PESAN GEMBALA


Memiliki Rasa Syukur


Pdm Agustinus Puspawiguna 
Ibadah siang, 11 September 2011

Kalau kita ingin melihat apa yg akan terjadi, maka kita harus melihat apa yang sedang terjadi ke bangsa pilihan Tuhan. Memasuki tahun 5772 itu berarti Tuhan akan semakin masuk ke dalam kehidupan kita lebih lagi. Tahun ini Tuhan akan semakin mentransformasi bangsa kita. Bagaimana caranya? Mustahil bagi kita, tapi percayalah bagi Tuhan tidak ada kata mustahil. Kita bisa melihat dari Petrus yang ketika selesai berkotbah dan 3000 orang bertobat. Percayalah akan ada transformasi besar-besaran atas bangsa kita dan Tuhan akan memakai para murid-Nya. Yang Tuhan minta agar kita semakin mempersiapkan diri dalam menghadapi transformasi ini. Kalau kita tidak mempersiapkan diri kita, maka kita tidak akan bisa melihat dan mengalami lawatan Tuhan.

Dunia sekarang ini sedang mengalami guncangan dan kita dapat melihat dari nilai tukar dollar Amerika yang dulu begitu kuat sekarang sudah mulai tidak stabil, adanya perubahan besar-besaran yang terjadi dalam bangsa-bangsa seperti pergantian pemimpin. Matius 6:19-21 Walau dunia berguncang tapi ada satu yang tidak terguncangkan yaitu Tuhan Yesus. Kita sebagai murid Yesus, harus bisa mengambil keputusan yang benar dalam bersikap mengenai sesuatu yang material. Kalau kita tidak bisa mengambil sikap yang benar, maka kesetiaan kita kepada Tuhan Yesus akan terancam bahkan kita bisa menjadi marah dan kecewa terhadap Tuhan Yesus. Tuhan tidak melarang kita untuk mempunyai uang tapi Tuhan ingin agar prioritas kita kepada Tuhan adalah kekekalan. Ingat di mana harta kita berada disitu hati kita berada. Kalau prioritas kita salah, maka kita akan terjebak dan hidup kita  menjadi salah.

1 Yohanes 2:16 mungkin para wanita tahu kalau ada tas wanita yang mahal seharga 300 juta rupiah, mungkin kita berkata bahwa kita masih jauh dari hal-hal itu karena tas kita hanya seharga ratusan ribu, tetapi ketahuilah kalau kita mempunyai keinginan untuk memiliki tas tersebut maka prioritas kita menjadi salah. Bagi pria, keinginan mereka mungkin memiliki pesawat pribadi yang hari ke hari semakin mewah. 1 Timotius 6:10 kita harus mengerti prioritas hidup kita yaitu menuju kekekalan. Kita bukan tidak boleh untuk mengejar harta tapi mari kita merubah prioritas kita. Ketika kita dipanggil oleh Tuhan, maka segala hal yang sudah kita kumpulkan tidak akan mungkin kita bawa, tapi yang akan kita bawa adalah hal-hal yang bersifat kekekalan. Cara agar kita menang dari prioritas hidup kita adalah dengan cara bersyukur kepada Tuhan untuk segala hal.
 
Matius 6:24 yang mana menjadi pilihan kita: Tuhan Yesus itu harta kita yang paling berharga atau harta kita adalah Tuhan kita. Kita harus memilih salah satu dari diatas, kita tidak boleh berada ditengah-tengah. Banyak orang yang berkata kalau mereka baru akan mulai melayani Tuhan kalau mereka sudah mengalami financial freedom, tetapi ketahuilah Tuhan tidak akan mengabulkan permintaan kita. Yang Tuhan ingin agar kita semakin bergantung kepada Tuhan. Tuhan ingin kita mengalami financial freedom versi Tuhan yaitu bahwa Tuhan akan mencukupi segala kebutuhan hidup kita dan bukannya berdasarkan bunga bank yang kita dapat dari tabungan kita sehingga segala kebutuhan hidup kita akan tercukupi hanya melalui bunga bank. 

Matius 6:25-32 Tuhan Yesus bercerita lebih banyak mengenai keuangan daripada mengenai surga dan neraka. Kita mau mengalami penuaian jiwa-jiwa? Kalau ya, kita akan mengalaminya kalau jemaat mau untuk diajak berdoa mengenai jiwa-jiwa dan bukan hanya mengenai persoalan hidup mereka. Tuhan bahkan berkata agar prioritas hidup kita bukan untuk kebutuhan pribadi kita seperti apa yang kita makan dan minum dan pakai tapi lebih kepada hidup kita sendiri. 

Tuhan ingin agar kita lebih banyak bersyukur untuk hidup kita. Dalam Doa Bapa Kami, Tuhan mengajarkan agar kita lebih banyak bersyukur untuk hidup kita. Yang Tuhan sedang ajarkan kepada kita adalah bahwa Tuhan memelihara hidup kita. Matius 6:33-34 mungkin kita tidak kuatir akan diri kita sendiri, tapi yang kita kuatirkan mengenai anak kita yang kurang bertanggung jawab. Tapi melalui firman Tuhan ini, Tuhan minta agar kita mau menyerahkan segalaNya kepada Tuhan. Kebahagiaan kita tidaklah tergantung kepada kebutuhan kita. 

Ada 3 rasa syukur yaitu :
1. Orang kebanyakan. Kalau kita mengalami berkat yang besar. Seperti dapat rejeki yang berlimpah-limpah, menikah diusia 50 tahun.
2. Rasa syukur yang kecil. Kalau kita mengalami berkat yang kecil seperti ketika kita mendapatkan sandal jepit, dan lain-lain. Syukur atas keadaan kita seperti kita yang bertambah tua, buat ibu-ibu yang sudah mulai bertambah gemuk, bapak-bapak yang sudah mulai menjadi botak.
3. Rasa syukur yang sejati. Apakah kita bersyukur untuk segala hal yang kita terima? Seperti bersyukur untuk suami atau istri yang kita miliki? Bersyukur untuk setiap nafas kehidupan yang Tuhan kasih untuk kita? Apakah kita bersyukur untuk setiap kondisi kita yang mungkin kurang baik untuk kita?

Rasa syukur adalah salah satu bentuk kasih karena kasih adalah percaya akan segala sesuatu. 1 Yohanes 4:18 kasih itu melenyapkan ketakutan dan kekuatiran hidup. 


Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter