PESAN GEMBALA


Karakter Kristus : Kerendahan Hati


Pdm Agustinus Puspawiguna
Ibadah Minggu 12 September 2010
Bacaan Firman Tuhan: Mark 10:43-44, 2 Kor 12:7-10, 2 Kor 3:5, Ul 8:17-18

Pada tanggal 8 September 2010 di Israel, Tahun Yahudi memasuki tahun yang baru, yaitu Tahun 5771, yang disebut Ayin Aleph, yaitu dimana Ayin berbicara mengenai mata Tuhan yang masih memperhatikan kita, siapa dari kita yang taat akan dipakai lebih lagi oleh Tuhan, dan Aleph berbicara mengenai mengutamakan Tuhan, yaitu kita mengutamakan untuk semakin menyerupai karakter Kristus, yaitu rendah hati. Dalam kotbah gembala kita sering dibicarakan mengenai 3C, yaitu Character, Commitment, dan Competence. Melalui kotbah ini kita akan dibukakan bahwa kerendahan hati adalah sesuatu yang sangat sulit di dunia ini, tapi itulah yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita.

Kita lihat sejarah kehidupan manusia, pada abad-abad awal, manusia hanya mengambil apa yang ada di alam, tanpa melalui banyak proses produksi, kemudian memasuki abad pertanian, dimana manusia lebih mengandalakan fisik, bercocok tanam, hidupnya lebih teratur, dan barangsiapa yang maju dalam bidang bercocok tanam ini, akan mengalami kesuksesan. Tapi sifat manusia yang tidak pernah puas, selalu ingin lebih hebat dari yang lain memicu manusia memasuki era industrialisasi, menciptakan mesin-mesin sehingga menghasilkan produktifitas yang lebih baik, dan negara yang menguasai industrialisasi akan menjadi negara yang kaya, maju dan makmur. Tapi tidak cukup sampai disitu, manusia dipicu untuk menjadi lebih hebat lagi, sehingga memasuki era informasi, dimana yang menguasai informasi akan mendapat keuntungan lebih, barangsiapa yang tahu lebih dulu mengenai kebutuhan suatu tempat, tahu lebih dulu mengenai informasi barang yang murah, dia yang akan menjadi sukses, dalam era ini manusia sangat mengandalkan skill otak (competence). Contohnya Singapura, dulu di tahun 1950-an, negara ini merupakan negara miskin, dengan penduduk yang sedikit, dengan pulau yang tidak subur (pulau karang) tapi pada saat negara ini berkonsentrasi di teknologi informasi, saat ini menjadi negara yang berhasil, sukses, dan kaya.

Tetapi ada fenomena aneh, karena saat ini negara-negara besar mempunyai teknologi informasi yang bagus, sehingga masing-masing punya informasi yang baik, dan manusia masih ingin menjadi lebih unggul dari manusia lainnya, maka saat ini kita memasuki era yang baru, yaitu era spiritualitas. Kenapa? Karena dunia mulai mengerti bahwa kekuatan manusia ternyata terbatas, dan ada kekuatan di luar tubuh jasmani, diluar jiwa dan pikiran, yaitu roh. Hal ini sudah diketahui oleh orang Kristen. Tapi dunia mengejar spiritualitas dengan motivasi yang salah – ingin maju, naik, melebihi yang lain, demi kepentingan sendiri, sehingga masuk ke arah yang salah. Contohnya di bidang entertainment, di th 1950-1970 dimana era pertanian, film-film yang terkenal adalah film koboy, family, bonanza. Masuk tahun industrialisasi muncul film-film seperti James Bond, kemudian masuk era informasi, ada film yang begitu menggambarkan era ini, yaitu film Matrix. Dan saat ini kita melihat era spiritualitas dimana mulai muncul lagi superhero-superhero, pahlawan yang mempunyai kemampuan diluar akal sehat, kemudian Harry Potter, dunia Magic, belum lagi di Indonesia, film-film bertema hantu muncul dengan luar biasa.
Kenapa bisa terjadi era-era seperti ini? Karena dunia memacu kita untuk menjadi lebih dan lebih lagi, menjadi yang terhebat, terunggul, dsb. Kita harus berhati-hati, jangan sampai kita terjebak, karena kita mempunyai motivasi yang salah untuk menjadi unggul. Ada satu kesaksian dari seorang anak Tuhan yang tadinya adalah entertainer dalam bidang sulap dan sihir, yang bersaksi di Jogjakarta. Dia mengatakan bahwa sulap adalah permainan tangan, tipuan dan trik untuk mengelabui penonton – sampai disini tidak ada yang salah dengan sulap. Tetapi kita memasuki dunia sihir, menggunakan kuasa alam roh untuk menampilkan pertunjukannya supaya lebih bagus. Dan ia mengatakan bahwa pertunjukan sulap masa kini bahkan ada acara pertandingan di sebuah stasiun TV swasta, yang begitu besar dan hebat, sebagian besar sudah memasukan unsur sihir didalamnya. Mereka yang tidak memakai sihir, yang murni menggunakan trik, kalah, dan tidak maju dalam babak selanjutnya. 

Ini membuktikan bahwa orang-orang dunia yang tidak memakai kuasa alam roh akan ketinggalan. Belum lagi acara-acara yang melibatkan hipnotis, dimana banyak orang secara rela memberi diri dihipnotis, sehingga bicara yang bukan-bukan. Kita sebagai anak Tuhan jangan mau untuk dihipnotis, karena itu mengambil kemerdekaan kehendak bebas kita yang diberikan Tuhan bagi kita. Sebagai ilustrasi, Negara kita Indonesia sudah merdeka, tapi pada saat upacara 17 Agustus ada presiden negara lain datang di istana Negara, dan meminta kita untuk mengibarkan bendera negaranya 1 jam saja lamanya di upacara bendera tgl 17 Agustus istana negara tersebut, kira-kira, apakah warga negara Indonesia akan memberikan ijin untuk itu? Saya yakin kita tidak akan memberikan ijin negara lain mengibarkan benderanya di istana negara waktu upacara 17 Agustus, karena itu artinya kemerdekaan kita sudah direbut walaupun Cuma 1 jam.

Kita lihat Mark 10:43-44, pujian kepada kita / manusia bisa menjadi candu yang membahayakan, karena bisa membuat manusia menjadi ingin lebih-lebih lagi, cari kuasa lain, seperti pesulap tadi, mereka yang tidak mencari kuasa alam roh tidak mampu mempertunjukan show yang spektakuler, ingin terkenal, dapat tepuk tangan, dan nama besar. Hal ini bahkan bisa terjadi pada anak Tuhan, bahkan ada yang mencari kuasa alam roh lain untuk memberi kesembuhan.
Paulus mengatakan dalam 2 Kor 12:7-10, bahwa ia senang dan rela didalam kelemahan, dan kesesakna, supaya ia jangan meninggikan diri, karena Paulus dipakai Tuhan luar biasa, mendapat pernyataan-pernyataan dari Surga. Berbeda sekali dengan prinsip dunia yang menonjolkan kehebatan, memaksa kita untuk tampil sehebat-hebatnya, contohnya: banyak orang kalau melamar pekerjaan tidak menyertakan ijasahnya yang nilainya tidak baik, karena tidak mau menampilkan dirinya apa adanya, menutup yang jelek, dan memperbesar hal-hal yang dianggap hebat.

Saudara, jangan kita merasa sombong, yaitu merasa kita mempunyai kesanggupan,  kemampuan untuk melakukan segala sesuatu, merasa bahwa tangan kitalah yang membuat kita menjadi sukses. Sedangnkan menurut 2 Kor 3:5, dikatakan bahwa ternyata kesanggupan (kemampuan, keahlian kita) adalah pekerjaan Tuhan, artinya Tuhan lah yang memberi kemampuan, kesanggupan kepada kita untuk melakukan segala sesuatu. Jadi seperti yang di tulis dalam Ul 8:17-18, jangan sampai kita mengatakan bahwa janganlah kita berkata dalam hati: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah kita ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepada kita kekuatan untuk memperoleh kekayaan. Inilah orang yang disebut rendah hati, yaitu yang sadar, dan mengerti betul bahwa kemampuan hanya datang dari Tuhan, dan sesungguhnya, kita tidak mampu melakukan apa-apa tanpa kekuatan & kesanggupan dari Tuhan.


Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter