PESAN GEMBALA
Ibadah yang Disertai Rasa Cukup
Tweet
Pdm Agustinus Puspawiguna
Ibadah siang, 13 November 2011
Pertama-tama saya ingin membagikan mengenai mimpi. Kita tahu ada yang mempunyai mimpi untuk berjalan ke bulan dan di awalnya pasti diejek oleh orang-orang di sekitarnya dan di tahun 1960-an hal tersebut menjadi nyata. Martin Luther King Jr. juga mempunyai mimpi yaitu adanya persamaan antara orang kulit hitam dan putih dan akhirnya mimpi tersebut menjadi nyata melalui terpilihnya presiden Barack Obama. Amsal 29:18 mengatakan kalau kita tidak mempunyai mimpi atau visi dari Tuhan, maka kita akan menjadi binasa. Oleh karena itu, mari kita minta kepada Tuhan visi dari Tuhan.
Kita semua tahu lomba dayung. Ada yang berkelompok atau sendiri juga ada. Pada suatu perlombaan, yang memberikan mereka semangat adalah orang-orang disekitarnya, dan tiba-tiba ada suatu awan gelap yang turun sehingga menghalangi pandangan kita sehinga lama kelamaan karena mereka tidak bisa melihat lagi maka semangat mereka menjadi turun dan akhirnya menjadi berhenti. Begitu juga dengan hidup kita, kalau kita tidak bisa melihat jauh ke depan atau tidak lagi mempunyai visi maka hidup kita akan menjadi gelap.
Allah Bapa juga mempunyai mimpi atau visi untuk kita. 1 Tim 6:7-10 mengatakan ibadah itu adalah hidup kita bersama dengan Tuhan asal disertai dengan rasa cukup. Rasa cukup itu tidak ada keinginan untuk menjadi kaya. Dalam dunia kita pasti mempunyai keinginan untuk menjadi kaya, lebih mempunyai kedudukan yang tinggi dan lain-lain. Tapi apakah kita sadar kalau hal ini adalah mimpi yang dunia berikan kepada kita dan bukan mimpi yang dari Tuhan? Kalau kita terus hidup dalam mimpi yang dari dunia maka lama kelamaan kita akan menjadi mati, padahal rencana yang dari Tuhan pasti lebih baik daripada yang dunia berikan.
Filipi 3:7-8 mengatakan mimpi akan tinggal mimpi jika kita tidak bisa melakukan mimpi tersebut. Tapi kalau mimpi itu kita sertai dengan rasa cukup, maka tanpa kita sadari kita akan melakukan hal yang besar daripada Tuhan. Iblis akan terus berusaha membuat kita tidak melakukan mimpi yang daripada Tuhan. Dunia selama ini menjebak kita untuk berkata tidak cukup. Seperti seorang anak kecil kalau dia ditinggal didalam kamar yang gelap, maka dia akan takut, tapi kalau diruangan tersebut ada orang tuanya, maka anak kecil tersebut tidak akan takut. Seperti anak kecil yang sedang berjalan-jalan dengan orangtua nya dan ketika dia akan mengambil permen dia tidak takut kalau dia tidak mampu bayar, karena dia tahu ada orang tuanya yang pasti akan membayar permen tersebut. Begitu juga dengan hidup kita. Mari memiliki iman seperti anak kecil, yang tahu kalau orang tua nya ada maka orang tuanya akan menjaga dan melindungi dia. Kalau sebagai orangtua di mana anak kita tidak percaya kepada kita, maka kita akan menjadi kecewa. Hal ini juga berlaku kepada kita, kalau kita tidak percaya kepada Tuhan, maka Tuhan akan menjadi kecewa kepada kita.
Matius 18:3 mengatakan salah satu syarat agar kita bisa masuk kedalam kerajaan sorga adalah bertobat dan menjadi seperti anak kecil. Menjadi seperti anak kecil adalah karena anak kecil banyak memiliki mimpi dan ketika dia sudah mempunyai mimpi, maka dia akan berusaha agar mimpi tersebut menjadi kenyataan. Anak kecil akan selalu merasa cukup. Kenapa? Karena mereka merasa apapun yang dia inginkan akan selalu sama dengan apa dia dapat. Contoh ketika anak kecil dia lapar, maka dia akan minta makan, dan anak kecil tidak pernah memperhatikan dia makan apa? Dia tidak meminta Hoka Hoka Bento atau KFC. Sama seperti ketika dia kedinginan, dia tidak pernah meminta mantel yang mahal tapi mantel yang akan memberikan dia kehangatan. Mari kita berani untuk hidup dalam mimpi yang daripada Tuhan.
2 Raja-Raja 5:1-4 mengatakan dalam bangsa Israel, anak-anak kecil sampai usia 12 tahun akan diajarkan mengenai Taurat Tuhan. Dan hal ini dilakukan oleh anak kecil yang bekerja sebagai budak untuk panglima Naaman di mana anak kecil ini tidak takut untuk berbicara mengenai Tuhan kepada majikannya, yaitu istri panglima Naaman.
Bung karno juga tahu mengenai hal ini, dimana yang mendorong dia untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia adalah anak-anak muda, yang mana anak muda adalah orang yang mempunyai mimpi dan selalu mempunyai rasa cukup. Hal ini terlihat dari perkataannya yaitu berikan aku 1000 anak muda militan, maka aku akan memindahkan gunung dan berikan aku 10000 anak muda, maka aku akan menguncang dunia. Kenapa anak muda yang militan? Karena anak muda ini belum tercemari oleh dunia ini dan mereka masih mempunyai mimpi seperti seorang anak kecil.
Ada 3 hal yang gereja harus lakukan untuk melakukan perubahan:
1. Penginjilan
2. Perbuatan kemanusiaan
3. Kingdom business
Ke-3 hal ini harus dilakukan bersama-sama karena ini merupakan satu kesatuan. Contoh Bimbingan Belajar yang gereja dirikan. Bimbingan belajar ini sebenarnya bisa menjadi besar tapi masih mempunyai kendala yaitu kekurangan tenaga pengajar dan kekurangan dana, namun tetap harus dikerjakan karena itulah yang menyenangkan hati Tuhan.
Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter