RENUNGAN
SUPLEMEN COOL - JAN#2 3 CIRI ORANG YANG DIKENAN TUHAN
Minggu lalu kita telah membahas bahwa tahun 2012 adalah Tahun Perkenanan TUHAN dan ada 7 (tujuh) hal yang harus kita perhatikan dan kita lakukan sepanjang tahun ini. Syarat untuk mengalami perkenanan TUHAN sebenarnya sederhana saja, yaitu kita harus menjadi orang yang berkenan di hadapan TUHAN. Sederhana bukan? Tetapi agar kita tahu apa yang menjadi ciri atau tanda orang yang dikenan TUHAN, perhatikanlah 3 ciri/tanda berikut ini jadilah demikian:
1. Hidupnya dipenuhi damai sejahtera.
“Sampai dicurahkan kepada kita ROH dari atas: maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan. Di padang gurun akan selalu berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya.” ~ Yesaya 32:15-17
Dari teks diatas sebenarnya sangat jelas sekali darimana asalnya damai sejahtera itu. Orang yang belum dipenuhi oleh ROH KUDUS maka hidupnya adalah ibarat padang gurun; gersang dan kering. Tetapi ketika ia dipenuhi oleh ROH KUDUS, hidup tuntunan ROH dan bukan kedagingan, maka hidupnya beubah menjadi kebun buah-buahan bahkan lebat dan subur berlimpah seperti hutan.
Orang yang masih “padang gurun” akan selalu menuntut keadilan. Kapan saja dia merasa dirugikan, dia akan menuntut hak dan keadilan. Masalahnya kapankah keadilan akan benar-benar memuaskan diri kita? Manusia merasa pahit, sakit hati, tidak hidup tenang dan sebagainya karena sebenarnya tidak merasakan keadilan. Tetapi orang yang dipenuhi oleh ROH, maka ia menjadi “kebun buah-buahan” dan disanalah kebenaran itu tetap. Apakah itu kebenaran? Yaitu Firman TUHAN dan kasih TUHAN! Firman TUHAN mengatakan bahwa kalau ada menampar pipi kananmu, maka kau berikan pipi kirimu juga. Kalau ada menuntut pakaianmu, maka kau berikan jubahmu juga. Kalau ada yang memintamu berjalan satu mil, kau bahkan berjalan dua mil. Jika ada yang menganiaya kita, kita harus mendoakan orang itu. Inilah kebenaran dan kasih TUHAN. Kita tenang dan damai sejahtera bukan karena apa yang terjadi disekeliling kita, tetapi karena kita hidup dalam tuntunan dan kebenaran dari TUHAN. Itulah sebabnya dikatakan bahwa akibat dari hidup dalam kebenaran (hidup dalam ROH) adalah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya.
Kuncinya: hidupmu harus dipenuhi dan dituntun oleh ROH TUHAN dan bukan dalam kedagingan. Anda tidak akan pernah bisa tenang dan damai sejahtera dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Kemampuan untuk berubah dari “padang gurun” ke “kebun buah-buahan” hanya karena ROH. Kemampuan untuk melaksanakan seluruh kebenaran Firman TUHAN hanya karena ROH.
2. Menyembah TUHAN YESUS.
“Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah DIA. Mereka pun membuka tempat harta benda-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.” ~ Matius 2:10
Para orang Majus dari timur memberikan pembelajaran yang sangat baik bagi kita, yaitu bahwa ciri kedua orang yang berkenan di hadapan TUHAN adalah mereka yang menyembah TUHAN YESUS. Menarik sekali bahwa Alkitab mencatat bahwa tidak banyak yang datang untuk menyembah TUHAN YESUS setelah kelahiranNya di dunia. Tetapi orang-orang Majus merindukan untuk menyembah TUHAN sehingga ALLAH akhirnya berkenan kepada mereka dan menunjukkan arah kemana untuk mendapatkan YESUS melalui mujizat di langit.
Ketika mereka menyembah YESUS, maka dari persembahan yang mereka berikan kita belajar bahwa yang namanya menyembah artinya memberikan sesuatu kepada TUHAN. Menyembah tidak pernah dengan tangan hampa. Apa yang Firman TUHAN ajarkan melalui persembahan orang Majus?
- Emas, ini adalah lambang berkat secara materi. Ketika kita menyembah TUHAN, kita dapat mewujudkannya dengan memberi secara materi. Berilah dengan motivasi yang benar, yaitu karena kita ingin menyembah YESUS, bukan karena ingin mencari nama baik atau motivasi lainnya.
- Kemenyan, ini adalah lambang doa-pujian-penyembahan. Kita juga menyembah TUHAN melalui doa-pujian-penyembahan. Doa yang kita naikkan bukanlah permohonan tetapi kata-kata yang memuliakan dia. Pujian yang naikkan bukan untuk menyenangkan hati kita, tetapi untuk memuji apa yang telah IA perbuat. Penyembahan yang kita berikan bukan untuk menyenangkan jiwa kita, tetapi karena memang DIA adalah TUHAN yang layak untuk menerima segala hormat dan keagungan. Sukacita yang kita rasakan saat kita berdoa-memuji-menyembah DIA adalah anugrah yang IA berikan karena kita berdoa-memuji dan menyembah DIA.
- Mur, ini adalah lambang kesembuhan. Mur pada zaman dahulu kala adalah bahan dasar obat-obatan. Artinya, segala kesembuhan, kelepasan dan kelegaan yang kita terima dari TUHAN, semuanya harus kita kembalikan kepadaNya untuk kemuliaan namaNya. Tubuh kita yang sudah ia pulihkan, kita persembahan sebagai persembahan yang hidup dihadapanNya. Tubuh ini kita gunakan untuk melayani dan menyenangkan hati TUHAN.
3. Memiliki karakter YESUS.
“...dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala ke arah DIA, KRISTUS yang adalah kepala.” ~ Efesus 4:15
Perhatikanlah tokoh-tokoh / pahlawan iman yang dicatat dalam Alkitab; orang-orang seperti Yusuf, Daud, Yosua, Kaleb dan lainnya. Mereka semua dikenan oleh TUHAN karena mereka memiliki karakter yang menyerupai TUHAN YESUS. Mereka memang tidak sempurna, tetapi sepanjang hidup mereka mereka bertindak dan bertumbuh semakin lama semakin dewasa, sehingga menyerupai YESUS. Kalau kita mau menjadi orang yang dikenan TUHAN, maka hidup kita harus semakin lama menjadi semakin serupa dengan KRISTUS. [CS/2012]
Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter