PESAN GEMBALA


Pdt. Agustinus Puspawiguna, Integritas


Ibadah 1-3, 13 Januari 2013

   Shalom saudara. Tuhan mengingatkan saya lewat khotbah Pak Chris Muntu minggu lalu : Iblis suka merampas firman Tuhan yang sedang ditaburkan karena iblis tahu firman itu sangat berharga dan penting. Tuhan bicara pada saya seberapa firman Tuhan itu berharga buat saya, buat kita. Saya tanya Tuhan mengapa sekarang banyak orang Kristen yang murtad karena berakar belum dalam, karena jodoh, karena pergaulan yang salah dengan orang yang tidak seiman, dsb. Tuhan Yesus berkata Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui aku. Kita tidak bisa bilang semua agama sama. Sepupu kita pun tahu Dialah, Isa Almasih yang akan menghakimi di akhir zaman. Kita harus sungguh-sungguh menghargai firman Tuhan, serius menangkap sungguh-sungguh firman Tuhan. Seberapa integritas kita sebagai orang Kristen, kalau ya katakan ya. Integritas adalah kepribadian yang jujur, utuh, satu kata dengan perbuatan. Integritas bicara komitmen, loyalitas, tanggung jawab. Pdt. Daud Yeremia berkata integritas adalah tetap berpegang pada komitmen saya meskipun keadaan, situasi sudah berubah. Kita tetap berpegang pada komitmen sekalipun rugi, berani ambil tanggung jawab, sekalipun ada harga yang harus dibayar. Tuhan Yesus berani ambil tanggung jawab menanggung dosa kita sekalipun tanpa dipaksa. Orang yang berintegritas konsisten, disiplin.

   Mengapa kita perlu integritas ? Negara-negara yang sudah ada lama seperti Mesir, India sampai hari ini belum terlalu maju, belum terlalu kaya, kalah dari negara Singapura, New Zealend. Yang membedakannya adalah di negara Singapura dan New Zealend lebih banyak orang-orang berintegritas. Indonesia memiliki banyak sumber daya alam. Sementara Jepang yang miskin sumber daya alamnya menjadi negara nomor 2, nomor 3 terkaya di dunia. Hampir 100% orang Jepang tidak pindah kerja seumur hidupnya. Tuhan juga sangat merindukan anak-anaknya punya integritas. Pak Niko katakan tahun ini adalah Tahun Pemulihan Seutuhnya, Going to The Next Level. Tahun ini adalah tahun proses. Natal kemaren temanya Be Strong, ayatnya dari 2 Timotius 2: 1: Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. Kita jadi kuat dengan kekuatan dari Tuhan, bukan karena kekuatan kita. Melalui proses Tuhan tidak gampang. Mungkin saudara benar, tapi dianggap salah, melakukan sesuatu, saudara merasa itu hak saudara, memang milik saudara tapi diambil orang, Tuhan bilang serahkan. Kita butuh sungguh-sungguh berharap akan kasih setia Tuhan. Saya percaya ini semua untuk membawa kita ke next level.
   Judul perikop tema Natal kita adalah panggilan untuk ikut menderita. Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai , yang juga cakap mengajar orang lain. Ikutlah menderita  sebagai seorang prajurit  yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. Jangan pusingkan untung rugi kita. Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. Kalau saya ringkaskan sederhana, prajurit bicara komitmen, olahragawan bicara sungguh-sungguh, semuanya bicara sama : integritas. Tuhan sedang cari anak-anaknya yang hidup di dalam integritas kepada Dia.
   Efesus 3: 20 : Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak  dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa  yang bekerja di dalam kita. Saudara mau terima banyak ? Hanya Dia yang sanggup melakukan jauh lebih banyak daripada yang dapat kita pikirkan. Kita akan merasa lelah kalau mengandalkan diri sendiri. 1 Yohanes 2: 6: Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Kalau engkau percaya, engkau mau di dalam Dia, engkau wajib hidup sama seperti Dia. Tuhan Yesus Maha Kaya tapi Dia datang ke dunia justru Dia pikul beban, pikul salib. Dalam Kristus kita wajib hidup sama seperti Kristus hidup. Kita selalu mau jalan hidup kita lancar, seperti jalan tol, tidak mau masuk gang.
   Lukas 18: 18-25: Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal? "  Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu. " Kata orang itu: "Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: "Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki  dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya. Lalu Yesus memandang dia dan berkata: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan  Allah."
   Di kitab Lukas dikatakan seorang pemimpin, di kitab Markus dikatakan seorang muda yang kaya. Dikatakan jelas ia meninggalkan Yesus dengan hati yang sedih karena banyak hartanya. Orang ini baik menurut agama dan dunia ini, tapi firman Tuhan katakan, pak Niko katakan dia masuk neraka. Mungkin saudara katakan kalau dia setia, tapi Tuhannya adalah hartanya. Saudara Tuhan sedang proses kita supaya kita sungguh-sungguh bertuhankan Yesus Kristus. Mungkin saudara mengaku Kristen, tapi kalau Tuhan kita sesungguhnya bukan Tuhan Yesus, kita akan masuk neraka. Bukan setiap orang yang berseru Tuhan, Tuhan akan diselamatkan, sekalipun sudah menyembuhkan orang, sudah melakukan mujizat demi nama Tuhan. Sekali lagi miliki integritas. Seberapa kita menghargai firmanNya.
   Matius 13: 46:  Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu." Seberapa kita menghargai hidup kita yang sudah ditebus oleh Tuhan Yesus. Seberapa kita memperjuangkan kerajaan Allah itu ( mutiara itu ). Lukas 16:9 : Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon  yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi. " "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia  dalam hal Mamon  yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya ? Kalau kita setia dalam perkara kecil ( mamon ), kita juga akan setia dalam perkara besar. Integritas pribadi dapat dicapai dari hal-hal yang kecil. Kita harus bersahabat dengan Tuhan dengan mempergunakan mamon yang tidak jujur yaitu uang. Cintai manusia pergunakan barang-barang. Jangan cintai barang-barang mempergunakan manusia. Cintai Tuhan lewat mamon. Belajar setia dalam hal mamon/ uang supaya kita bisa diterima di kemah abadi. Di mana hartamu berada, di situ hatimu berada. Berikan yang terbaik untuk Tuhan, untuk kemuliaan Tuhan. Belajar setia dengan perpuluhan. Maksud Pak Erastus adalah dia tidak setuju kalau orang merasa karena sudah memberikan persepuluhan, maka 90% sisa hartanya adalah milik sendiri, bukan milik Tuhan. Kita harus sadar bahwa 100% milik kita adalah miliknya Tuhan. Orang untuk belajar memberi perpuluhan saja masih suka hitung-hitungan. Waktu Tuhan perintahkan kita untuk memberi, berapa pun kita taati. Kita adalah pengelola harta Tuhan.
   Matius 23: 23-24: Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Perpuluhan hanya cara, jangan persoalkan itu, melainkan esensinya, apa yang Tuhan minta dari kita. Kita harus menomorsatukan Tuhan. Kita tidak boleh terikat dengan harta. Hidup kita untuk memuliakan Tuhan. Kalau kita sadari itu, kita tidak akan menumpuk harta di bumi. Kalau Tuhan suruh kasih, jual dan bagikan. Itu lebih dari 10%. Memang tidak mudah. Tapi kita harus tahu kita sedang menuju ke sana, kita harus bisa melepaskan semua ini. Kalau Tuhan bicara dalam hati kita, apakah kita berani melangkah. Kita semua butuh uang. Tapi kita terikat karena punya standard : mobil tertentu, baju merk tertentu, dsb. Keterikatan/ konsumerisme tidak berasal dari Tuhan. Kita masih punya keinginan tertentu tapi kita harus mengerti, kita harus jadi anak Tuhan yang punya integritas. Kita harus menang dalam perkara kecil, yaitu uang. Selama kita punya standard tertentu, kita tidak bisa berserah kepada Tuhan. Pastikan kita berjalan ke arah yang benar sehingga ada 1 kepastian Tuhan sediakan tempat bagi kita di sorga.
   Lukas 16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia  dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Harta yang sesungguhnya adalah keselamatan kekal yang Tuhan sediakan bagi kita. Anak muda tadi tidak setia dalam hal mamon yang tidak jujur. Harta yang ada pada kita, uang kita, perusahaan kita sesungguhnya adalah harta orang lain yaitu hartanya Tuhan. Kalau kita tidak setia dalam perkara harta orang lain, Tuhan tidak akan mempercayakan harta kita sendiri.
   Amsal 3: 9-10 : Muliakanlah TUHAN dengan hartamu  dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. Penekanannya adalah muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu. Dalam doa pengerja tahun-tahun lalu Pak Niko katakana persembahan sulung adalah perpuluhan, tahun kemarin lebih dari perpuluhan, tahun ini seluruh penghasilan dalam bulan pertama/ Januari. Kita harus melayani Tuhan dengan mempergunakan mamon yang tidak jujur. Semakin banyak yang kita tabur, semakin banyak yang kita tuai.


Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter