SERBA-SERBI


"Mengatasi Konflik Dalam Pernikahan" - Komunitas Pasutri Sejati


Selasa, 20 September 2011
GBI Tanjung Duren Lt. 2
Pdt. George Pranoto

Jam menunjukkan pk. 19.15 ketika pasangan-pasangan suami isteri mulai berdatangan ke acara perdana Pasutri setelah sempat vakum selama 1 tahun. Acara dimulai dengan makan malam bersama dengan menu nasi dan ayam goreng yang lezat. Para peserta menikmati hidangan sambil bertukar cerita. Keceriaan nampak di wajah masing-masing peserta menyambut kelahiran kembali komunitas Pasutri.

Jam 19.45 Dems yang bertindak sebagai WL mulai mengajak peserta untuk menyembah Tuhan, sementara Mercury mengiringi dengan alunan keyboard yang indah. Setelah mengajak peserta menaikkan 2 lagu worship, Pak George Pranoto selaku pembicara mulai memimpin doa dan membagikan kebenaran Firman Tuhan.

Topik yang diangkat adalah mengenai konflik yang seringkali terjadi di dalam pernikahan dan cara untuk mengatasinya. Konflik di dalam pernikahan bisa terjadi di beberapa area, seperti ekonomi dan keuangan, pengenalan satu dengan lainnya, seks, temperamen, latar belakang, dan banyak lagi.

Pak George membahas dari Efesus 5:22-32, bahwa isteri haruslah tunduk kepada suami seperti kepada Kristus, dan suami haruslah mengasihi isterinya seperti mengasihi dirinya sendiri. Kunci supaya bisa melakukan firman ini adalah mengecek apakah kita dilandasi oleh nafsu ataukah cinta kasih. Kalau kita dilandasi oleh nafsu, pasti kita akan menuntut pasangan kita, dan konflik terjadi. Tetapi apabila kita dilandasi oleh cinta kasih, maka kita akan melakukan yang terbaik untuk pasangan kita, dan konflik akan dapat diatasi dengan baik.

Isteri adalah tiang doa dalam keluarga. Seperti apa keluarga kita, adalah tergantung dengan bagaimana isteri menjadi tiang doa dalam keluarga kita. Doa orang benar besar kuasanya. Oleh karena itu apabila suami dan isteri sepakat, maka kuasanya akan besar.

Bolehkah kita melakukan oral sex ataupun anal sex kepada pasangan kita ? Pak George menjelaskan bahwa menurut Alkitab hal ini tidak boleh. Karena pada dasarnya Tuhan menciptakan sex adalah untuk beranak cucu. Untuk bisa beranak cucu, maka penis haruslah bertemu dengan vagina, berarti oral sex dan anal sex tidaklah boleh dilakukan menurut Alkitab. Sekali lagi, apakah yang melandasi hubungan sex di dalam pernikahan kita ? Kalau kita melandasinya dengan kasih, maka kita tidak akan bosan dalam melakukan hubungan sex dengan pasangan kita, meskipun dengan cara yang tidak sama seperti yang dunia ajarkan. Tetapi kalau kita melandasinya dengan nafsu, maka kita akan menuntut banyak hal kepada pasangan kita, dan suatu waktu mungkin kita akan bosan dengan pasangan kita.

'Maaf' adalah satu kata yang powerful untuk menyelesaikan konflik dengan segera. Jika salah satu dari kita mengatakan perkataan 'maaf', maka konflik tidak lama akan berakhir. Maka jangan sampai kita melupakan kata 'maaf' di dalam pernikahan kita.

Jam menunjukkan 21.40 ketika Pak George selesai membagikan Firman dan melemparkan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan, yang salah satunya adalah : "Apakah jika pasangan kita belum mengampuni kita, maka berkat kita juga akan terhalang ?" Pak George katakan dengan tegas "ya". Sebab jika pasangan tidak saling sepakat, maka berkat Tuhan juga akan terhalang untuk keluarga kita.

Setelah doa Firman oleh Pak George, penanggung jawab Pasutri, yaitu Ricky Djaja menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pak George dan juga peserta atas kehadirannya malam itu. Ricky juga menjelaskan bahwa komunitas ini bernama komunitas Pasutri Sejati, yang mana memiliki visi melandasi pernikahan yang kuat di dalam Firman Tuhan. Pasutri diadakan satu bulan sekali, di minggu kedua atau ketiga.

Selanjutnya setelah persembahan, dilakukanlah doa tutup yang dipimpin oleh Ricky dan diakhir dengan doa berkat oleh Pak George Pranoto. Berakhirlah acara pasutri pada hari itu, dan sampai jumpa dalam acara Pasutri selanjutnya di tanggal 18 Oktober 2011, dengan tema "Keseimbangan antara Keluarga, Pekerjaan, dan Pelayanan", dengan pembicara Pdt. Samuel Gunawan.



Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter



Yang lain di Serba-Serbi: