PESAN GEMBALA

Ketaatan Sampai Akhir
Tweet
Pdm Agustinus Puspawiguna
9 Januari 2011
Semua orang tahu bahwa belajar untuk taat adalah hal yg baik, tetapi ternyata manusia punya naluri tidak suka akan otoritas, justru selalu ingin memberontak seperti Lucifer. Contohnya di lampu merah, kita taat biasanya bila ada polisi. Kita taat karena takut ditilang.
Yes 48:17-19, Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku."
Pada ayat 17, Tuhan menuntun kita dijalan yang harus kita tempuh. Hal ini bukan optional. Ayat 18, Jalan itu adalah memperhatikan perintah-perintah-Nya yang berarti TAAT. Apabila kita taat, maka damai sejahtera, kebahagiaan dan berkat atas rumah tangga akan kita alami.
Jadi bagaimana supaya kita bisa punya ketaatan?
1. Takut akan Tuhan
Ibr 3:18-19, Dan siapakah yang telah Ia (Tuhan) sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Nya? Bukankah mereka yang tidak taat? Dari ayat 19 demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka. Ketidakpercayaan adalah ketidaktaatan dan ketidaktaatan adalah Neraka. Hal ini berarti ketaatan adalah kehendak Tuhan bagi kita.
2. Mau merendahkan diri, merendahkan hati, mau berkorban
Fil 2:5-8, Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Dosa yang paling dibenci Tuhan adalah dosa Lucifer, yaitu kesombongan.
Ketaatan yang seperti apa yang diminta Allah?
TAAT adalah kata yang sederhana, hanya terdiri dari 2 jenis huruf, dibaca dari belakang pun tetap TAAT. Artinya, ketaatan adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar, tidak bisa diubah, tidak boleh kompromi. 1 Taw 13, Daud berniat baik untuk mengembalikan Tabut Allah ke Yerusalem, tetapi saat proses pemindahan Uza menyentuh tabut itu dan Allah menyambarnya hingga mati. Daud sempat marah, tetapi akhirnya dia sadar, bahwa dia harus melakukannya dengan sikap hormat yaitu sesuai dengan kehendakNya, tabut Allah haruslah diangkat oleh anak-anak Kehat dengan kayu pengusungnya, bukan dengan kereta, dan tak seorangpun boleh menyentuhnya. Ketaatan yang Dia minta adalah hanya taat tanpa kompromi!
Apa maksud dan rencana Tuhan dengan ketaatan?
1. Pembentukan Karakter, supaya semakin serupa Kristus (Fil 2:5)
Rm 13:1-2, Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.
Otoritas sengaja ditaruh di atas kita oleh Tuhan dengan maksud utama adalah untuk membentuk karakter kita. Supaya ada pertumbuhan, naik ke level yang lebih tinggi. Contohnya, saya tidak percaya pada hamba Tuhan yang tidak mau punya payung otoritas di atasnya.
2. Hidup yang lebih berkualitas, memiliki kebebasan yang sejati:
1 Yoh 5:3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, Contohnya bila kita tidak taat akan lampu lalu lintas, justru akan jadi macet.
Perintah-perintah Allah diberikan tidak untuk memberatkan, tetapi justru untuk melindungi kita dari beban dosa, supaya kita menikmati hidup yang lebih berkualitas, di dalam kebebasan yang sejati.
Yoh 8:31-32, Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.
3. Tuntunan, Tuhan menuntun lewat pemimpin:
Jangan mengabaikan tuntunan. Banyak orang mengutamakan karunia, yang terlihat Wah, Hebat, Dahsyat, tetapi seperti halnya 3C, tanpa character dan juga commitment, maka competence akan sia-sia. Tuntunan lah yang membawa kita sampai pada tujuan akhir.
Ams 21:1, Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini.
Berkat/ Bonus dari Ketaatan:
1. Damai sejahtera,
Terhindar, diluputkan dari bencana, bila taat dan setia, 1 Kor 10:1,5-11
Contoh:
Pulau Simuelue, adalah pulau terdekat dari pusat gempa saat Tsunami 2004, tetapi walau dihantam gelombang setinggi 9 meter hanya 30 menit setelah gempa, ternyata korban jiwa hanya 7 orang dari 75.000 penduduk nya. Hal itu terjadi karena mereka taat akan petujnuk nenek moyang yang pernah mengalami tsunami di tahun 1907, dan setia melakukannya dari gempa ke gempa berikutnya.
2. Kebahagiaan, menikmati kebahagiaan karena berkat itu tetap!
1Sam 13:13-14a, Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya. Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap.
Taat sampai akhir adalah satu-satunya cara memperoleh berkat yang tetap.
3. Damai sejahtera, kebahagiaan dan Berkat atas rumah tangga
Contoh: Banyak wanita complain soal janji untuk tunduk, sampai-sampai beberapa gereja di barat menghapuskannya, tetapi itu salah besar.
Tuhan yang tahu persis, wanita adalah penolong dan lebih kuat dari yang ditolong. Saat kita merasa kuat kita menjadi mudah untuk menjadi sombong dan sulit belajar tunduk.
Seorang eksekutif berkata: ‘Hartaku yang paling berharga adalah anakku’. Dia sadar bahwa ia sering berangkat kerja sebelum anaknya bangun, dan pulang sesudah anaknya tidur. Maka suatu hari ia mengajak anaknya berjalan-jalan, sekaligus mengajak anaknya ke kantornya. Setelah berkeliling, sang anak tiba-tiba bertanya : ‘Papa, inikah tempat tinggalmu ?’ Dalam perkataan ia boleh berkata anaknya adalah yang paling berharga, tetapi tindakannya menunjukkan apa yang sesungguhnya paling dia hargai! Apa yang paling kita hargai saat ini?
Ibr 13:17, Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.
Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter