SERBA-SERBI

Dewasa Muda [DM]: The Power of One - T.E.A.M Together Everyone Achieve More
Tanjung Duren - 3 November 2009. Anggota Komunitas Dewasa Muda GBI Tanjung Duren tentunya masih ingat betul dengan sosok muda dan penuh optimis ini, Salmon Hutasoit, yang malam ini membagikan bahan sharing mengenai teamwork. Ya, pada gathering bulan September 2009, beliau juga melayani dengan membawa tema Excellent. Dengan setelan bergaya profesional muda, setelan krem dan celana casual, beliau memasuki lobby lantai tiga dan diterima oleh Yosua dan Friska di ruang tunggu pembicara.
Para undangan mulai berdatangan dan memenuhi ruangan lobby. Sambil bercengkerama dan menikmati snack yang disediakan panitia. Menu malam ini adalah lemper ayam dan pastel tutup. Yang cukup menggembirakan juga adalah hadirnya wajah-wajah baru di acara gathering ini. Kabarnya sebagian dari mereka adalah peserta Healing Movement Camp di GBI Tanjung Duren seminggu sebelumnya. Setelah menikmati hidangan, pada pukul 20.00, seluruh undangan kemudian dipersilakan masuk ke ruang ibadah dan disambut oleh Erick, Ketua Dewasa Muda, dengan kata sambutan dan doa sebagai pembuka acara gathering malam itu.
Tim pujian penyembahan dipimpin kembali oleh Yafet dan tim musik dipimpin oleh Biman yang dengan antusias mengajak seluruh undangan yang hadir untuk memuji dan menyembah Tuhan. Suasana cukup meriah dan semuanya terlibat dalam pujian dan penyembahan.
Ketika tiba saatnya, Pak Salmon maju ke depan untuk mulai menyampaikan Firman Tuhan. Beliau mulai pemberitaan Firman Tuhan dengan sebuah pertanyaan mengenai apa yang sedang kita cari. Apa yang dicari oleh orang-orang muda? Tuhan Yesus pernah menanyakan hal yang sama kepada murid-murid-Nya dalam Yohanes 1:35-38, apakah yang kamu cari? Jika kita memiliki Yesus sebenarnya kita sudah memiliki segalanya. Jika ditanyakan kepada orang-orang percaya pada saat ini dengan pertanyaan tersebut maka jawabannya bisa "hidup yang kekal", "berkat", "keselamatan" dan berbagai macam jawaban lainnya dan intinya adalah semuanya untuk diri kita sendiri. Jadi dapat disimpulkan bahwa orang-orang percaya (yang belum dewasa) adalah sekelompok orang yang mencari hadiah untuk dirinya sendiri. Orang-orang percaya yang dewasa sebaliknya akan bertanya kepada Tuhan, apakah yang Tuhan mau saya lakukan untuk memuliakan Tuhan.


Mengapa orang-orang percaya kadang sulit untuk menjadi sebuah tim? Karena keakuan dan mementingkan diri sendiri. Untuk belajar bagaimana membentuk sebuah tim yang mencapai hal-hal besar, maka kita dapat belajar dari kejadian menara Babel di kitab Kejadian pasal 11. Apa saja yang perlu dimiliki untuk memiliki sebuah tim yang hebat:
1. Milikilah rencana (Kejadian 11:6)
Milikilah rencana, jangan hanya mengalir. Jika kita memiliki rencana, maka kita sudah setengah jalan menuju keberhasilan. Sedangkan jika kita tidak memiliki rencana maka kita menetapkan diri untuk gagal. Allah membuat pengakuan kepada oranga-orang yang mendirikan menara Babel tersebut dan mengatakan bahwa mulai sekarang apapun yang mereka rencanakan tidak ada yang tidak akan terlaksana. Betapa dahsyatnya pernyataan itu.
2. Punyalah komitmen dan ketetapan hati (Kejadian 11:2)
Bangsa babel membangun menara tersebut dari sebuah tanah datar. Mereka menemukan tanah datar, di tanah Sinear dan menetap di sana. Mereka menetap, tidak berpindah-pindah. Fokuslah dengan apa yang ada di depan. Komitmen yang tetap akan membuat kita memiliki nilai di manapun kita berada.
3. Miliki semangat (entheos = antusiasme yang dari Tuhan) (Kejadian 11:3-4)
Semangat yang sejati dari Tuhan adalah semangat atau gairah yang tidak bergantung pada keaadaan. Semangat adalah sesuatu yang menular.
4. Milikilah visi (Kejadian 11:4)
Visi adalah hal yang sangat krusial. Visi merupakan sesuatu yang sangat jauh, tetapi masih dapat kita lihat dan dapat kita tuju. Apakah beda visi dengan ambisi? Visi memberikan arah dan gairah untuk mencapai sesuatu, namun ambisi hanya membangkitkan keinginan yang kuat untuk mencapai suatu tujuan dengan harga apapun dan jika tiak memiliki visi maka cenderung untuk menghalalkan segala cara. Kita boleh memiliki ambisi, asalkan memiliki visi, namun tidak sebaliknya.
5. Kita lebih dari saya (Kejadian 11:4)
Kata kita merupakan kata yang paling sering diungkapkan dalam kisah ini. Hal ini juga menggambarkan bahwa bangsa Babel saat itu mengerti arti sebuah kerja tim (teamwork) yang baik. Kita (bersama) lebih baik dari saya (sendiri). Di dalam kebersamaan ada banyak hal besar yang dapat dilakukan.
6. Miliki spirit of excellence (Matius 5:16)
Dalam Matius 5:16 tersebut, kata perbuatan yang baik dalam bahasa aslinya adalah "Kalos" yang berarti "excellent". Jika kita melakukan sesuatu dengan excellent berarti kita melakukan suatu kebiasaan setiap hari dengan kualitas yang semakin baik.
Keberhasilan dari keenam point tersebut hanya dapat dicapai apabila kita memiliki ketaatan yang total kepada Bapa. Sama seperti tentara yang tidak dipusingkan dengan soal-soal penghidupannya agar dapat berkenan kepada komandannya, demikian juga kita dapat berkenan kepada Tuhan.
Setelah selesai pemberitaan Firman dan persembahan, maka Erick menyambut para undangan yang baru pertama kali hadir di acara gathering Dewasa Muda dan memberikan bingkisan kenang-kenangan. Malam itu juga Yosua, DM Pastor, mendoakan para anggota yang berulangtahun selama bulan Oktober hingga awal November. Setelah doa berkat, seluruh undangan pun meninggalkan ruangan. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.10 WIB, namun raut wajah puas terpancar dari banyak peserta yang hadir.
Sampai jumpa di Christmas Gathering, Dewasa Muda GBI Tanjung Duren bulan depan, Selasa, 8 Desember 2009. Dewasa Muda: Love God, Love People, Building Community! (EW)
Komunitas Dewasa Muda GBI Tanjung Duren di Facebook
Ikuti Dewasa Muda GBI Tanjung Duren di Twitter
Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter
Yang lain di Serba-Serbi: