kotbah pendeta, tetapi dia tidak punya uang untuk persembahan, sehingga dia ingin persembahkan hidupnya. Semua hanya menganggap itu hanya ulah seorang anak, tetapi ternyata anak itu menjadi seorang penginjil besar Afrika.

Kita seringkali ingin melihat hasilnya, banyak orang menolak melakukan penginjilan sebab mereka tidak dapat melihat hasilnya. Tetapi seorang misionaris yang hampir menyerah pernah berkata, “Saya bangkit dan bertekun kembali, karena saya ingat bahwa Allah tidak meminta pertanggungjawaban atas keberhasilan, tetapi kesetiaan kita.”
Dunia memahkotai keberhasilan, Allah memahkotai kesetiaan.
2 Timotius 4:2a,  Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya,
Kesetiaan dibuktikan oleh waktu.
Contoh : Pengerja mau diutus ke Kuala Lumpur  walau sedang sibuk merintis pekerjaan dan istri yang hamil.

3.Siapa yang memberitakan ?
Yang harus memberitakan adalah :
A.Murid-murid

Markus 16:15-18 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Setiap murid, Tuhan minta untuk memberitakan Injil, dan Tuhan menyertai dan memberi mereka kuasa. Roma  1:16, …, karena Injil adalah kekuatan Allah ….Saat seseorang menginjil, otomatis ada kekuatan, yaitu kekuatan Allah sendiri akan menyertai dia.

B.Orang yang mau mengikuti Yesus
Markus  1:16c-17 ….., sebab mereka penjala ikan.  Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.
Tidak perlu orang terpelajar, tidak perlu ahli alkitab, tidak perlu orator – jago kotbah, tetapi setiap orang yang mengikut Yesus akan dijadikanNya penjala manusia.

Yohanes 8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."Mat 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."Orang yang mengikut Yesus, pasti akan menjadi terang, membawa terang, membawa kabar baik.

C.Orang yang mengasihi Yesus
Yohanes 21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku”.

Kalau kita melayani karena ingin dikasihi atau dihargai, suatu hari pastilah kita akan kecewa.Kalau kita melayani karena berbelas kasihan pada orang,  kita tidak akan bertahan lama.Tetapi seorang yang mengasihi Yesus, dia akan melayani Dia seumur hidupnya.

Apakah kita murid Yesus? Apakah kita pengikut Yesus ? Apakah kita mengasihi Yesus ? Kalau kita berkata ya, pada salah satu saja dari pertanyaan diatas, maka kitalah pemberita kabar baik itu !


Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter