RENUNGAN


Takut Akan Tuhan


"TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka" (Mzm 25:14)

Ada sesuatu yang hilang dari ibadah yang 'rutin' kita lakukan...
Ada sesuatu yang hilang dalam hidup ke-'kristen'-an kita...
Ada sesuatu yang hilang dalam komunitas COOL kita...
Ada sesuatu yang hilang dalam doa-doa dan penyembahan kita...

Dan sesuatu itu adalah :

"Takut Akan TUHAN"

 

"Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan"
(Amsal 1 : 7a)

Seharusnya takut akan TUHAN adalah permulaan dari segala sesuatu yang kita pikirkan, perkatakan dan perbuat. Menghormati kehadiran-Nya di dalam segala aspek menjadi landasan dalam kehidupan kita.

Untuk dapat menghadirkan hadirat Allah, Raja segala Raja, maka sikap hati yang takut akan TUHAN menjadi syarat mutlak. Karena tidak mungkin seseorang mau hadir di suatu tempat di mana tidak ada penghormatan akan dirinya. Tidak mungkin seseorang mau hadir apabila tidak ada penghargaan akan dirinya, bahkan semua pihak bersikap acuh tak acuh kepada dirinya. Sama halnya dengan Raja di atas segala Raja. Dia hanya  mau hadir di mana ada penghormatan dan penghargaan akan kehadiran-Nya.

Di dalam ibadah, seringkali kita begitu menikmati musik, menikmati pujian, menikmati ruang ibadah, menikmati penyembahan, dan bahkan menikmati khotbah, tapi kita lupa menikmati hadirat Allah.

Tanpa sadar kita suka berbicara, melakukan yang tidak sepatutnya kita lakukan pada saat ibadah sedang dilangsungkan, Firman sedang diberitakan, bahkan saat doa bersama. Hal ini sama saja seumpama ada seorang Raja yang sedang berbicara dengan kita, namun kita berbicara dengan orang lain dan mengacuhkan sang Raja. Tuhan tidak akan hadir di tengah-tengah orang yang berlaku seperti ini.

Dalam COOL atau hidup komunitas kita, seringkali kita begitu asyik dengan persekutuan antar "sesama" anggota COOl, namun kita melupakan persekutuan dengan-NYA dan menceritakan tentang kasih-Nya.

Dalam doa kita, seringkali kita menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang rutin yang dapat kita lakukan dengan cepat dan bahkan seperti membacakan 'hafalan' namun kita lupa menghormati pribadi kepada siapa kita berdoa.

Dalam hidup kita sehari-hari, kita seringkali begitu 'mudah' melakukan dosa, karena kita tidak menyadai ke-'maha hadir'-an diri Nya.

Kita juga seringkali terbuai akan perbuatan-perbuatan-Nya dibandingkan diri-Nya. Kita lebih merindukan uluran tangan-Nya dibandingkan keinginan yang membara untuk memberikan yang terbaik dari diri kita kepada-Nya.

Jika hidup kita hendak dipenuhi dengan hadirat-Nya, kembalilah kepada sikap "TAKUT AKAN TUHAN".
(Rc)


Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter