RENUNGAN
SERUAN ANGKATAN GENERASI MUDA (Bagian 2 / terakhir) - SUPLEMEN COOL - Minggu #4 November 2011
Lukas 7:31-35
Minggu lalu kita telah belajar bahwa setiap generasi muda, “The Next Generation”, menyerukan suatu harapan kepada generasi sebelum mereka. Kita beresiko kehilangan suatu generasi kalau kita tidak memperhatikan, tanggap dan mempersiapkan generasi muda selanjutnya. Jangan sampai kita berfokus kepada apa yang terjadi “hari ini” sampai kita lupa bahwa setelah kita masih ada generasi yang harus kita perhatikan agar api TUHAN tidak padam. Jangan sampai kehilangan suatu generasi.
TUHAN YESUS menjelaskan bahwa disetiap generasi yang baru, seruan yang mereka sampaikan kepada generasi berikutnya haruslah kita perhatikan. Kondisi setiap generasi berbeda, sehingga metode-metode untuk menghidupi Iman pun berbeda. Firman TUHAN tetap sama, tetapi tuntunan TUHAN kepada setiap generasi itu berbeda. Firman TUHAN tetap sama, tetapi metode bagaimana kita hidup dalam Firman itu (metode ibadah, metode penginjilan, metode penggembalaan) haruslah berubah/dinamis sesuai dengan kondisi tiap generasi. Kita telah mempelajari 2 point di minggu lalu, mari kita lihat 2 point lagi dari apa yang di dambakan oleh “The Next Generation”.
3. Generasi Muda mendambakan Iman yang Supranatural dan Nyata
“Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan.” ~ Lukas 7:33
Berapa banyak hari Gereja-gereja yang masih mengajarkan bahwa mujizat dan tanda-tanda ajaib berhenti pada masa Rasul-rasul? Berapa banyak Gereja yang mengajarkan bahwa urapan dan pencurahan ROH KUDUS sudah berhenti? Generasi muda mendambakan ketika iman kekristenan diberitakan, maka itu juga dibuktikan! Mudah bagi kita untuk berkata “berbahagialah yang percaya walau tidak melihat” tetapi ingatlah bahwa kata-kata itu TUHAN YESUS ucapkan setelah IA membuktikan mujizat kebangkitanNya kepada Tomas.
Generasi muda tidak membutuhkan penjelasan teologis yang panjang dan lebar mengapa mujizat bisa terjadi atau tidak terjadi. Yang mereka dambakan adalah pembuktian bahwa Mujizat itu Masih Ada dan Iman yang diajarkan kepada mereka adalah nyata. Itulah sebabnya hari-hari ini, sebagai generasi yang lebih tua, kita pun harus berani hidup dan melangkah dalam iman yang luar biasa. Jangan lagi berdoa kesembuhan tanpa iman. Jangan lagi bermental “mudah-mudahan”. Tetapi milikilah iman yang teguh dan percaya penuh kepada TUHAN, iman yang menghasilkan tanda-tanda ajaib dan mujizat, sehingga generasi muda sesudah kita pun melihatnya dan mengikuti jejak kita.
Salah satu ciri generasi muda adalah mereka ingin melakukan terobosan. Mereka ingin melakukan hal-hal yang berbeda dengan apa yang generasi sebelumnya lakukan. Ide-ide mereka mungkin kelihatan “radikal” sehingga kita pun ragu apakah bisa terlaksana atau tidak. Kuncinya adalah biarkan mereka melakukan apa TUHAN taruh dalam hidup mereka. Jangan kita menjadi orang yang justru menjegal, karena itu bisa saja diartikan oleh mereka sebagai tanda bahwa kita “kurang iman”.
4. Generasi Muda mendambakan Iman yang Mengasihi tanpa terkecuali.
“Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.” ~ Lukas 7:34
TUHAN YESUS datang untuk menyelamatkan orang berdosa, termasuk generasi muda yang berdosa. Generasi muda yang jatuh dalam dosa sangat sadar bahwa mereka melakukan hal yang buruk. Yang mereka dambakan adalah bahwa mereka tetap terima dan diberikan jalan untuk keluar dari belenggu dosa. Mereka mendambakan kasih yang tanpa kecuali, kasih yang tidak menghakimi. Apakah kita generasi yang lebih tua lebih baik dari pada mereka? Bukankah kita juga jatuh bangun dalam kesalahan kita? Tapi kita bisa bangkit kembali karena kita tahu BAPA yang di surga mengasihi kita dan melepaskan kita dari belenggu dosa. Itulah juga yang didambakan oleh generasi muda kepada kita, generasi “Bapa rohani” mereka.
Generasi muda pada zaman dewasa ini diperhadapkan kepada banyak sekali standar kesempurnaan. Pikirkanlah baik-baik: tuntutan yang dibebankan kepada mereka jauh lebih banyak daripada ketika kita masih muda. Ini bukanlah perjalanan yang mudah bagi mereka. Ditengah tuntunan yang menggunung itu, mereka perlu tahu bahwa apapun yang terjadi, mereka akan selalu dikasihi dan diterima walaupun tuntutan dunia/masyarakat tidak dapat jawab sepenuhnya. Ingatlah, dimata mereka, kita sebagai generasi yang lebih tua adalah perwakilan dan pengejawantahan KRISTUS di dunia.
Ini saatnya!
Api pencurahan ROH KUDUS akan terus bergulir di dalam Gereja kita, di dalam COOL kita, di dalam keluarga kita, bila kita peka, tanggap dan meresponi apa yang diserukan oleh “The Next Generation”. Jangan tampilkan Injil yang membosankan, COOL/Gereja yang tidak progresif, Yesus yang asing dan “tidak nyambung” dengan kaum muda, atau iman yang tidak berkuasa kepada generasi muda. Tetapi berikan dan tunjukkan kepada mereka Injil yang hidup, COOL/Gereja yang terus dibaharui, YESUS yang mengasihi mereka dan iman yang berkuasa. Maka apa yang dikatakan Mazmur 22:31 akan menjadi kenyataan:
“Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya, dan akan menceritakan tentang TUHAN kepada angkatan yang akan.”
Sumber: http://hmministry.com/2011/11/1956/SUPLEMEN_COOL___NOV__4.GBI
Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter