PESAN GEMBALA


Passion


Pdm Agustinus Puspawiguna
Ibadah Siang, 13 Februari 2011

Bacaan Firman Tuhan : Matius 22:36-37; Wahyu 2:1-5; Wahyu 3:!5-16; Lukas 22:42-44



Tuhan menginginkan kita untuk akhir-akhir ini untuk lebih mempunyai passion. Tahun ini kembali kita diingatkan oleh Tuhan, bahwa tahun ini bukanlah tahun yang mudah. Yang menjadi pertanyaan bagaimana caranya agar kita mendapat multiplikasi dan promosi dari Tuhan? Karena hal ini sangat bertentangan sekali dengan keadaan yang terjadi.

Passion itu dalam kamus bahasa Indonesia mempunyai arti: gairah, keinginan. Kalau kita melihat arti dari Passion ini, maka akan kita ketahui bahwa arti passion : gairah / keinginan itu mempunyai arti lebih dalam. Passion itu bisa mempunyai arti karena kita mempunyai gairah yang lebih dalam, maka segala sesuatu kita lakukan dengan penuh sukacita dan gembira.

Kita semua tahu gereja St. Basilica yang ada di Vatikan, di mana bangunan tersebut di hias dan dikerjakan oleh Michael Angelo. Karena Michael Angelo mempunyai passion, maka dia bisa mengerjakan sampai selesai dan bahkan hasilnya sangat luar biasa. Kita juga tahu mengenai Thomas Alfa Edison, dimana beliau mencoba menciptakan lampu dan walaupun mengalami kegagalan sampai 3000 kali, beliau terus mencoba dan akhirnya berhasil. Dan karena keberhasilannya, maka kita semua dapat menikmati dan mengalami terang pada waktu malam.

Jacky Chan, kita semua pasti mengenal. Beliau memulai karirnya dari dasar sekali bahkan sekarang karena passion yang di milikinya, maka dia sekarang masuk dalam jajaran Hollywood. Jacky Chan adalah salah satu artis laga yang tidak mau melakukan adegan berbahaya dengan menggunakan ”stuntman”. Walau beliau mampu untuk membayar stuntman, tapi karena passion maka beliau mau untuk melakukannya sendiri. Bahkan dalam salah satu film yang dibintangi, ada satu adegan yang diulang 2.900 kali. Kalau kita tidak mempunyai passion, maka kita akan langsung menjadi bosan bahkan cenderung marah.

Beberapa akhir ini, anak saya – Sasha, bercerita tentang konser ”Justin Bieber”. Dimana orang-orang yang mau membeli tiket rela untuk antri 1 km dan banyak diantara mereka yang justru membeli kelas festival dengan harga tiket Rp.1.000.000,-.  Kalau mereka tidak mempunyai passion, apakah mereka mau untuk antri membeli tiket tersebut dengan harga yang cukup lumayan mahal? Tuhan ingin agar kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan jiwa dan pikiran kita. Tuhan tidak ingin kita mengasihi Dia dengan cara yang setengah-setengah. Seperti anak muda yang tengah di mabuk asmara, pasti mereka mempunyai passion dan ketika ada masalah, segala masalah akan di anggap enteng. Kenapa? Karena ada passion di antara mereka. Bahkan, ketika kita menjemput pasangan kita, jarak pun kita anggap dekat, karena adanya passion. Oleh sebab itu, kalau kita mempunyai passion lebih kepada Tuhan, maka semua masalah akan kita anggap ringan dan enteng karena kita tahu ada Tuhan yang bersama dengan kita.

Tuhan minta agar jemaat Efesus bertobat karena kasih yang mula-mula diantara mereka sudah mulai pudar atau hilang. Sama seperti kita yang mempunyai pasangan, pasti kita mau menerima kasih dan hati pasangan kita sepenuhnya, bukan cuma setengahnya. Sama seperti Tuhan, Tuhan juga tidak ingin agar kita memberikan kepada Dia hati dan kasih kita setengah-setengah, tapi sepenuhnya.

Gambaran orang yang tidak mempunyai passion adalah tidak pernah bersyukur, selalu megeluh, kecewa bahkan mempunyai kepahitan. Bahkan mungkin tanpa kita sadari, kita mulai hitung-hitungan dengan Tuhan. Ketika kita mendapatkan promosi atau ketika kita mengerjakan project, kita bahkan berani lembur. Tapi ketika Tuhan minta waktu lebih, kita mulai mengerutu dan mengeluh, bahkan protes kepada Tuhan. Saat ada passion, kehendak dan keinginan kita seolah-olah sesuai dengan Tuhan, dan kita tidak pernah menggerutu tapi ketika tidak ada passion, maka semua kehendak dan keinginan kita seolah-olah bertentangan dengan Tuhan.

Firman Tuhan juga mengatakan, hendaknyalah kita itu panas atau dingin, jangan suam-suam kuku. Kita harus ingat, orang yang jahat, bejat bahkan brengsek yang di cari oleh Tuhan. Kenapa? Karena ketika mereka bertobat mereka menjadi orang-orang yang luar biasa di hadapan Tuhan. Ingatlah, Tuhan akan memuntahkan semua orang-orang yang suam-suam kuku. Untuk bisa menjaga passion dari Tuhan, selain kita berdoa, memuji dan menyembah Tuhan, kita juga harus masuk dalam komunitas yang bisa membuat kita tetap menjadi panas di hadapan Tuhan. Hidup kita itu harus seimbang, ingatlah Tuhan punya pola untuk setiap hidup kita. Kita tidak mungkin bisa kuat di dalam Tuhan, kalau kita sendiri tidak pernah berada dalam komunitas. Kita menjadi kuat kalau kita berada dalam komunitas.

Saya mau bersaksi, ketika saya di sembuhkan oleh Tuhan, saya pun mulai melayani Tuhan. Saya masuk dalam paroki Katholik. Karena saya mempunyai suara yang pas-pasan dan tidak mempunyai bakat musik, maka tugas saya adalah hospitalilty. Apakah itu?? Saya melayani teman-teman saya dengan cara menjemput dan mengantar mereka ke tempat pelayanan mereka. Tempat pelayanan mereka juga sangat jauh dan setelah mereka selesai pelayanan, kami juga makan bersama dan kebanyakan saya yang membayar untuk mereka. Saya melakukan hal ini, bukan untuk waktu yang singkat tapi untuk 4-5 tahun. Dan saya berterima kasih kepada Tuhan, karena selama waktu itu Tuhan menjaga passion saya, sehingga semua hal diatas saya lakukan dengan sukacita dan passion yang luarbiasa dari Tuhan.

Seperti Tuhan Yesus, karena passion-Nya, maka dia bisa menyelesaikan tugasNya dengan baik bahkan mati di kayu salib. Kalau kita mempunyai passion, maka semua masalah ini bisa terselesaikan dengan baik. (ST)


Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter