PESAN GEMBALA

Jangan Mengubah Fasilitas dari Tuhan Menjadi Tujuan Hidup Kita
Tweet
Pdm. Agustinus Puspawiguna
Ibadah siang, 09 Oktober 2011
Kita semua masih ingat mengenai hamba Tuhan yang minggu kemarin berkotbah yaitu Bpk. Pdt. Sonny Waplau. Bpk. Sonny Waplau dipakai oleh Tuhan sangat luar biasa di dalam berbagai bidang seperti anggota DPR, bendahara Partai Demokrat, pengusaha dan juga seorang hamba Tuhan yang menjadi salah satu wakil bendahara pusat. Istri dari Bpk. Sonny Waplau adalah seorang pendoa syafaat, beliau mendapatkan pesan Tuhan untuk kita semua jemaat-Nya, kalau kita mau dipakai oleh Tuhan menjadi bendahara-Nya, maka kita harus minta agar Tuhan terus memperlengkapi kita.
Setiap orang dewasa pasti akan melewati 3 fase yaitu :
1. To do
Fase ini adalah fase produktif seperti sekolah, kerja. Di fase ini yang berbahaya adalah kalau seseorang bekerja dengan ekstra keras bahkan mengorbankan banyak hal. Pada fase ini, mereka bekerja keras tapi tidak menghasilkan apa-apa. Kita jangan hanya kerja keras tapi juga kerja cerdas. Contohnya ada orang yang ingin mendayung perahu yang berada di pinggir pantai, di awal di mendayung perahunya maju tapi kok lama kelamaan terasa berat. Setelah diperhatikan ternyata perahu tersebut masih menempel di dermaga.
2. To have
Pada fase ini orang-orang yang sudah bekerja mulai menghasilkan sesuatu. Pada fase ini yang berbahaya adalah kita mulai memacu kita diri kita agar sesuatu yang kita hasilkan lebih besar dan banyak dan tanpa kita sadari kita bahkan mengorbankan segalanya seperti keluarga. Bagian kita adalah bekerja dan bagian Tuhan adalah memberkati kita.
3. To be
Kita semua tahu akhir-akhir ini banyak dokter yang bekerja cenderung sangat keras, seperti bekerja sampai tengah malam dan di pagi hari sudah harus memvisit pasiennya di pagi hari. Ada beberapa dokter yang melakukan hal ini dan sadar bahwa hasil yang dia dapatkan adalah uang dan bukan hal yang lain, lalu dokter ini mulai membuka klinik dan mengumpulkan dokter-dokter muda untuk membantu di kliniknya.
Kalau kita melihat contoh di alkitab yaitu Paulus. Beliau adalah seorang pengusaha yang usahanya sudah cukup maju, berasal dari keluarga yang cukup mampu, tapi beliau tahu masih ada yang kurang, oleh sebab itu, beliau meninggalkan segalanya dan mengikuti Tuhan Yesus. Hal yang sama juga dialami oleh Mahatma Gandhi. Sebagai anak Tuhan, kita jangan hanya melewati 2 fase di awal tapi mari kita melewati sampai di fase yang terakhir.
Mari kita menangkap maksud Tuhan untuk kita. John Maxwell bahkan berkata pertanyaan penting bagi kita adalah menjadi apakah aku ini dan bukan apa yang kita punyai. Sukses itu adalah maksud anda dalam kehidupan, bertumbuh untuk mencapai maksud sukses anda dan menaburkan benih yang menguntungkan bagi sesama.
Apakah firman Tuhan mengenai 3 fase?
1. Kejadian 1:28 dari firman Tuhan ini adalah penuhilah bumi (to do), taklukanlah (to have) dan berkuasa (to be). Kita harus mengerti bahwa kita harus menjadi berkat bagi sesama kita.
2. Kejadian 45:7 dari Yusuf kita juga belajar bagaimana melewati 3 fase. Bahkan pada akhirnya Yusuf menolong saudara-saudaranya. Menjamin kelanjutan keturunanmu (to do), memelihara hidupmu (to have), sebagian besar daripadamu tertolong (to be).
3. Yohanes 15:16 Tuhan meminta kepada kita untuk pergi (to do), menghasilkan buah (to have) dan buah tetap (to be). Cara agar buah kita itu tetap adalah kalau buah kita bisa dinikmati oleh orang lain, kalau buah kita tidak bisa dinikmati oleh orang lain maka pohon kita lama kelamaan akan menjadi mati. Dari hal ini kita diminta agar kita menjadi berkat bagi sesama kita.
Kita diberkati oleh Tuhan untuk menjadi berkat. Jangan kita menunggu sampai kita menjadi tua. Kalau kita yang saat ini sudah menjadi tua, maka kita harus menggenapi apa tujuan Tuhan dalam hidup kita.
Tujuan itu memberikan nilai buat kita. Kalau kita kehilangan tujuan kita, maka kita akan menjadi tidak bernilai. Contoh kalau kita memiliki mobil matic yang memiliki CC 1300, dan kita bandingkan dengan mobil matic yang memiliki CC 1500 maka mobil yang memiliki CC 1500 yang akan lebih bernilai. Saat ini mobil yang paling nyaman adalah mobil Mercedes, dan misalkan kita naik di mobil itu berkeliling kota dan tanpa memiliki tujuan maka kita akan menjadi lelah. Hal tersebut berbeda kalau kita naik mobil kijang dan kita memiliki tujuan, maka kita akan menjadi semangat. Kalau hidup kita tidak mempunyai tujuan, maka kita akan menjadi lelah oleh sebab itu mari kita penuhi hidup kita dengan apa tujuan Tuhan dalam hidup kita.
Kalau kita perhatikan banyak orang yang mengalami kegagalan dan hanya sampai di fase ke-2. Iblis menipu kita dengan 3 TA yaitu harta, tahta dan cinta. Kenapa iblis membelokkan kita ke 3 TA ini?? Kalau Tuhan memanggil kita, maka percayalah bahwa Tuhan akan bertanggungjawab atas hidup kita. Sama seperti kita yang mendapatkan tugas dari kantor untuk menghadiri sebuah seminar di luar kota, maka perusahaan akan menyediakan segala akomodasi dan transport kita selama kita di sana. Terlebih lagi kalau Tuhan memanggil kita, maka Ia akan memperlengkapi kita 1 Petrus 5:10. Ketika kita di pindahkan oleh perusahaan ke tempat yang baru, maka perusahaan akan menyediakan segala yang kita perlukan bahkan kita akan mendapatkan gaji tambahan dan fasilitas yang kita perlukan selama kita di sana. Mungkin diawal kita merasa tidak nyaman tapi percayalah perusahaan akan mendukung kita. Hal ini juga sama seperti ketika Tuhan memanggil kita, maka Tuhan akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kita semua. Iblis membuat segala fasilitas yang seharusnya kita terima menjadi tujuan kita. Firman Tuhan berkata bukankah kita harus mencari kerajaan Allah dalam hidup kita, maka segalanya akan ditambahkan kepada kita. Hal ini juga berlaku di dunia, kalau kita menyelesaikan tujuan Tuhan dalam hidup kita, maka segala fasilitas akan mengikuti kita.
Mari kita jangan mengubah fasilitas yang Tuhan kasih kepada kita menjadi tujuan hidup kita. Segala fasilitas yang Tuhan berikan kepada kita, tidak akan kita bawa ketika kita meninggal nanti. Sama seperti Yusuf yang mengalami kehilangan fasilitas dalam hidupnya (memakai jubah yang indah dari orang tuanya) tapi ketika Yusuf mengerti tujuan Tuhan dalam hidupnya, maka segala fasilitas mengikutinya.
Tidak penting berapa lama kita hidup tapi yang penting kita menyukakan hati Tuhan / memenuhi visi dari Tuhan untuk hidup kita. Kalau Tuhan mempercayakan kepada kita sesuatu perusahaan atau pekerjaan maka mari kita mulai memikirkan apa yang sudah kita hasilkan.
Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter