SERBA-SERBI


Family & Couples Community: Mendirikan Mezbah Keluarga


Tanjung Duren, Family & Couples Community mengadakan Ibadah Pasutri dengan tema Mezbah Keluarga pada hari Selasa, 20 April 2010 pukul 19.30 hingga selesai yang dilayani oleh Bapak Agus Sugianto dan Ibu Mala (pengajar MoU, konselor pernikahan, pembicara & trainer pria sejati, pemimpin jemaat di gereja lokal). Berikut ini merupakan catatan singkat mengenai materi yang dibagikan pada malam itu.

Setiap bagian hidup kita itu harus dinikmati, begitu juga dalam mengurus dan mendidik anak dalam tiap stage kehidupannya.

Mezbah (Kejadian 8:20)
Dalam mezbah, tidak sembarang binatang dipersembahkan, yaitu yang tidak haram, sempurna, tidak bercela. Lalu api itu yang menyambar (bila korban itu berkenan di hadapanNya).
 
Jadi tergantung korban yang dipersembahkan, berkenan atau tidak. Tuhan mencium korban itu, jadi Ia pun punya standard sendiri. Kita belajar menyentuh hati Tuhan dengan korban persembahan itu. Seperti jaman NUH, saat Ia tersentuh, Ia langsung membuat covenant untuk tidak akan memusnahkan bumi lagi. Seketika amarahNya reda saat Ia mencium korban yang dipersembahkan NUh, sebagai kepala keluarga.
 
Abraham pun demikian, setelah Allah mencium persembahan Abraham, Ia langsung memberikan petunjuk, berkatNya (Kej 12:8-9)

BAgaimana dengan zaman sekarang? (Roma 12:1). Mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup. Mengapa tubuh? Karena dalam tubuh terdapat roh dan jiwa.

Kita adalah korban hidup, yang diperuntukkan bagi Tuhan- bukan yang lain. Setiap kita yang sudah ditebus darah Yesus, mulai saat ini harus kudus bagi Tuhan.

Berarti dalam membangun mezbah keluarga, semua anggota keluarga menjadi korban yang hidup. 

Prakteknya?

Ibr 13:15-16:
- Mengucap syukur senantiasa 
Korban syukur:yang diucapkan dalam keadaan yang kita hadapi tidak sesuai dengan kehendak kita ; misalnya mensyukuri istri yang 'sering kelebihan kata-kata'

Bagaimana melatih mezbah?
- Peranan imam sangat penting, mesti ada imamnya(=pria). Imam yang bangun pagi, yang memimpin- bukan istri. Jangan pake mezbah sebagai tempat menghakimi, menyalahkan, melukai satu sama lain dengan kedok mendoakan. Apalagi anak-anak, mereka tidak tahan untuk terpaku dalam mezbah.
 
Misalnya mulai dengan share Yeremia 29:11
Kemudian dengan lagu (tidak perlu sampai selesai), lalu anak-anak mulai berdoa dengan gaya bahasa mereka sendiri- kemudian orangtuanya. Jangan doa terlalu panjang, nanti anak-anak bosan. Puji anak-anak saat mereka tahan berdiam di mezbah.

Kapan waktu yang tepat untuk mezbah?
Pagi hari, apalagi suami dan istri harus bangun pagi melakukan mezbah.
Karena bangun pagi itu powerful, jadi matikan tv, siaran bola, film supaya bisa bangun pagi. Tubuh itu perlu dilatih, bukan di-excuse.

Sebelum anak-anak pergi sekolah, doakan dulu. Atau bila anak-anak ga bisa bangun pagi, doakan waktu sebelum tidur.

Pakai waktu mezbah itu untuk saling memberkati, mendoakan pergumulan anggota keluarga. Mezbah keluarga itu seperti benteng yang melindungi (Za 2:5)
Iblis ga bisa menyentuh kehidupan kita, anak-anak kita, bisnis kita, bahkan diberkati Tuhan.

Dalam mezbah, Tuhan banyak berbicara (memberi direction) pada kita. Sebelum terjadi, Tuhan sudah memberitahukan pada kita.

Kesaksian:
Pembantu yang tidak seiman sering melihat pak Agus dan keluar mengadakan mezbah keluarga jadi ingin ikut mezbah, dan akhirnya malah menerima Tuhan yesus. Kini pembantu itu menjadi saksi Tuhan yang dipakai luar biasa.

Tubuh ini harus dilatih untuk disiplin bangun pagi, untuk berpuasa. Jangan kalah dengan orang Kedar yang dari kecil sudah didisiplinkan untuk berdoa pagi-pagi benar dan berpuasa. Apalagi ini hari-hari terakhir, kita harus lebih sunggguh-sungguh lagi dalam Tuhan. Jangan menyia-nyiakan kasih karunia Tuhan.

Saat mereka melakukan perjalanan misi ke Toraja, mereka bertemu orang yang sempat mati dan dibawa ke surga dan neraka. Surga dan neraka itu nyata, perlu sekali hidup intim oleh Tuhan. Mezbah keluarga adalah tempat untuk intim dengan Tuhan. Saat mezbah, mintalah firman dari Tuhan untuk mengetahui langkah hidup kita hari lepas hari.

Waktunya sudah semakin singkat, displinkan dirimu, jangan sia-siakan waktu .

Mezbah keluarga itu penting, saat kita terus berada dalam hadirat Tuhan, ada suatu kuasa yang terjadi dan intensitasnya terus meningkat.



Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter



Yang lain di Serba-Serbi: