RENUNGAN


4 Syarat Menerima Mujizat Tuhan


SUPPLEMENT SHARING COOL ~ SEPTEMBER 2009 - MINGGU #4
  
4 SYARAT MENERIMA MUJIZAT TUHAN
Lukas 1:5-25 (baca seluruhnya)

"Inilah suatu perbuatan TUHAN bagiku, dan sekarang IA berkenan menghapuskan aibku di depan orang." (Lukas 1:25)

Diskusi/Sharing:
Menurut anda, apakah anda membutuhkan mukjizat dari TUHAN? Mengapa?

Kita ada di dunia ini karena kita adalah bagian dari rencana ALLAH yang luarbiasa. Jika ALLAH mengizinkan banyak hal terjadi dalam hidup kita, pastilah ada suatu rencana yang luarbiasa dibaliknya. Tetapi tantangan didunia ini seringkali menekan kita sedemikian, sehingga muncullah persoalan-persoalan yang tidak dapat kita atasi bila mengandalkan kekuatan dan kepintaran kita. Sebenarnya setiap hari kita membutuhkan mukjizat dari TUHAN, karena kekuatan, kepintaraan dan pengalaman kita sangat terbatas, tetapi Dia tidak terbatas; ALLAH sanggup melakukan mukjizat-mukjizat dalam hidup kita. Amin. Namun ada hal yang harus kita ingat, yaitu bahwa kita pun perlu melakukan bagian kita untuk menerima mukjizat tersebut. 

Dalam nats diatas, kita membaca bahwa imam Zakaria dan istrinya Elisabet sangat merindukan keturunan. Ketika akhirnya mereka memasuki usia lanjut, nampaknya mustahil bagi mereka untuk memiliki keturunan (ayat 7). Tetapi ternyata TUHAN melakukan mukjizat mengaruniakan seorang anak kepada pasangan ini, yaitu seorang anak yang kemudian akan dikenal sebagai Yohanes Pembaptis. Apa yang mereka lakukan sehingga mereka menerima mukjizat dari TUHAN? Mari kita pahami bersama. Ada empat syarat untuk menerima mukjizat dari TUHAN:
 
 
1. Tetap KUDUS dalam TUHAN (Lukas 1:6)

Sampai usia mereka lanjut, Zakaria dan Elisabet menjaga kekudusan hidup mereka dihadapan manusia dan dihadapan TUHAN. Hidup kudus ini bukan saja berarti hidup bersih, jujur dan tulus saja, hidup kudus juga berarti hidup menurut segala perintah dan ketetapan ALLAH dengan tidak bercacat.

Ditengah tantangan-tantangan yang mungkin sedang dihadapi anak-anak TUHAN, kita seringkali digoda untuk kompromi dan melakukan tindakan-tindakan yang tidak disukai oleh TUHAN. Walaupun banyak orang mungkin menganggap hal itu "lumrah" atau "normal" - seperti manipulasi, korupsi, sogok, "entertaiment dengan wanita" dsb - tetapi dimata TUHAN semuanya itu adalah kekejian. Zakaria dan Elisabet tetap menjaga kekudusan mereka dihadapan TUHAN, sehingga pada akhirnya mereka menerima mukjizat TUHAN.

 
2. Tetap SETIA dalam TUHAN (Lukas 1:8)

Bisakah anda bayangkan situasi dan tekanan yang dihadapi Zakaria dan Elisabet? Mereka adalah keturunan Harun (keluarga pilihan), seorang iman (tugas/ panggilan yang "diakui"), namun hingga usia lanjut tetap tidak memiliki keturunan. Bisakah anda bayangkan cibiran dan omongan tidak jelas yang mungkin mereka hadapi? Mungkin ada saja yang mengatakan, hamba TUHAN kok tidak punya anak, apa tidak diberkati TUHAN? Atau mungkin ada yang menilai mereka pasti punya dosa tersembunyi sehingga TUHAN tidak memberikan anak, dsb. Bisakah anda rasakan perasaan mereka? Hari demi hari Zakaria dan Elisabet harus berhadapan dengan hal-hal tersebut. Faktanya padahal ALLAH sendiri berkenan atas pasangan ini (baca kembali ayat 6).

Satu hal yang luarbiasa adalah, Zakaria dan Elisabet tetap setiap di dalam TUHAN. Mereka tidak kecewa pada TUHAN, mereka tidak mengutuki TUHAN, mereka tidak bersungut-sungut, mereka tetap hidup dalam Firman TUHAN, dan mereka tetap setia dalam menjalankan tugas-panggilan mereka dalam TUHAN.

Ketika tantangan rasanya membesar, mungkin ada anak-anak TUHAN yang merasa keadaannya lebih baik sebelum mengenal YESUS. Kita bisa tidak mengerti mengapa TUHAN mengizinkan hal-hal yang tampaknya tidak enak terjadi dalam hidup kita, tetapi pasti ada rencana yang besar dibalik itu, karena ALLAH tidak pernah merancangkan hal-hal buruk untuk hidup kita dan segala sesuatu dapat Ia gunakan untuk mendatangkan kebaikkan dalam hidup kita (Roma 8:28). Pertanyaannya, apakah kita tetap mau setia dan percaya padaNya? Zakaria dan Elisabet tetap setia dalam TUHAN, maka mereka menerima mukjizat TUHAN.

 
3. Tetap INTIM dengan TUHAN (Lukas 1:9-13)

Dalam ayat 9 dikatakan Zakaria masuk dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. Zakaria menjalankan bagiannya, yaitu menjaga keintiman dengan TUHAN. Ruangan maha kudus dalam Bait Suci adalah suatu ruangan yang sangat pribadi, dimana TUHAN berhubungan secara khusus dengan umatNya, yang dalam konteks sebelum salib KRISTUS umatNya diwakili oleh seorang Imam. Membakar ukupan artinya ada persembahan doa-pujian-penyembahan yang Zakaria berikan kepada TUHAN dalam ruang maha kudus tersebut. 

Anak-anak TUHAN pasti mengalami mukjizat dalam hidup mereka jika mereka senantiasa menjaga keintiman dengan TUHAN, melalui doa-pujian-penyembahan yang tiada berhenti dihadapan TUHAN. Seluruh kehidupan kita (Roma 12:1) kita serahkan kepada TUHAN untuk memuji, menyembah dan meninggikan namaNya. Keintiman dengan TUHAN akan menguatkan kita dan melahirkan ide-ide kreatif yang merupakan jawaban TUHAN atas pergumulan kita. Amin?
 
 
4. Tetap PERCAYA akan TUHAN (Lukas 1:19)

Walaupun Zakaria dan Elisabet tetap menjaga kekudusan, setia dan intim dengan TUHAN, namun ternyata untuk sesaat Zakaria melemah imannya. Ia tidak percaya bahwa pada akhirnya ia akan dikaruniakan anak dimasa tuanya, walaupun hal itu disampaikan langsung oleh Malaikat Gabriel. Sebagai akibatnya Zakaria dihukum bisu sampai lahirnya Yohanes Pembaptis. Puji syukur kepada TUHAN, karena Ia tetap mengasihi Zakaria, maka mukjizat tetap terjadi. Satu hal yang kita mengerti sekarang bahwa TUHAN dapat memberikan mukjizat kepada kita walaupun mungkin kita tidak percaya - tetapi hal tersebut semata-mata karena kasih karunia TUHAN. Jangan kita menjadi seperti Zakaria; menerima mukjizat tetapi juga penghukuman. Bukankah lebih baik jika kita bersukacita menerima mukjizat itu sepenuhnya, dan tidak mempertanyakan aspek kemustahilannya? Yang namanya mukjizat pastilah diluar akal pemikiran manusia. Bagian kita hanyalah percaya saja! Amin!


Peneguhan

Mengapa TUHAN melakukan dan memberikan mukjizat kepada anak-anakNya? Jawabannya mungkin banyak dan beragam, tetapi dari nats yang kita dibaca diatas, ternyata ada suatu maksud indah mengapa ALLAH melakukan mukjizat bagi anak-anakNya, yaitu bahwa dengan mukjizat bukan saja namaNya dipermuliakan, tetapi nama anak-anak TUHAN pun dimuliakan (ayat 25). Elisabet melihat bahwa mukjizat yang ia dan suaminya alami bukan hanya satu - yaitu kelahiran Yohanes Pembaptis - tetapi ada dua mukjizat, yaitu TUHAN membela nama baik anak-anakNya. Tidak ada lagi yang dapat mencibir dan mencemooh anak-anak TUHAN, karena TUHAN sendiri yang akan turun tangan membela anak-anakNya. Amin.


Ketika aku berbeban berat, ku datang kepada YESUS
Dia b'rikan damai dan sukacita, sejahtera dalam hatiku
Ketia aku berputus asa, ku datang kepada YESUS
Dia bebaskan dan lepaskan, kini aku jadi baru

YESUS, YESUS TUHAN mulia namaMu
Kutinggikan, kuagungkan namaMu selama-lamanya


CS/2009
 


Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter