RENUNGAN
SUPLEMEN COOL - DES #2 MENGALAMI PERJUMPAAN DENGAN YESUS
Natal semakin mendekat dan tentunya sukacita kita pun bertambah saat hari itu datang menjelang. Natal bukanlah sekedar hari dimana kita memperingati datangnya TUHAN YESUS sebagai manusia ke dunia ini, tetapi sukacita bahwa kita memiliki TUHAN yang demikian mengasihi kita sehingga mau menjadi serupa dengan kita manusia, bahkan akhirnya disalib demi kita. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada apa yang telah TUHAN YESUS berikan kepada kita. Itulah sebabnya atmosfir sukacita Natal tidak hanya kita rasakan dalam satu hari saja, tetapi juga dalam satu bulan penuh, bahkan mungkin lebih.
Kisah-kisah seputar kelahiran TUHAN YESUS akan banyak kita dengarkan dan simak selama bulan-bulan ini. Namun mari kita saat ini belajar dari tokoh-tokoh tertentu yang mengalami perjumpaan khusus dengan TUHAN YESUS; apa yang membuat mereka demikian spesial sehingga Alkitab mencatat kehadiran mereka dalam kisah Natal pertama di Tanah Perjanjian.
1. Gembala-gembala (Lukas 2:8-18)
Kehidupan Gembala pada zaman kuno waktu itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Mereka cenderung bergerak dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari padang rumput bagi kawanan domba. Perjalanan itu sendiri seringkali menghadapi bahaya. Yang menarik adalah, Betlehem sebagai tempat kelahiran YESUS sebenarnya adalah daerah pertanian, sehingga bisa kita katakan pekerjaan sebagai Gembala sebenarnya bukan pekerjaan idaman di daerah itu. Tetapi seperti bapa leluhur mereka Daud (yang juga berasal dari Bethlehem), para Gembala mengerjakan tugas mereka dengan tidak berkeluh kesah, tetapi mereka melaksanakannya dengan mengucap syukur dan setia. Karena mereka setia melakukan apa yang mungkin dianggap “remeh” oleh orang lain, maka TUHAN memberikan kepada mereka sesuatu yang besar, yaitu perjumpaan dengan diriNya.
Pesan bagi kita yang kita dapatkan melalui tindakan para Gembala-gembala ini: Mereka yang setia, mengucap syukur dan bertanggung-jawab atas berkat yang miliki saat ini, merekalah yang akan mengalami perjumpaan khusus dengan TUHAN.
2. Orang-orang Majus dari Timur (Matius 2:1-10)
Beberapa orang ada yang menerjemahkan bahwa yang dimaksud orang Majus adalah raja-raja. Tetapi yang paling tepat adalah bahwa mereka adalah kaum terpelajar. Mereka bukanlah dukun atau ahli astrologi yang melihat bintang untuk meramal nasib, tetapi mereka mempelajari kitab-kitab dan mengetahui bahwa akan tiba waktunya TUHAN akan memberi tanda di langit sebagai pernyataan kedatangannya di dunia, sebagaimana telah dinubuatkan dalam Bilangan 24:17 dan Yesaya 11:1. Mereka peka akan perwahyuan TUHAN mengetahui bahwa saat pernyataan TUHAN telah tiba. Mereka bertindak atas petunjuk TUHAN (sangat berbeda dengan para ahli Tauratnya Herodes yang juga tahu Firman TUHAN tetapi tidak memiliki kepekaan atau kepercayaan atas kebenaran Firman TUHAN). Karena mereka percaya Firman, mereka bertindak dengan iman dan peka terhadap tuntunan TUHAN, maka orang-orang mengajus mengalami perjumpaan yang luarbiasa dengan TUHAN YESUS.
Bertindak bukanlah tanpa tantangan. Pikirkanlah harga yang dibayar oleh orang-orang Majus ini hanya untuk mengikuti kehendak TUHAN: perjalanan yang jauh, tidak dianggap oleh Herodes, dan membawa persembahan yang mahal-mahal untuk diberikan kepada TUHAN YESUS. Tetapi semuanya itu pada akhirnya tidak ada nilainya dibandingkan dengan perjumpaan yang ilahi dengan TUHAN YESUS.
Pesan bagi kita yang kita dapatkan melalui tindakan para Orang-orang Majus ini: Mereka yang percaya pada Firman TUHAN, pada tuntunan-Nya dan mau bertindak atas hal tersebut, bahkan bayar harga agar visi itu menjadi kenyataan, merekalah yang akan mengalami perjumpaan khusus dengan TUHAN.
Proyek Ketaatan
TUHAN berkenan untuk menyatakan kasihNya kepada semua orang dunia dengan menjadikan diriNya sama seperti kita, bahkan akhirnya disalib demi kita. Bagian kita adalah mari kita menghadap hadiratNya dengan sikap sebagaimana yang telah diteladani oleh gembala-gembala dan para Orang Majus. Dan, jangan hanya berhenti disana, mari kita juga bertindak agar banyak orang mengalami perjumpaan khusus dengan TUHAN. Mari kita mengajak mereka yang sedang membutuhkan jamahan dari TUHAN, mujizat dari TUHAN, pemulihan dari TUHAN, pengampunan dari TUHAN …mereka yang membutuhkan TUHAN, untuk datang bersama dalam KKR 24 Desember 2011 di Gelora Bung Karno. Biar mereka juga mengalami kasih dan mujizat TUHAN yang luarbiasa. Sukacita Natal yang akan mereka (dan kita) alami bukan hanya saja perayaan, tetapi sukacita karena Mujizat dan Pemulihan yang TUHAN YESUS berikan untuk mereka itu nyata. Mulailah mengajak dan mengundang banyak orang, bahkan jika perlu COOL membayar harga (“menabur”) untuk membawa mereka pada tanggal 24 Desember 2011 ke Gelora Bung Karno.
Gembala Sidang/Pembina dan Para Wakil Gembala Sidang/Pembina
beserta seluruh jajaran Pengerja GBI Jl.Gatot Subroto
mengundang COOL dan semua orang untuk datang menghadiri
KKR “Mujizat Masih Ada” 24 Desember 2011 pk. 17.00 WIB,
di Gelora Bung Karno, Jakarta.
Selamat Hari Natal 2011 !
Multiplikasi dan Promosi, telah dan akan terus terjadi !
Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter