RENUNGAN


Hati-hati Dengan Perkataanmu


"Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia."
(Efesus 4:29)

Jika kita berbicara dengan orang lain, manakah yang seringkali terjadi, apakah orang merasakan mendapat kasih karunia ketika mendengar perkataan kita, ataukah orang justru menjadi butuh kasih karunia untuk mendengarkan perkataan kita ?

Jika kita berbicara dengan orang lain, dan orang tersebut merasa sangat nyaman dengan perkataan kita, bahkan mereka yang lemah dikuatkan oleh perkataan kita, mereka yang sedih dihiburkan, mereka yang berbeban berat merasakan kelegaan, maka berarti perkataan kita mendatangkan kasih karunia Tuhan dalam hidup mereka. Akan tetapi jika perkataan kita membuat orang menjadi sakit hati, takut, marah dan perasaan-perasaan negatif lainnya, maka berarti perkataan kita belum mendatangkan kasih karunia Tuhan untuk yang mendengarnya.

Tuhan memberikan kita mulut untuk menciptakan sesuatu. Allah menciptakan bumi dan isinya dengan "perkataan Firman-Nya". Kita sebagai anak-anak Allah juga mewarisi hal ini, karena kita diciptakan serupa dan segambar dengan Allah sendiri. Oleh karena itu perhatikan bagaimana pertengkaran bisa "tercipta" akibat perkataan yang buruk, namun juga persahabatan bisa "tercipta" lewat perkataan yang baik.

Hati-hatilah dengan perkataanmu. Yakobus mengingatkan kita agar kita  cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata (Yakobus 1:19). Perkataan yang sudah keluar akan sulit untuk ditarik kembali, karena perkataan kita sudah "menciptakan" sesuatu, entah itu baik, entah itu buruk.

Kita mungkin seringkali merasa bahwa kita telah khilaf dengan perkataan kita, tapi Firman Tuhan mengingatkan kita dalam Pengkhotbah 5:5 bahwa "Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf. Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?". Jangan sampai perkataan kita membuat Allah merusakkan pekerjaan tangan kita.

Oleh karena itu senantiasalah berhati-hati dengan perkataanmu.
(Rc)


Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter