SERBA-SERBI


DM Single: Heart for the People in the Marketplace


Tanjung Duren - 15 Juni 2009. Bagi banyak orang percaya, "memberitakan Injil" boleh jadi sesuatu hal yang menakutkan dengan berbagai-bagai macam alasan. Ada yang takut akan penolakan, cemooh, dimaki atau bahkan dikucilkan. Padahal, Amanat Agung Tuhan Yesus merupakan perintah, bukan pilihan. Semua orang percaya memiliki kewajiban untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Tuhan. Kita harus mengajarkan mereka apa yang sudah kita pelajari dari Tuhan Yesus. Berangkat dari hal inilah maka Komunitas Dewasa Muda Single GBI Tanjung Duren pada gathering pada bulan Juni mengangkat tema penginjilan yaitu Heart for the People in the Marketplace. Ev. Daud Moningka dari LPMI diundang sebagai pembicara dan membagikan pengalamannya dalam melayani di bidang misi.

Seluruh panitia pada malam itu tampil dengan seragam merah dan celana jeans. Para ushers kali ini diketuai oleh Halim dan acara diketuai oleh Hendra, sementara Aying di bagian konsumsi sibuk melayani para undangan yang datang. Menu kali ini adalah mie kangkung. Seluruh undangan dipersilakan beramah-tamah di sepanjang lobby sambil menikmati makan malam. Pada pukul 19.45, seluruh undangan dipersilakan masuk ke ruang ibadah dan mulai mengikuti puji-pujian.



Rocky memimpin tim Pujian Penyembahan dan Raymond, Jovita, Johan dan Friska menjadi singer. Tim musik dipimpin oleh Albert. Puji-pujian dibawakan sekitar 30 menit dan walaupun suasana malam itu cukup dingin karena baru hujan, tetapi tidak menurunkan antusias para anggota komunitas Dewasa Muda Single untuk memuji Tuhan. 

Bapak Ev. Daud Moningka mengajak serta dua orang mahasiswa yang akan menjadi stafnya untuk turut serta dalam pelayanan malam itu. Beliau mengenakan pakaian batik berwarna cerah dan kemudian pada pukul 20.30 naik ke mimbar untuk berdoa dan mulai pelayanan Firman Tuhan. Judul yang diberikan adalah: Bagaimana Hidup Ini Menjadi Berarti. Dalam kotbahnya, Pak Daud menyampaikan bahwa ada banyak orang yang menjalani hidup tanpa memahami makna hidup. Mereka sekedar dapat hidup dan yang terjadi adalah kejenuhan dalam hidup. Tidak sedikit orang yg punya banyak materi tidak menikmati damai sejahtera, diliputi ketidakpuasan. 





Lebih lanjut dipaparkan tentang bagaimana supaya hidup kita menjadi berarti. Sebagai pengikut Kristus, kita tidak mau menyia-nyiakan hidup. Ini harus menjadi kerinduan kita. Hidup ini harus sejalan dengan program / rencana Tuhan. Setelah kita mengenal Kristus, tujuannya adalah biar lewat kita, orang mengenal Tuhan. Yang harus bikin kita bangga adalah perjumpaan dengan Allah di dalam Kristus, bukannya kekristenan itu sendiri. Tuhan Yesus datang buat setiap kita manusia, bukan hanya untuk orang Kristen.

Hidup yang memiliki tujuan memungkinkan kita untuk memiliki tanggung jawab sehingga rela berkorban untuk kepentingan yang lebih mulia dan menyikapi hari esok dengan penuh optimis. Jadi kehidupan kita haruslah berpadanan dengan Injil Kristus, ada di dalam kebenaran Allah (maksud Allah bagi kita akan sejalan dengan apa yg kita lakukan), penuh tanggung jawab dan ada dalam rencana Allah. Ada yang lebih baik untuk diri sendiri tetapi ada yang lebih berarti dan perlu, tetapi untuk orang lain yang bertujuan untuk kemegahan Kristus. Jadilah teladan bukan batu sandungan. Di marketplace, karena kita ada disana, maka jadikanlah itu peluang untuk memberitakan kebaikan Allah. Jangan pikirkan diri sendiri, karena kita sendiri juga uda dikasih anugerah Allah. Jangan egois!





Setelah selesai Firman Tuhan dan persembahan, maka Syana maju ke depan dan memanggil para anggota yang berulang tahun dan kemudian didoakan oleh Yosua, DM Pastor, yang langsung kemudian melanjutkan dengan doa syafaat menutup acara. Pak Daud kembali ke depan dan mendoakan berkat bagi seluruh yang hadir. 

Sampai jumpa pada acara DM Single bulan Juli. DM Single love God, love people, building community! (EW)

Komunitas DM Single GBI Tanjung Duren di Facebook



Ikuti GBITanjungDuren.com di Twitter



Yang lain di Serba-Serbi: