RENUNGAN
SERUAN ANGKATAN GENERASI MUDA (Bagian 1 dari 2) - SUPLEMEN COOL - Minggu #3 November 2011
Lukas 7:31-35
Konferensi pemberdayaan kegerakan ROH KUDUS di Asia, atau biasa disebut Empowered-21 Asia, baru saja berakhir. Acara boleh berakhir tetapi pergerakan ROH KUDUS ke depan ini akan memasuki tahap percepatan dan perlimpahan yang luar biasa. Amin! Salah satu pesan yang banyak diangkat dalam konferensi tersebut adalah mengenai pentingnya memperhatikan Generasi Muda yang berikutnya atau disepakati dengan istilah “The Next Generation”. Tanpa disadari, banyak Gereja yang berfokus kepada apa yang terjadi saat ini dan generasi yang saat ini memegang tampuk Gereja, namun tidak terlalu memperhatikan kepada generasi berikutnya. Sekolah Minggu, Junior Church dan Youth seringkali hanya dipandang sebagai salah satu “acara” dalam Gereja, bahkan tidak sedikit hanya dipandang sebagai tempat mewadahi anak-anak sementara orang-tuanya beribadah secara reguler. Tentu pandangan ini tidak tepat karenanya disepakati dalam Empowered-21 Asia yang lalu bahwa Gereja (berarti juga “COOL”) harus memberi perhatian khusus kepada angkatan “The Next Generation” ini.
Perhatikanlah, bahwa kegerakan ROH KUDUS bisa saja terputus pada suatu bangsa apabila “The Next Generation” tidak diperhatikan. Contoh:
Setelah masa Yosua berlalu, Israel jatuh dalam dosa berkali-kali pada masa Hakim-hakim. Mengapa? Mereka kehilangan suatu generasi.
Setelah masa Daud, munculah Absalom dan raja-raja Israel yang tidak berkenan dihadapan TUHAN. Mengapa? Daud kehilangan suatu generasi.
Gereja mula-mula di Efesus, Filadelfia, Kolose dan lainnya, semuanya merupakan Gereja-gereja besar, tetapi sekarang sudah tidak ada lagi. Mengapa? Gereja-gereja ini kehilangan suatu generasi.
Kita tentu tidak mengharapkan hal-hal diatas terjadi atas bangsa kita, atas Gereja kita, bahkan tidak atas COOL kita. Itulah sebabnya, TUHAN YESUS memberikan suatu ciri yang memang selalu melekat pada generasi muda berikutnya. Perhatikan teks diatas (Lukas 7:31-35). TUHAN YESUS sedang mengajar kita bahwa disetiap generasi muda ada suatu seruan yang mereka kumandangkan kepada kita. Ada seruan agar “api” yang telah kita terima itu tidak padam. Ada permohonan agar iman yang kita miliki dapat diteruskan kepada mereka, sesuai dengan keadaan mereka. Apakah yang menjadi seruan mereka? Ada 4:
1. Generasi Muda mendambakan Iman yang Dinamis dan Menyenangkan
“Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan …” – Lukas 7:32a
Setiap generasi akan selalu bertindak lebih dinamik dan enerjik dibanding generasi sebelumnya. Ingatkah bagaimana ketika kita muda dahulu, kitapun memandang para orang tua kita/generasi sebelum kita sebagai generasi yang “membosankan” ? Tetapi tanpa kita sadari, sekarang kitalah yang menjadi “generasi yang membosankan” tersebut – setidaknya dipandangan generasi muda. Harus kita akui bahwa tantangan yang dihadapi “The Next Generation” ini lebih besar dari apa yang pernah kita hadapi. Tuntunan studi, pekerjaan bahkan pelayanan lebih besar kepada mereka dibandingkan kepada kita. Itulah sebabnya mereka mendambakan suatu Iman, bimbingan, pengajaran dan pembapaan yang dinamis dan menyenangkan agar semua tuntunan-tuntunan zaman mereka dapat mereka hadapi dengan kuat. Gereja yang tidak dapat menyamai ritme generasi muda, apabila terus “keras kepala” dengan ritme-nya, maka lambat laun akan ditinggalkan oleh generasi muda-nya. Inilah juga sebabnya mengapa Gereja-gereja tradisi di Eropa, Amerika dan tempat-tempat maju lainnya ditinggilkan generasi mudanya, karena tidak memberikan tempat untuk Iman yang dinamis dan menyenangkan bertumbuh.
Diskusi:
Bagaimana caranya untuk membuat COOL menjadi tempat yang baik dimana iman itu bertumbuh secara dinamis dan menyenangkan?
2. Generasi Muda mendambakan Iman yang Kreatif dan Penuh Warna
“Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.” ~ Lukas 7:32
Generasi Muda mendambakan agar mereka dinaungi, diajarkan dan diresponi dengan Iman yang Kreatif dan Penuh Warna. Generasi muda adalah generasi yang ekspresif dan mereka merindukan ekspresi mereka-pun diresponi dengan tepat. Beberapa dari kita mungkin hanya senang menyanyi bagi TUHAN, tetapi jangan kita menghalangi mereka yang juga ingin menari bagi TUHAN. Jangan kita menghalangi mereka yang ingin secara kreatif menghidupkan iman kita. Hati-hati! Sangat mudah bagi kita menjegal kreatifitas generasi muda dalam mengekspresikan iman apabila apa yang ingin mereka lakukan tampaknya berbeda dengan apa yang pernah kita buat, atau apa yang hendak mereka lakukan belum pernah dilakukan sebelumnya. Tetapi demikianlah generasi muda. Mereka TUHAN tempatkan untuk melakukan terobosan. Dan generasi ini akan terus menerobos. Apabila COOL/Gereja tidak siap atau malah sikap membendung, alternatif lainnya adalah generasi muda akan mencari tempat lain dimana ide-ide mereka diterima dan sebagai akibatnya COOL/Gereja kehilangan satu generasi.
Ingatlah akan satu hal ini: pesan-pesan teologia dan kebenaran Firman TUHAN tidak berubah, tetapi metode pelaksanaannya bisa saja berubah. The message is the same, but the methods changes all the time. Kita harus memberi kesempatan kepada generasi muda untuk melakukan terobosan dengan metode yang sesuai dengan generasi mereka (kontekstual).
Satu hal yang perlu kita perhatikan juga adalah bahwa generasi muda pun memiliki pergumulan mereka sendiri. Apa yang mereka gumulkan mungkin/bisa saja kita anggap hal yang remeh, karena kita pernah melalui hal yang sama. Tetapi bagi mereka, pergumulan yang mereka hadapi melahirkan nyayian kidung duka. Seringkali kita sebagai generasi yang lebih tua menanggapi hal ini dengan memberikan lebih banyak nasehat, teguran dan semacamnya. Ini tidak salah, tetapi ada juga momen yang mereka rindukan adalah bahwa kita mengerti dan empati atas pergumulan yang mereka hadapi.
Diskusi:
Kira-kira apa yang bisa COOL kita lakukan untuk menarik lebih banyak generasi muda? Apa yang bisa generasi berikutnya ini lakukan agar mereka mampu menarik lebih banyak jiwa-jiwa dari generasi mereka sendiri?
Penutup (bagian 1)
Apakah api lawatan TUHAN yang kita rasakan hari-hari ini akan tetap ada di masa-masa mendatang, tergantung bagaimana kita mempersiapkan dan meresponi dengan tepat generasi sesudah kita. Elisa bisa melakukan hal-hal yang lebih luar biasa daripada pendahulunya (Elia) karena Elia mempersiapkan dan mengimpartasikan Iman yang dibutuhkan oleh Elisa. Api TUHAN akan tetap menyala apabila kita juga mendengarkan, memperhatikan, mempersiapkan generasi muda yang berikutnya. Tergantung kepada kita, agar ayat ini menjadi kenyataan:
“Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan
memberitakan keperkasaan-Mu.” ~ Mazmur 145:4
[Pembahasan dilanjutkan minggu depan] – CS/2011
Sumber: http://hmministry.com/2011/11/1939/SUPLEMEN_COOL___NOV__3.GBI
Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter